Bebas Jebakan Bahasa Formal: Aktifkan Kalimatmu
Ilusi Bahasa "Formal"
Kamu pernah gak sih baca berita atau jurnal yang kalimatnya panjang, muter-muter, dan pakai kata-kata rumit, terus mikir, "Wah, bahasanya formal dan ilmiah banget!"?
Banyak dari kita (mungkin termasuk kamu waktu milih opsi D) yang kejebak sama ilusi bahasa formal. Kita sering mengira kalau kata dibikin pasif, dikasih imbuhan panjang-panjang, atau dibikin kaku bagai robot, itu tandanya makin bener. Padahal, menurut tata bahasa baku, syarat utama kalimat yang baik dan formal justru kelugasan dan keefektifan.
Kalau sebuah ide bisa disampaikan dengan ringkas, kenapa harus dibikin berbelit-belit?
Coba bandingkan dua kalimat ini:
"Dipersulitnya urusan administrasi oleh mereka membuat warga mengeluh." (Kaku, muter-muter)
"Mereka mempersulit urusan administrasi sehingga warga mengeluh." (Lugas, jelas siapa melakukan apa)
Bahasa formal yang sejati itu elegan karena ia jelas, bukan karena ia susah dimengerti. Di halaman-halaman berikutnya, kita bakal bedah kenapa memaksakan kata yang terdengar "rumit" justru bisa bikin kalimatmu error secara struktur!

Berdasarkan prinsip kelugasan bahasa formal, manakah kalimat di bawah ini yang paling efektif?
- Dilakukannya penundaan rapat oleh panitia dikarenakan cuaca buruk.
- Panitia menunda rapat karena cuaca buruk.
- Tertundanya rapat tersebut adalah merupakan akibat dari cuaca buruk.
- Penundaan dari pada rapat itu dilakukan panitia karena cuaca buruk.
Jawaban: Panitia menunda rapat karena cuaca buruk.
Opsi B paling lugas, menggunakan kata kerja aktif yang jelas subjeknya. Opsi lain terjebak ilusi formalitas dengan kata yang berbelit-belit atau pemborosan (pleonasme).
Bahasa formal yang baik mengutamakan kelugasan dan keefektifan, bukan kerumitan struktur kata.
Penyakit 'Nominalisasi'
Nah, sekarang kita balik ke soal. Masalah utama dari kalimat (10) di teks asli ada pada frasa: "perdebatan mengenai".
Kenapa frasa ini bermasalah? Karena teksnya sedang membahas sesuatu yang terus berjalan, yaitu diskursus budaya populer. Artinya, ada sebuah aktivitas yang sedang berlangsung. Tapi, penulis teks asli menggunakan kata "perdebatan".
Mari kita bedah jenis katanya:
Perdebatan: Kata benda (Nomina). Ini adalah hasil dari berdebat.
Mengenai: Kata depan (Preposisi).
Nominalisasi sering dipakai di teks birokrasi atau akademik. Tapi, ada efek sampingnya: kalimat jadi berat dan statis. Menamai aksi dengan kata benda itu ibarat membekukan sebuah gerakan. Ketika kamu mau menceritakan fenomena masyarakat yang sedang heboh ngomongin warna cat, pakai kata benda malah bikin kalimatnya kehilangan "nyawa".
Di antara kalimat berikut, manakah yang paling menderita 'penyakit nominalisasi' (terlalu banyak memakai kata benda untuk sebuah aksi)?
- Mereka sedang mendiskusikan masalah itu.
- Diskusi masalah itu sudah selesai.
- Pelaksanaan pendiskusian masalah tersebut sedang berjalan.
- Kami akan berdiskusi tentang masalah itu.
Jawaban: Pelaksanaan pendiskusian masalah tersebut sedang berjalan.
Opsi C mengubah aktivitas 'berdiskusi' menjadi rentetan kata benda (pelaksanaan, pendiskusian) yang membuat kalimat sangat kaku dan berlebihan (nominalisasi yang berlebihan).
Nominalisasi (mengubah kata kerja jadi kata benda) sering membuat kalimat statis, padahal konteksnya membutuhkan aktivitas.
Verbalisasi: Menghidupkan Kalimat
Kalau nominalisasi bikin kalimat jadi statis bagai patung es, gimana cara mencairkannya? Jawabannya adalah Verbalisasi.
Verbalisasi berarti mengembalikan fungsi kata benda tersebut kembali menjadi kata kerja (verba). Ini adalah kunci utama buat menyunting kalimat yang kerasa kaku dan berat.
Di soal tadi, kita ubah "Perdebatan mengenai..." menjadi "Berdebat mengenai..." (Opsi B).
Kata "berdebat" secara langsung menunjukkan aksi. Karena subjeknya adalah fenomena yang sedang terjadi (netizen yang lagi heboh ngomongin), pakai kata kerja bikin kalimat jauh lebih ringkas, dinamis, dan to the point. Kalimatnya jadi "hidup" lagi! Inilah alasan kenapa opsi B adalah jawaban yang paling tepat.
Manakah kalimat di bawah ini yang merupakan contoh kalimat yang sudah 'diverbalisasi' sehingga terasa hidup dan dinamis?
- Pembangunan jembatan itu memakan waktu lama.
- Pemerintah membangun jembatan itu dengan cepat.
- Pembuatan jembatan itu dilakukan oleh pemerintah.
- Proses pembangunan jembatan itu berjalan lancar.
Jawaban: Pemerintah membangun jembatan itu dengan cepat.
Kalimat 'Pemerintah membangun jembatan...' langsung menggunakan kata kerja aktif (membangun), sehingga langsung pada inti aksi dibandingkan menggunakan kata benda seperti 'pembangunan' atau 'pembuatan'.
Verbalisasi adalah proses mengubah kata benda yang statis kembali menjadi kata kerja agar kalimat lebih dinamis dan langsung.