Misteri Mawar Hibrida: Meretas Konsep Spesies

Debat Berabad-abad: Apa Itu 'Spesies'?

Dulu, bayangkan kamu adalah seorang ilmuwan botani di abad ke-19.

ilustrasi

Kamu menemukan dua bunga mawar di lapangan. Bentuk kelopaknya beda, warnanya beda, dan tekstur durinya berbeda. Karena wujud fisiknya berbeda, kamu langsung mencatat mereka sebagai dua spesies yang berbeda. Ini adalah Konsep Spesies Morfologi, sebuah pola pikir klasik di mana status spesies murni dinilai dari kemiripan fisiknya.

Namun seiring berjalannya waktu, masalah mulai muncul di dunia biologi:

Untuk membereskan kekacauan ini, pada tahun 1942, Ernst Mayr mengajukan konsep revolusioner yaitu Konsep Spesies Biologis (Biological Species Concept/BSC). Bagi biologi modern, seberapa mirip wujud fisik dua organisme itu tidak lagi penting. Tes sejati dari sebuah spesies adalah isolasi reproduksi.

Menurut Konsep Spesies Biologis (Biological Species Concept) yang digagas oleh Ernst Mayr, kriteria utama apa yang menentukan apakah dua populasi organisme termasuk dalam spesies yang sama?

  • A. Memiliki wujud fisik dan karakteristik morfologi yang identik.
  • B. Hidup pada habitat yang sama dan memiliki relung ekologi yang serupa.
  • C. Mampu melakukan kawin silang secara alami dan menghasilkan keturunan yang fertil.
  • D. Berasal dari nenek moyang yang sama dalam pohon filogenetik.

Jawaban: C. Mampu melakukan kawin silang secara alami dan menghasilkan keturunan yang fertil.

Konsep Spesies Biologis menekankan bahwa batas suatu spesies ditentukan oleh isolasi reproduksi. Jika mereka bisa kawin dan punya anak fertil, mereka satu spesies, terlepas dari seberapa beda penampilannya.

Konsep Spesies Biologis mendefinisikan spesies berdasarkan kemampuan reproduksi silang yang menghasilkan keturunan fertil.

Tragedi Bagal: Mengapa Hibrida Biasanya Mandul?

Kalau syarat mutlak suatu populasi diakui sebagai spesies baru adalah keturunannya harus fertil, lalu bagaimana nasib hewan persilangan seperti bagal (hasil kawin kuda dan keledai)?

Secara fisik, bagal bisa tumbuh sangat kuat dan sehat. Namun mereka cacat reproduksi alias steril (mandul). Kenapa begitu? Kegagalannya terjadi jauh di dalam tubuh mereka pada tingkat seluler, tepatnya pada proses meiosis (pembentukan sel telur atau sperma).

Saat dua spesies yang berbeda kawin, keturunan hibridanya mewarisi satu set kromosom dari spesies A dan satu set dari spesies B. Padahal, syarat utama agar sel bisa membelah dalam meiosis adalah setiap kromosom wajib memiliki pasangan yang identik (homolog). Mereka harus berpasangan untuk bertukar informasi genetik (pindah silang) dan membelah secara adil.

Karena kromosom spesies A (misal, kuda) dan B (misal, keledai) berbeda jauh baik bentuk maupun jumlahnya, mereka tidak mau berpasangan. Mesin sel tubuh akan mendeteksi "error" kromosom yang telantar ini, dan proses meiosis pun dihentikan paksa. Akibatnya, bagal tidak memproduksi sel kelamin.

Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah mengenai hibrida mandul seperti bagal!

  • Hibrida selalu sakit-sakitan dan memiliki harapan hidup yang sangat pendek. — Salah
  • Bagal mandul karena kromosom kuda dan keledai terlalu berbeda untuk berpasangan saat pembentukan sel kelamin. — Benar
  • Proses pembelahan sel yang gagal pada hibrida mandul adalah mitosis. — Salah

Hibrida bisa sangat sehat secara fisik, namun mandul karena perbedaan kromosom induk menggagalkan proses meiosis (bukan mitosis).

Hibrida mandul karena kromosom tidak homolog menggagalkan proses pembelahan meiosis.

Kode Curang Tumbuhan: Alopoliploidi

Lalu bagaimana dengan Rosa alba yang dibahas di dalam soal? Ia jelas-jelas hibrida antara dua spesies, tapi kok ia bisa memproduksi keturunan yang fertil? Apakah ia kebal terhadap error meiosis tadi? Jawabannya ada pada sebuah "kode curang" genetika yang sering dipakai oleh tumbuhan.

Tidak seperti hewan mamalia yang biasanya akan langsung mati jika kelebihan jumlah kromosom, kingdom tumbuhan sangat toleran terhadap kelipatan genom (poliploidi). Terkadang, ketika sel tumbuhan hibrida yang tadinya steril mencoba membelah, terjadi ketidaksengajaan yang luar biasa: seluruh set kromosomnya tergandakan secara utuh. Fenomena membelah kromosom beda spesies ini disebut alopoliploidi.

Mari bayangkan sel mawar hibrida tadi. Awalnya ia punya 1 set kromosom biru dan 1 set merah yang tidak mau berpasangan (menyebabkan kemandulan). Namun setelah genomnya digandakan utuh:

Ajaibnya, proses meiosis kini mengenali bahwa tidak ada lagi kromosom yang jomblo! Mereka berpasangan dengan sesama kembarannya, meiosis berjalan mulus, dan bunga mawar hibrida itu kini resmi fertil. Hebatnya lagi, ia kini terisolasi secara reproduksi dan tidak bisa disilangkan kembali dengan dua tetua aslinya. Sebuah spesies baru lahir secara instan di hadapan kita!

Bagaimana mekanisme alopoliploidi dapat mengembalikan kesuburan (fertilitas) pada tumbuhan hibrida yang awalnya mandul?

  • A. Dengan membuang kromosom dari salah satu spesies induk agar genetikanya murni.
  • B. Dengan menggandakan set kromosom sehingga setiap kromosom memiliki pasangan homolog untuk melakukan meiosis.
  • C. Dengan menyatukan kromosom dari kedua induk menjadi satu kromosom raksasa.
  • D. Dengan melakukan reproduksi aseksual tanpa melibatkan pembelahan sel.

Jawaban: B. Dengan menggandakan set kromosom sehingga setiap kromosom memiliki pasangan homolog untuk melakukan meiosis.

Alopoliploidi menggandakan seluruh genom hibrida. Dengan begitu, tiap kromosom yang tadinya tidak homolog (tidak punya pasangan) kini memiliki 'kembaran' identik, sehingga proses meiosis bisa berjalan normal.

Alopoliploidi memulihkan fertilitas hibrida melalui penggandaan genom yang memberikan pasangan homolog bagi setiap kromosom.