reshansa
·Salah Teknik Belajar Bisa Buat Nggak Lolos SNBT!
Banyak orang kira alasan nggak lolos SNBT itu karena bodoh ternyata salah…
Akhir-akhir ini seliweran tren SNBP core di medsos dan mostly isinya mereka yang dapat pengumuman biru. Gimana kabar yang dapat pengumuman merah??
It’s okay kalo ngerasa down tapi jangan nyerah ya karena masih banyak kesempatan kok!
First thing first, yuk cari tahu kemungkinan yang buat nggak lolos di SNBP kemarin!
· · ·
Kira-kira apa faktor kegagalan di SNBP kemarin ya?
Ngomongin faktor kegagalan pasti beda-beda di setiap orangnya. Bisa karena kurang waktu belajar, kurang persiapan atau malah sebaliknya, waktu belajar berlebihan akhirnya menimbulkan pressure yang tinggi, stress, rasa insecure dan lainnya yang akhirnya buat pengerjaan soal nggak maksimal.
Tapi, ada satu hal yang akhir-akhir ini mulai jadi diskusi di kalangan pejuang war kampus dan dianggap menjadi alasan kegagalan SNBP kemarin yaitu teknik belajar.
Kamu notice nggak sih kalau banyak dari para pejuang kampus di Analitica Circle yang sering nanya “cara kalian belajar biar bisa lolos gimana sih?”, “share timeline belajarmu biar jadi produktif dong”, “kok bisa nggak bosen belajar ya, aku belajar bentar tangan udah gatel pengen scrolling medsos” di TL?
Kumpulan pertanyaan ini jadi penanda kalau masih banyak pejuang war kampus yang ragu sama teknik belajarnya dan kebingungan menemukan strategi belajar yang paling maksimal buat SNBT nanti.
Keraguan ini yang akhirnya berkembang jadi kebingungan dan rasa malas belajar.
Kok bisa?
Karena kalo udah ragu pasti maunya eksplor macam-macam teknik belajar - bingung pilih teknik mana yang cocok - keburu capek dan overwhelmed - malas belajar. Now, you see the pattern?
Hal yang bikin males belajar itu nggak cuma karena salah teknik tapi bisa jadi karena capek baca materi atau otak terlalu banyak menyerap informasi dalam satu waktu dan nggak dapat waktu istirahat yang memadai.
Hasilnya? Ya kewalahan dan uring-uringan ~
Gimana kalau coba teknik belajar yang istirahatnya banyak?
Kayanya jarang ya orang yang dari lahir punya hobi belajar atau punya passion belajar hehe.
Belajar tuh kaya udah identik dengan boring dan buat capek. Jadinya, belajar bentar udah langsung pengen rebahan atau scrolling medsos. Tangan juga kadang gatel pengen checkout toko oren karena ada discount live.
Pengen deh belajar terus tapi nggak merasa capek, males atau bersalah kalau ngambil waktu istirahat ~
Nah, ada nggak sih teknik yang kasih tau cara produktif saat belajar tapi nggak buat kecapekan juga?
Ada caranya: belajar pakai teknik Pomodoro.
Apa itu Teknik Pomodoro?
Teknik belajar Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang dirancang untuk meningkatkan fokus dan produktivitas saat belajar. Teknik Pomodoro ditemukan oleh Francesco Cirillo pada akhir 1980-an dan dinamai berdasarkan timer mekanis bentuk tomat (pomodoro).
Dalam teknik Pomodoro, ada beberapa waktu istirahat dalam satu durasi belajar. Jadi, setiap belajar, ada timer yang di-set per 25 menit sebagai waktu fokus dan 5 menit sebagai waktu istirahat.
Source: Pinterest
Misalnya, saat kamu mulai belajar, set timer 25 menit dan selama waktu berjalan harus fokus belajar tanpa ada gangguan apapun.
Setelah timer 25 menit itu bunyi, kamu set timer 5 menit sebagai waktu istirahat. Dalam waktu ini kamu harus istirahat (nggak main hp, scrolling medsos atau hal-hal digital lain).
Kenapa nggak boleh main hp? Karena ini adalah faktor utama yang buat teknik belajar Pomodoro nggak efektif!
Waktu istirahat sebaiknya digunakan buat refresh diri kaya meregangkan badan, nyemil atau minum yaa~
Setelah waktu istirahat habis, mulai lagi deh 25 menit waktu fokus kaya di awal.
