Kiasan vs Perumpamaan: Jangan Terkecoh!
Sama-sama Kiasan, Tapi Beda!

Wajar banget kalau kamu sempat berpikir frasa 'ambil bagian' di kalimat 4 itu adalah sebuah perumpamaan. Maknanya memang kiasan, kan? Tidak ada kue atau benda fisik yang benar-benar "diambil bagiannya" di kalimat itu.
Namun, di dalam tata Bahasa Indonesia, ada perbedaan besar antara Ungkapan (Idiom) dan Perumpamaan (Majas Perbandingan).
Keduanya memang bersaudara karena sama-sama punya "makna yang bukan sebenarnya". Tapi, cara kerja mereka di dalam sebuah kalimat sangatlah berbeda. Mari kita bongkar apa syarat wajib agar sebuah kata kiasan bisa resmi disebut sebagai perumpamaan!
Syarat Wajib Perumpamaan
Sesuai dengan namanya, perumpamaan itu tugasnya mengumpamakan atau membandingkan sesuatu dengan benda lain.
Rumus sederhananya tidak boleh dilanggar: harus ada Objek A yang disamakan/diibaratkan dengan Objek B.
Ingat tebakanmu yang sudah tepat di pilihan soal tadi? "Generasi muda sebagai motor perubahan". Di sini, 'generasi muda' (Objek A) diumpamakan punya sifat yang sama seperti 'motor' (Objek B), yaitu sama-sama berfungsi sebagai mesin penggerak. Kalau di dalam kalimat tidak ada A yang disamakan dengan B, berarti ia BUKAN perumpamaan.
Manakah dari kalimat berikut yang memiliki struktur 'A disamakan dengan B' (Perumpamaan)?
- A. Dia membanting tulang setiap hari demi keluarganya.
- B. Wajahnya tampak bersinar bagaikan rembulan.
- C. Anak itu selalu dijadikan kambing hitam.
Jawaban: B. Wajahnya tampak bersinar bagaikan rembulan.
Pada opsi B, 'Wajahnya' (A) disamakan dengan 'rembulan' (B). Sedangkan 'membanting tulang' dan 'kambing hitam' adalah idiom (ungkapan), bukan perbandingan dua hal.
Perumpamaan harus memiliki dua objek yang dibandingkan (A dan B).
Membongkar Frasa 'Ambil Bagian'

Sekarang mari kita bedah frasa pilihanmu di kalimat 4: "belum siap untuk ambil bagian".
Coba kamu telusuri, apakah ada Benda A yang disamakan dengan Benda B di dalam frasa tersebut? Jawabannya: Tidak ada.
Frasa 'ambil bagian' murni merupakan sebuah idiom (ungkapan kiasan). Idiom adalah gabungan dua kata atau lebih yang sudah menyatu rapat dan membentuk satu arti baru.
Arti baru dari 'ambil bagian' adalah 'berpartisipasi' atau 'ikut serta'. Karena di sini tidak terjadi proses perbandingan antara dua benda (A = B), maka frasa ini BUKAN perumpamaan. Ia hanyalah sebuah ungkapan yang punya makna baru.
Frasa 'meja hijau' dalam kalimat 'Kasus itu akhirnya diselesaikan di meja hijau' merupakan...
- A. Perumpamaan, karena menyamakan kasus dengan meja.
- B. Idiom, karena membentuk arti baru yaitu 'pengadilan'.
- C. Perumpamaan, karena mejanya benar-benar hijau.
Jawaban: B. Idiom, karena membentuk arti baru yaitu 'pengadilan'.
'Meja hijau' tidak membandingkan meja dengan objek lain, melainkan sebuah ungkapan yang artinya 'pengadilan'.
Idiom adalah gabungan kata yang membentuk arti baru tanpa membandingkan dua benda.