Menelusuri Silsilah Spermatogenesis
Pabrik Sperma & Sel Penyokong
Spermatogenesis terjadi di sepanjang dinding tubulus seminiferus, dijaga oleh sel Sertoli yang bertugas menyuplai nutrisi bagi sel-sel calon sperma.
Gambar: Daniel Wells, CC BY-SA 4.0 — Wikimedia Commons
Jika kita mengamati irisan melintang testis di bawah mikroskop, tampak saluran-saluran berkelok yang disebut tubulus seminiferus. Dinding saluran ini tersusun atas lapisan sel bertingkat yang membentuk semacam pabrik berjalan untuk garis keturunan atau pohon silsilah sel kelamin pria.
Di sela-sela sel pembentuk sperma, berdiri kokoh sel-sel berukuran besar yang dinamakan sel Sertoli. Sel ini berperan sebagai staf pengasuh: merawat, melindungi, dan mendistribusikan nutrisi penting bagi sel germinal mulai dari tahap paling awal (sel dengan 46 kromosom) hingga siap dilepaskan menuju rongga saluran (lumen).
Silsilah Awal: Tumbuh Bersiap
Sebelum melakukan pembelahan reduksi kromosom, sel induk yang disebut spermatogonium tumbuh menjadi spermatosit primer, sehingga keduanya masih bersifat diploid (46 kromosom).

Pada puncak pohon silsilah sel, terdapat sel induk pembentuk sperma yang dinamakan spermatogonium. Sel induk ini secara teratur membelah melalui mitosis biasa. Pembelahan mitosis bertujuan memperbanyak cadangan bibit sel kelamin tanpa mengubah komposisi materi genetik di dalamnya.
Setelah membelah, sebagian sel anakan akan bersiap melangkah ke babak pembelahan berikutnya. Sel tersebut mengalami fase pertumbuhan dengan menimbun sitoplasma dan menduplikasi materi genetiknya hingga membesar menjadi spermatosit primer.
Karena proses pertumbuhan awal ini belum memisahkan pasangan kromosom homolog ke sel yang berbeda, spermatosit primer masih mempertahankan set lengkap kromosom tubuh manusia aslinya, yaitu 46 kromosom atau berstatus diploid ($2n$).
Pembelahan Reduksi Berlapis
Satu spermatosit primer wajib melewati dua gelombang pembelahan (Meiosis I dan II) berturut-turut untuk menghasilkan empat cabang spermatid yang haploid.
Begitu spermatosit primer memulai perjalanan pematangannya, pohon silsilah sel mulai bercabang secara berjenjang lewat pembelahan meiosis:
Meiosis I (Pembelahan Reduksi):Satu spermatosit primer yang bersifat diploid (46 kromosom) memisahkan pasangan kromosom homolognya. Hasilnya adalah dua sel anakan generasi kedua yang disebut spermatosit sekunder. Karena pasangan homolognya sudah berpisah, masing-masing spermatosit sekunder kini berstatus haploid ($n$) dengan 23 kromosom.
Meiosis II (Pembelahan Ekuasional):Kedua spermatosit sekunder tersebut langsung membelah kembali untuk memisahkan kromatid saudara tanpa mereduksi jumlah kromosomnya. Dari dua sel sekunder ini, terbentuklah total empat sel spermatid, yang masing-masing tetap membawa 23 kromosom.