Eutrofikasi: Efek Domino Kematian Danau
Tahap 1: Pesta Nutrisi di Permukaan
Limpasan pupuk memicu pertumbuhan alga secara masif di permukaan, tetapi tidak membuat ikan kelaparan karena perebutan nutrisi.

Pupuk kimia pertanian kaya akan unsur nitrogen dan fosfor. Di ekosistem perairan tawar seperti Danau Biru, kedua unsur ini merupakan pembatas utama pertumbuhan produsen primer. Saat air hujan menghanyutkan pupuk dari sawah ke danau, pasokan nutrisi yang melimpah ini memicu peristiwa eutrofikasi—yaitu pengayaan nutrisi perairan yang memicu ledakan populasi tumbuhan air dan fitoplankton secara kilat (algal bloom). Permukaan danau pun tertutup lapisan hijau pekat.
Lapisan hijau pekat di permukaan ini memicu miskonsepsi mengenai interaksi antarpenghuni danau:
Bantahan Opsi D: Ikan tidak memakan senyawa anorganik seperti fosfor dan nitrogen dari pupuk. Produsen (alga) memanfaatkan nutrisi terlarut tersebut untuk fotosintesis, sedangkan ikan memperoleh energi dengan memangsa zooplankton atau tumbuhan air. Oleh karena itu, ikan tidak bersaing dengan alga untuk memperebutkan nutrisi pupuk.
Bantahan Opsi E: Lapisan alga hijau di permukaan memantulkan dan menyerap cahaya matahari di lapisan teratas, namun lapisan ini tidak bertindak layaknya pemanas air yang merebus suhu danau secara drastis hingga membunuh ikan secara langsung.
Tahap 2: Kematian Massal Sang Alga
Alga yang menghalangi cahaya matahari akan mematikan tumbuhan di bawahnya, dan pada akhirnya seluruh populasi alga tersebut juga akan mati massal.

Ketika lapisan alga menutupi permukaan danau, sinar matahari tidak dapat menembus ke kolom air yang lebih dalam. Tumbuhan air dan ganggang yang hidup di dasar danau tidak dapat melangsungkan fotosintesis untuk memproduksi makanannya sendiri, sehingga mereka perlahan layu dan mati.
Tidak hanya tumbuhan dasar, alga permukaan memiliki siklus hidup yang sangat pendek (hanya beberapa hari hingga minggu). Setelah nutrien habis atau kepadatan mencapai batas maksimal, populasi alga yang meledak tersebut akan mengalami kematian massal. Akibatnya, seluruh alga dan tumbuhan yang mati tenggelam perlahan ke dasar danau. Tumpukan bangkai ini menjadi tumpukan biomassa mati atau timbunan sampah organik dalam jumlah raksasa.
Dalam sebuah kolam budidaya, pemilik memberi pakan secara berlebihan hingga sisa pakan menumpuk di dasar. Pada saat bersamaan, lapisan alga di permukaan kolam mengalami kematian massal dan tenggelam. Apa persamaan biologis utama antara tumpukan sisa pakan dan bangkai alga tersebut?
- Keduanya secara langsung mengeluarkan racun sianida ke dalam kolom air danau.
- Keduanya merupakan materi organik mati yang terkumpul di dasar air.
- Keduanya bersaing aktif dengan ikan untuk menyerap pupuk mineral di dasar kolam.
- Keduanya secara langsung menyerap sinar matahari dan memanaskan air kolam secara drastis.
Jawaban: Keduanya merupakan materi organik mati yang terkumpul di dasar air.
Sisa pakan ikan dan bangkai alga sama-sama berupa materi organik mati (biomassa) yang menumpuk di dasar air. Keduanya tidak aktif bersaing nutrisi, tidak merebus air, dan tidak mengeluarkan racun secara langsung. Penumpukan bahan organik inilah yang nantinya memicu pembusukan intensif.
Kematian alga massal menyediakan biomassa mati dalam jumlah besar di dasar air
Tahap 3: Datangnya Pekerja Penguras Udara
Bakteri dekomposer yang bertugas mengurai bangkai alga bernapas menggunakan Oksigen Terlarut (DO), dan populasi mereka meledak dalam jumlah masif.
Di sinilah kunci yang sering terlewatkan: tumpukan bangkai alga di dasar danau merupakan sumber makanan berlimpah bagi mikroorganisme pengurai, yaitu dekomposer (terutama bakteri aerob). Mengikuti ketersediaan substrat organik yang sangat melimpah, populasi bakteri pengurai berkembang biak secara eksponensial.
Untuk memecah senyawa organik kompleks menjadi mineral sederhana, bakteri aerob melakukan respirasi seluler yang membutuhkan oksigen. Mereka menghisap Oksigen Terlarut (DO) yang ada di dalam air.
Dalam analogi ruangan kita:
Tumpukan alga mati adalah gunungan sampah raksasa.
Bakteri dekomposer adalah tim petugas kebersihan.
Oksigen Terlarut (DO) adalah jatah udara di dalam ruangan.
Makin tinggi timbunan sampah alga, makin banyak petugas kebersihan yang dikerahkan. Seluruh petugas ini bernapas cepat dan terengah-engah menghabiskan cadangan udara di dalam ruangan hingga jatah oksigen perairan merosot mendekati nol.
Sebuah sungai yang awalnya jernih dan kaya oksigen menerima buangan limbah organik dari pemukiman warga. Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah terkait dampak biologis limbah tersebut terhadap mikroorganisme dan kualitas air sungai:
- Populasi bakteri pengurai di sungai tersebut akan menurun karena terganggu oleh timbunan limbah organik. — Salah
- Level oksigen terlarut (DO) di dalam air akan merosot tajam seiring meningkatnya aktivitas penguraian aerobik. — Benar
Limbah organik menyediakan sumber nutrisi melimpah bagi bakteri pengurai, sehingga populasi bakteri justru meningkat tajam (pernyataan 1 salah). Seiring dengan aktivitas dekomposisi aerobik tersebut, bakteri mengonsumsi oksigen terlarut dalam jumlah besar sehingga level DO di sungai menurun drastis (pernyataan 2 benar).
Bakteri pengurai mengonsumsi oksigen terlarut saat menguraikan bahan organik mati