Periode waktu ini bisa diulang-ulang sesuai dengan durasi waktu belajar yang kamu inginkan. Biasanya, teknik Pomodoro ini dilakukan dalam 4 periode = sekitar 2 jam dengan manajemen waktu tadi.
Tapi, feel free buat sesuaikan dengan waktu belajar yang kamu punya.
Teknik Pomodoro bukannya bikin tambah malas karena banyak istirahatnya?
Nooo~ Justru dengan Teknik Pomodoro kamu bisa melatih skill membuat list prioritas dari materi yang kamu harus pahami dalam waktu belajar yang singkat.
Dengan membagi waktu fokus dan istirahat, kamu juga bisa mempertahankan perhatian dan energi yang tinggi. Ritme belajar ini bisa menghindari kelelahan mental dan menjaga produktivitas yang tinggi.
Apalagi buat kamu yang susah fokus dan gampang bosan, teknik ini bisa jadi cara yang tepat buat kuat belajar dalam waktu yang lama.
Sekaligus buat kamu yang suka menunda ngerjain tugas atau latihan soal, teknik Pomodoro juga bisa jadi strategi yang efektif biar nggak procrastinate terus hehe.
Contoh Teknik Pomodoro saat diaplikasikan gimana?
Ok, yuk kita buat contoh cara aplikasi teknik Pomodoro yang gampang banget.
Misalnya, hari ini kamu mau ngerjain latihan soal SNBT 2024 di Analitica. Nah, karena kamu lagi pengen serius belajar dan pengen skor bagus jadi kamu butuh persiapan sebelum mulai tes nya.
Teknik Pomodoro ini digunakan sebelum kamu mulai latihan soal ya.
Langkah-langkah pakai teknik Pomodoro di situasi di atas kaya gini:
Pilih materi-materi apa aja yang mau dimaksimalkan saat belajar.
Set timer selama 25 menit buat review dan belajar materi pilihan itu. Selama waktu fokus ini, jangan ada gangguan atau interupsi dari hp atau lingkungan (bilangin ke doi jangan ganggu dulu biar notif nggak nyala, hehe)
Setelah timer bunyi, set waktu 5 menit buat istirahat (stretching badan boleh lah~)
Timer istirahat udah bunyi, ulang step 2 & 3 sampai durasi waktu belajar selesai.
Setelah durasi waktu belajar selesai, lakukan istirahat panjang selama 15-30 menit untuk melakukan aktivitas lain (boleh nih main hp tapi jangan lama-lama ya~)
Waktu belajar udah selesai, sekarang bisa mulai latihan soal SNBT 2024 deh~
Apa efek pakai teknik Pomodoro saat belajar?
Beberapa penelitian telah membuktikan efektivitas dari manajemen waktu seperti teknik Pomodoro saat belajar lho!
Misalnya, penelitian MacDonald et al. (2008) yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil akademik ketika melakukan manajemen waktu saat belajar.
Selain itu, ada juga penelitian Trougakos et al. (2014) yang melihat adanya waktu istirahat singkat dan teratur bisa mencegah kelelahan dan mendukung produktivitas.
Tuh kan, dengan melakukan manajemen waktu seperti teknik Pomodoro belajar jadi lebih efektif dan hasilnya jadi lebih signifikan.
Istilahnya, belajar tanpa rasa tertekan ngejar target waktu belajar. Kamu bisa pakai teknik Pomodoro untuk mencapai study list setiap hari tanpa effort yang buat stress.
Buat trial errornya, kamu bisa tes penggunaan teknik Pomodoro ini pakai latihan soal dan TryOut yang ada di Analitica.
Coba ikuti step-by-step di atas dan lihat perubahan di skor-mu!. Mumpung belum terlambat, yuk gaskeuun latihan soalnya.
Semangat! ^^
References:
MacDonald, C. J., & Ritchie, S. D. (2008). Time management: Testing the effectiveness of an intervention in university students. Journal of Educational Psychology, 100(2), 421–428.
Trougakos, J. P., Hideg, I., Cheng, B. H., & Beal, D. J. (2014). Lunch breaks unpacked: The role of autonomy as a moderator of recovery during lunch. Academy of Management Journal, 57(2), 405–421.
Biwer, F., Wiradhany, W., Egbrink, M. G. A. o., & Bruin, A. B. H. d. (2022). Understanding effort regulation: Comparing ‘Pomodoro’ breaks and self-regulated breaks. British Journal of Educational Psychology. 10.1111/bjep.12593
