Mengenal 3 Wajah Pengangguran
Friksional: Jeda Pencarian Kerja
Pengangguran friksional terjadi karena adanya jeda waktu alami dalam proses pencarian atau pencocokan pekerjaan. Kondisi ini bersifat sementara dan wajar dalam perekonomian karena mempertemukan pencari kerja dengan lowongan yang tepat membutuhkan waktu dan informasi.
Kondisi transisi sukarela ini terlihat pada beberapa individu:
Miranda (lulusan baru): Baru saja menyelesaikan kuliah dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan pertamanya. Masa tunggu dari wisuda hingga diterima kerja adalah jeda friksional yang lumrah.
Budi (memilih pekerjaan yang pas): Menolak tawaran pekerjaan staf keuangan karena upah yang ditawarkan belum sesuai harapannya. Budi secara sukarela memperpanjang pencarian kerja demi mencocokkan ekspektasi gajinya.
Putri (berpindah domisili): Mengundurkan diri dari pekerjaannya karena harus pindah kota mengikuti keluarga. Masa jeda sebelum ia melamar pekerjaan baru di kota tujuan juga tergolong pengangguran friksional.
Karena Miranda dan Budi sama-sama berada dalam masa transisi pencarian kerja yang wajar, pernyataan pada Opsi B yang mengelompokkan keduanya sebagai pengangguran friksional adalah tepat. Sementara itu, menganggap Putri sebagai pengangguran struktural pada Opsi C tidak tepat, karena ia berhenti kerja semata-mata karena perpindahan lokasi, bukan karena keterampilannya usang.
Struktural: Masalah Ketidakcocokan
Pengangguran struktural muncul ketika keterampilan pekerja tidak lagi sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Setelah melihat jeda waktu pada pengangguran friksional, masalah di pasar tenaga kerja bisa berakar dari hal lain: lowongan pekerjaan sebenarnya tersedia, tetapi keahlian pencari kerja tidak cocok dengan kebutuhan pemberi kerja.
Ketidakcocokan ini umumnya dipicu oleh perubahan struktur ekonomi, pergeseran industri, atau adopsi teknologi baru. Pekerja yang mengalami pengangguran struktural biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk bekerja kembali karena mereka harus melatih ulang keterampilannya (reskilling) atau meningkatkan kualifikasi pendidikannya.
Oleh sebab itu, pernyataan pada Opsi A yang menyebut Yanuar (bersama Miranda) sebagai pengangguran siklis adalah salah. Kegagalan Yanuar menembus panggilan kerja berakar dari masalah ketidakcocokan kualifikasi, bukan karena kelesuan ekonomi makro.
Siklis: Akibat Ekonomi Lesu
Pengangguran siklis disebabkan oleh kelesuan ekonomi makro yang menurunkan permintaan barang secara keseluruhan. Jika friksional adalah masalah waktu dan struktural adalah masalah kecocokan keahlian, pengangguran siklis terjadi ketika pasar memang sedang sepi dari pembeli.
Ketika perekonomian memasuki fase resesi atau penurunan siklus bisnis, daya beli masyarakat merosot. Konsumen mengurangi belanja, sehingga barang produksi menumpuk di gudang. Akibatnya, perusahaan terpaksa memangkas kapasitas produksi dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerjanya demi mengurangi kerugian operasional.
Pernyataan pada Opsi C yang mengelompokkan Anton sebagai pengangguran struktural keliru. Anton kehilangan pekerjaan bukan karena keahliannya tidak relevan lagi, melainkan karena kelesuan permintaan pasar terhadap produk perusahaannya.
Perhatikan kondisi tiga pekerja berikut: 1) Rina mengundurkan diri untuk mencari posisi manajer di perusahaan lain. 2) Pabrik sepatu merumahkan buruhnya karena daya beli masyarakat sedang anjlok akibat krisis nasional. 3) Petugas tol kehilangan pekerjaan karena gerbang tol diotomatisasi menggunakan kartu elektronik. Tentukan apakah setiap klasifikasi jenis pengangguran berikut Benar atau Salah!
- Rina mengalami pengangguran friksional. — Benar
- Buruh pabrik sepatu mengalami pengangguran struktural. — Salah
- Petugas tol mengalami pengangguran struktural. — Benar
Pernyataan 1 Benar karena Rina mengundurkan diri secara sukarela untuk mencari posisi yang lebih baik, mencerminkan jeda pencarian kerja (friksional). Pernyataan 2 Salah karena buruh dirumahkan akibat anjloknya daya beli saat krisis ekonomi makro, yang merupakan pengangguran siklis, bukan struktural. Pernyataan 3 Benar karena pekerjaan petugas tol tergantikan oleh otomatisasi mesin, yang merupakan disrupsi teknologi pengubah struktur pekerjaan (struktural).
Mengidentifikasi jenis pengangguran (friksional, struktural, dan siklis) berdasarkan penyebab yang melatarbelakanginya.