Bongkar Pasang Anatomi Bakteri
Nostoc: Bakteri yang Menyamar
Nostoc adalah kelompok Cyanobacteria yang merupakan organisme prokariot, sehingga memiliki dinding sel berbahan peptidoglikan layaknya bakteri lain.
Sering kali timbul kebingungan karena nama lama Nostoc dan kerabatnya adalah "alga hijau-biru". Kata "alga" biasanya merujuk pada protista mirip tumbuhan yang bersifat eukariotik. Namun, pengamatan mikroskop elektron dan kajian filogenetik modern memastikan bahwa sel Nostoc tidak memiliki membran inti sel maupun organel bermembran. Artinya, Nostoc adalah bakteri sejati yang memiliki kemampuan fotosintesis oksigenik.
Karena Nostoc tergolong ke dalam domain bakteri, penyusun integritas struktural pembungkus selnya bukanlah selulosa seperti pada tumbuhan, melainkan polimer kompleks peptidoglikan. Jika dianalogikan dengan kendaraan, seluruh bakteri menggunakan bahan "pelat baja" yang serupa untuk rangkanya, yaitu peptidoglikan. Koloni Nostoc tampak di bawah mikroskop sebagai untaian sel membulat yang tersusun berderet membentuk benang atau filamen, sering kali dilengkapi sel khusus berukuran lebih besar yang disebut heterokista untuk mengikat nitrogen.
Ditemukan mikroorganisme fotosintetik tanpa membran inti di sebuah danau. Tentukan kebenaran dari masing-masing pernyataan berikut mengenai struktur dinding selnya!
- Dinding selnya terbuat dari selulosa murni karena ia berfotosintesis. — Salah
- Dinding selnya mengandung peptidoglikan karena ia termasuk prokariot. — Benar
Mikroorganisme fotosintetik tanpa membran inti adalah prokariot (Cyanobacteria/bakteri). Sebagai prokariot, dinding selnya tersusun atas peptidoglikan, bukan selulosa murni seperti pada tumbuhan eukariotik.
Dinding sel Cyanobacteria memiliki peptidoglikan
Bentuk Dasar Bakteri
Bakteri diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk dasar utama: kokus, basil, dan spiral.

Morfologi sel bakteri ibarat variasi desain karoseri bodi kendaraan:
Kokus: Berbentuk bulat seperti bola (misalnya Staphylococcus atau Streptococcus).
Basil: Berbentuk silinder atau batang lurus (seperti Escherichia coli dan Bacillus anthracis).
Spiral: Sel bergelombang atau melengkung. Bentuk spiral memiliki variasi, di antaranya Vibrio yang melengkung pendek menyerupai tanda koma, serta Spirochete yang berulir lentur memanjang.
Selain sel tunggal, beberapa bakteri membentuk deretan sel panjang seperti rantai gerbong kereta yang disebut filamen, seperti yang dijumpai pada Nostoc sp.
Untuk membedakan dua spesies patogen yang sering muncul pada evaluasi biologi:
Escherichia coli berbentuk seperti kolom vertikal silinder, yaitu basil (batang).
Treponema pallidum (bakteri penyebab sifilis) memiliki awalan huruf T yang berputar meliuk menembus jaringan inang seperti mata bor ulir, yaitu golongan spiral/spirochete.
Seorang analis laboratorium mengamati sampel bakteri penyebab kolera di bawah mikroskop dan menemukan sel-sel yang melengkung menyerupai tanda koma. Berdasarkan morfologinya, bakteri tersebut dikelompokkan ke dalam bentuk...
- Kokus
- Basil
- Vibrio
- Spirochete
Jawaban: Vibrio
Bakteri yang melengkung menyerupai tanda koma diklasifikasikan sebagai Vibrio. Kokus berbentuk bulat, basil berbentuk batang lurus, sedangkan spirochete berbentuk spiral berulir panjang.
Bentuk sel diidentifikasi berdasarkan istilah morfologinya
Kenapa Harus Peptidoglikan?
Peptidoglikan berfungsi sebagai pelindung struktural yang menahan tekanan cairan dari dalam sel prokariotik.

Sitoplasma bakteri memiliki konsentrasi zat terlarut yang jauh lebih pekat dibandingkan lingkungan perairan sekitarnya. Akibat perbedaan potensial air ini, molekul air terus-menerus berdifusi masuk ke dalam sitoplasma melalui osmosis. Kondisi ini menciptakan tekanan turgor osmotik internal yang sangat kuat, mirip dengan balon karet yang terus dipompa cairan dari dalam.
Tanpa adanya dinding penahan mekanis, membran sel bakteri akan menggelembung dan mengalami lisis (pecah). Di sinilah peran krusial peptidoglikan: polimer ini membentuk jala pelindung berkekuatan tarik tinggi di sekeliling membran plasma. Baik bakteri batang (E. coli), spiral (T. pallidum), maupun filamen fotosintetik (Nostoc sp.), semuanya mutlak membutuhkan rangka peptidoglikan ini agar sel tidak pecah akibat tekanan internal.