snoaest

·

Aku Masih Belum Berani Nyobain Ikut TO nih! Gimana dong?

Manusia Adalah Hewan Momentum
Ini adalah filosofi yang aku pakai untuk memulai apapun, mulai dari belajar buat lolos SNBT, hidup sehat, sampai akuisisi skill baru. Kuncinya sederhana: manusia itu mahluk yang bergerak berdasarkan momentum. Yang terpenting adalah mulai aja dulu, ciptain momentum dengan langkah pertama.
Biasanya, kecenderungan untuk overthinking sering muncul di awal. Berimajinasi tentang berbagai kemungkinan kegagalan hingga akhirnya gak jadi mulai-mulai. Hasilnya? Ya cuma sekedar mimpi doang.
· · ·
Pecah Tugas Jadi Lebih Kecil
Ketika menghadapi tugas yang menakutkan dan bingung harus mulai dari mana, langkah awal yang efektif adalah memecahnya menjadi daftar tugas-tugas kecil dan terbatas. Untuk setiap tugas yang masih belum jelas solusinya, dipecah lagi sampai menemukan potongan aksi terkecil yang bisa dilakukan. Mulailah dengan mengeksekusi tugas yang paling gampang dulu.
Misalnya nih, kamu lagi takut banget untuk nyobain TO SNBT pertama. Ga usah langsung ngegas 155 soal. Coba 1 soal aja dulu, lakukan secara konsisten selama seminggu. Di awal, gak masalah jawabannya benar atau salah, yang penting hadir tiap hari.

Kenapa gitu? Sederhananya untuk “membangun momentum”.
· · ·
Bola Salju dan Cara Kerja Otak
Pas mulai ngebangun momentum, kamu bakal menyadari bahwa energimu meningkat secara eksponensial, mirip seperti bola salju yang menggelinding dari puncak bukit. Awalnya, bola salju itu kecil dan tampak ga berarti, namun seiiring menggelinding ke bawah—momentum kebentuk—ia mengumpulkan lebih banyak salju, tumbuh lebih besar dan kuat. Bahkan tugas yang awalnya kelihatan mustahil, “bikin candi semalem” jadi suatu hal yang mungkin, ketika momentum sudah kebentuk :p.

Di balik prinsip Mulai dari yang Kecil dan Membangun Momentum, terdapat fondasi ilmiah yang menarik. Dalam penelitian neurosains terbaru, sebuah area di otak yang disebut Anterior Mid-Cingulate Cortex (aMCC) berperan penting dalam proses ini. aMCC adalah bagian dari sistem limbik yang terlibat dalam pengaturan emosi dan motivasi.

Bagaimana aMCC Berkontribusi pada Peningkatan Motivasi dan Kemauan (willpower)?
Coba bayangin, deh! Kamu lagi dihadapin sama tugas yang sebenarnya ga pengen kamu kerjain, sampai bikin mikir, "bjirr, ini susah banget". Nah, di saat kayak gitu area aMCC menjadi lebih aktif.
Ketika berhasil mengatasi tantangan—walaupun dalam skala kecil—misalnya, menjawab satu soal SNBT yang kamu anggap susah, aMCC bakal merespon dengan menguatkan rasa kepuasan dan motivasi. Ini berkat hubungannya dengan jalur dopamin di otak, zat kimia yang bikin ngerasa senang. Bayangin kayak ketika dapet 'power-up' di video game, itulah yang terjadi di otakmu.
Neurosains juga menunjukan kalau aMCC memiliki kemampuan neuroplastisitas yang luar biasa. Artinya otak bisa ditempa mirip kayak otot. Semakin sering menghadapi tantangan, otak kamu juga bakal makin kekar dan tangguh.

Tapi penting untuk diingat, kuncinya itu konsisten. Ngelewatin tantangan nggak cukup cuma sekali dua kali doang. Kamu harus terus-menerus push diri untuk ngadepin hal-hal yang susah. Kalau berenti, 'otot' aMCC/willpower (kegigihan) bisa mulai loyo lagi.
Jadi, ketika merasa takut atau ragu untuk mulai, inget aja bahwa setiap langkah yang kamu ambil —nggak peduli seberapa kecil—selain mendekatkanmu ke tujuan, juga melatih otak untuk lebih lebih kuat dan siap untuk menghadapi berbagai tantangan lebih besar kedepannya.
· · ·
Perjalan Seribu Mil Dimulai dengan Satu Langkah
Nah, dengan perspektif baru ini, semisal kamu masih belum punya nyali ngerjain TO Pertama, cobain challenge ini dulu deh; “Kerjain 1 soal, gapeduli benar-salah, selama seminggu!”
Mudah kan? 😉
Esensi utamanya bukanlah sekadar ngerjain “satu soal” aja, melainkan tentang membangun fondasi untuk berani menghadapi tantangan yang lebih besar kedepannya. Ini juga sebagai deklarasi ke diri sendiri kalau kamu bener-bener niat untuk lolos SNBT—dibuktikan dengan aksi nyata. Kalau ngomong doang mah burung beo juga bisa :p.
Setelah terbiasa ngerjain satu soal per hari, mungkin suatu hari kamu bakal mikir, "Eh, kenapa ga coba tambah lebih banyak soal lagi aja ya?"
Dan sebelum menyadarinya, kamu yang awalnya klemar-klemer kayak tempe, sudah menjelma sebagai pribadi yang ga sabar untuk menghadapi UTBK!

Di akhir perjalanan ini, kamu ga hanya akan memiliki keberanian untuk menghadapi UTBK, tetapi juga kepercayaan diri dan nyali untuk mengatasi segala tantangan yang datang dalam hidup. Mulai dari satu soal, dan lihatlah seberapa jauh momentum itu membawamu. Ceilah.

Yang penting berani dulu, menang kalah urusan lain, para pemberani memenangkan ¾ dunia!
~ Pramoedya Ananta toer.

Sumber:
Touroutoglou, A., Andreano, J., Dickerson, B. C., & Barrett, L. F. (2020). The tenacious brain: How the anterior mid-cingulate contributes to achieving goals. Cortex, 123, 12-29.

Aku Masih Belum Berani Nyobain Ikut TO nih! Gimana dong? Manusia Adalah Hewan Momentum Ini adalah…Aku Masih Belum Berani Nyobain Ikut TO nih! Gimana dong? Manusia Adalah Hewan Momentum Ini adalah…Aku Masih Belum Berani Nyobain Ikut TO nih! Gimana dong? Manusia Adalah Hewan Momentum Ini adalah…Aku Masih Belum Berani Nyobain Ikut TO nih! Gimana dong? Manusia Adalah Hewan Momentum Ini adalah…Aku Masih Belum Berani Nyobain Ikut TO nih! Gimana dong? Manusia Adalah Hewan Momentum Ini adalah…
16227
Baca 27 komentar