Jebakan Serapan: Familiar vs Baku

Familiar Belum Tentu Baku

Saat melihat soal tadi, mungkin kamu merasa kata seperti trend itu sudah pasti baku. Kok bisa? Karena kata tersebut sangat familiar! Kita sering banget ngelihat kata ini bertebaran di media sosial, YouTube, sampai judul artikel berita (termasuk teks tempat soal tadi dikutip).

Tapi hati-hati, familiar belum tentu baku.

ilustrasi

Seringkali, ejaan asli dari bahasa asing jauh lebih populer daripada ejaan adaptasinya di bahasa Indonesia. Hal ini menciptakan semacam "ilusi" bahwa kata asing tersebut terasa benar.

Dalam bahasa Indonesia, kita memiliki aturan terkait penyederhanaan kluster konsonan di akhir kata serapan. Bahasa kita cenderung "menolak" dua konsonan mati yang bersebelahan di akhir kata karena tidak sesuai dengan kelaziman pelafalan lokal.

Karena itulah, kata trend dari bahasa Inggris diserap dengan membuang huruf 'd' di akhirnya, sehingga bentuk bakunya menjadi tren.

Dari kasus kata 'trend' dan 'tren', kesimpulan terpenting apa yang bisa kita ambil saat mengidentifikasi kata baku?

  • A. Ejaan bahasa Inggris lebih bagus dibanding bahasa Indonesia.
  • B. Kata yang sering kita temui sehari-hari belum tentu sesuai dengan kaidah ejaan resmi (baku).
  • C. Semua kata yang diakhiri dua konsonan harus dibuang salah satu konsonannya tanpa kecuali.
  • D. Penulis berita tidak pernah salah dalam menggunakan ejaan bahasa Indonesia.

Jawaban: B. Kata yang sering kita temui sehari-hari belum tentu sesuai dengan kaidah ejaan resmi (baku).

Kepopuleran sebuah kata tidak menjamin bahwa ejaannya sudah baku. Dalam penyerapan bahasa asing, sering terjadi penyesuaian ejaan seperti penyederhanaan huruf konsonan di akhir kata (misal: trend -> tren).

Banyak kata asing yang populer digunakan dengan ejaan aslinya, padahal kaidah bahasa Indonesia sering kali menyederhanakan kluster konsonan di akhir kata tersebut.

Mengeksekusi Pola yang Kamu Tahu

Kamu mungkin sudah sempat menebak bahwa loyalitas itu baku karena asalnya dari kata bahasa Inggris loyalty. Yup, instingmu sudah benar!

Kata serapan umumnya mengikuti pola perubahan akhiran (sufiks) atau huruf tertentu secara konsisten. Jadi, kita nggak perlu selalu menebak ejaan secara acak. Kita bisa memakai pola-pola ini untuk memverifikasi dan mengeliminasi pilihan ganda di soal.

ilustrasi

Berikut adalah beberapa "rumus" penyerapan akhiran bahasa Inggris yang umum dan konsisten:

Berdasarkan pola perubahan akhiran (sufiks) serapan, manakah pernyataan di bawah ini yang TEPAT? (Pilih semua yang benar)

  • Kata 'activity' akan diserap menjadi 'aktivitas' dengan ejaan yang baku.
  • Kata 'information' akan diserap secara utuh menjadi 'informasion'.
  • Kata sifat 'creative' dari bahasa Inggris akan diserap menjadi 'kreatif'.

Jawaban: Kata 'activity' akan diserap menjadi 'aktivitas' dengan ejaan yang baku.; Kata sifat 'creative' dari bahasa Inggris akan diserap menjadi 'kreatif'.

Pernyataan 1 benar (activity -> aktivitas), pernyataan 2 salah karena harusnya 'informasi' bukan 'informasion', pernyataan 3 benar (creative -> kreatif).

Pola perubahan akhiran kata serapan asing bersifat konsisten (seperti -ty menjadi -tas, dan -tion menjadi -si).

Kasus Khusus: Diserap Utuh

Di soal yang sama, ada opsi platform (Opsi C). Kamu mungkin bingung, "Loh, platform kan ejaannya Inggris banget? Kenapa nggak disalahkan di soal?"

Itu karena tidak semua kata asing diubah ejaannya saat diserap ke bahasa Indonesia. Beberapa kata diserap secara utuh (adopsi) persis seperti aslinya.

Alasannya bisa bermacam-macam:

KBBI mencatat bahwa kata platform adalah kata baku. Meskipun asal usulnya murni dari bahasa Inggris, ejaannya sengaja dipertahankan persis seperti aslinya.

Dalam tipe soal SNBT mencari kata tidak baku, fokus utamamu adalah mencari kata yang ejaan Indonesianya salah (seperti trend yang masih kecolongan pakai huruf 'd' padahal seharusnya tren). Jangan asal menganggap suatu kata itu salah murni hanya karena bentuknya masih kelihatan sangat Inggris, apalagi kalau kata tersebut tidak menggunakan cetak miring di dalam teks soal!