Fakta dan Opini di Teks Jurnalistik

Fakta Pelaporan vs Klaim Opini

Peristiwa seseorang memberikan pernyataan adalah sebuah fakta, meskipun isi pernyataan yang disampaikannya berupa opini.

Ilustrasi jurnalis mencatat tindakan nyata tim penyelamat di lapangan berdampingan dengan ilustrasi simbol evaluasi abstrak.

Dalam kacamata jurnalistik, cara kerja teks berita mirip dengan rekaman kamera cctv. Kamera cctv hanya merekam kejadian fisik yang tampak jelas di lensa: orang yang berjalan, kendaraan yang lewat, atau narasumber yang sedang berbicara di depan mikrofon. Semua peristiwa fisik yang terdokumentasi dan dapat melalui proses verifikasi ini tergolong ke dalam fakta pelaporan.

Prinsip inilah yang mendasari mengapa Opsi A ('Tim penyelamat bekerja siang dan malam') merupakan sebuah fakta. Sekalipun kalimat ini disampaikan melalui atribusi oleh Katri Krisnati (VP Corporate Communication), aktivitas tim SAR yang benar-benar bekerja siang malam di lokasi tambang adalah tindakan fisik nyata di lapangan yang dapat dibuktikan kebenarannya.

Dalam sebuah konferensi pers, pelatih tim nasional, Budi, mengatakan bahwa formasi baru timnya bermain dengan sangat indah dan elegan di pertandingan tadi malam. Manakah pernyataan di bawah ini yang sepenuhnya merupakan fakta dari peristiwa tersebut?

  • Formasi baru tim nasional bermain dengan sangat indah sepanjang babak kedua.
  • Pelatih tim nasional, Budi, berbicara menyampaikan pernyataan di konferensi pers.
  • Permainan tim nasional di lapangan tadi malam berlangsung sangat memukau dan elegan.
  • Budi menjelaskan bahwa seluruh pemain di lapangan sudah berjuang secara maksimal.

Jawaban: Pelatih tim nasional, Budi, berbicara menyampaikan pernyataan di konferensi pers.

Kejadian pelatih Budi berbicara dan mengadakan konferensi pers adalah peristiwa fisik nyata yang dapat diverifikasi kebenarannya (fakta pelaporan). Sebaliknya, ungkapan 'sangat indah' dan 'elegan' merupakan penilaian subjektif (opini), sedangkan pernyataan mengenai pemain 'sudah berjuang secara maksimal' tidak terdapat dalam laporan peristiwa.

Membedakan fakta pelaporan berupa kejadian fisik dari opini narasumber dalam kutipan berita

Membelah Klausa Majemuk

Dalam satu kalimat majemuk, fakta dan opini seringkali digabungkan pada klausa yang berbeda.

Diagram kalimat majemuk yang dibelah menjadi dua klausa: klausa kiri adalah fakta terukur suhu 90 derajat Celsius dengan ikon termometer, dan klausa kanan adalah opini penilaian rasa terlalu pahit dengan ikon ekspresi rasa.

Ketika menulis artikel, jurnalis kerap menyandingkan data lapangan dengan reaksi atau kesan seseorang dalam satu kalimat panjang. Akibatnya, status fakta atau opini tidak selalu berlaku seragam untuk satu kalimat penuh. Kita perlu membedahnya per klausa, yaitu bagian kalimat yang memiliki subjek dan predikatnya sendiri.

Perhatikan contoh segelas kopi:

Perhatikan kalimat berikut: 'Harga tiket pesawat melonjak hingga Rp2.500.000 menjelang libur panjang, yang membuat rencana liburan menjadi sangat menjengkelkan.' Tentukan kebenaran analisis klausa berikut!

  • Bagian 'Harga tiket pesawat melonjak hingga Rp2.500.000' adalah fakta. — Benar
  • Bagian 'membuat rencana liburan menjadi sangat menjengkelkan' adalah fakta. — Salah
  • Kalimat tersebut secara keseluruhan adalah opini karena diakhiri dengan keluhan. — Salah

Pernyataan 1 Benar karena memuat data kuantitatif nominal harga tiket (Rp2.500.000) yang terukur dan dapat diverifikasi. Pernyataan 2 Salah karena frasa 'sangat menjengkelkan' memuat kata sifat penilaian subjektif (opini). Pernyataan 3 Salah karena kalimat tersebut terdiri dari dua klausa yang berbeda sifatnya; kita tidak bisa melabeli seluruh kalimat majemuk sebagai opini murni jika separuhnya merupakan data fakta nyata.

Memisahkan klausa fakta dan opini dalam satu kalimat majemuk

Data Terukur vs Kata Sifat

Fakta didasarkan pada data terukur dan identitas spesifik yang bisa diverifikasi, sedangkan opini mengandalkan kata sifat penilaian.

Sebuah pernyataan memiliki dasar fakta yang kuat apabila memuat angka, persentase, tanggal, atau identitas geografis konkret yang dapat dicek silang:

Sebaliknya, Opsi C ('Pekerjaan menjadi rumit dan berbahaya') tergolong ke dalam opini. Meskipun medan tambang yang tertimbun longsoran lumpur memang berisiko tinggi, kata "rumit" dan "berbahaya" adalah kata sifat evaluatif. Suatu pekerjaan yang terasa amat rumit bagi orang awam bisa jadi merupakan prosedur standar mitigasi yang terukur bagi tim penyelamat profesional. Tingkat kerumitan selalu bergantung pada sudut pandang penilainya.

Bacalah kutipan berita ekonomi berikut: (1) Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah sebesar 50 poin pada penutupan bursa hari Jumat. (2) Kondisi pelemahan ini sangat mengkhawatirkan bagi para importir bahan baku. (3) Bank Sentral telah menyuntikkan dana sebesar 5 triliun rupiah untuk menjaga stabilitas. (4) Keputusan intervensi tersebut dianggap terlalu lambat oleh sejumlah pengamat pasar. Pilihlah kalimat-kalimat yang tergolong ke dalam fakta!

  • Kalimat (1)
  • Kalimat (2)
  • Kalimat (3)
  • Kalimat (4)

Jawaban: Kalimat (1); Kalimat (3)

Kalimat (1) tergolong fakta karena menyajikan data kuantitatif yang terukur secara objektif (50 poin, penutupan hari Jumat). Kalimat (3) juga tergolong fakta karena melaporkan tindakan otoritas dan data nominal terukur (5 triliun rupiah). Sebaliknya, kalimat (2) ('sangat mengkhawatirkan') dan kalimat (4) ('terlalu lambat') memuat kata sifat penilaian subjektif sehingga keduanya merupakan opini.

Mengidentifikasi kalimat yang memuat data terukur sebagai fakta dibandingkan dengan kata sifat penilaian