Menghitung Harga dari Kuantitas
Satu Geser, Satu Bertahan
Pergeseran kurva permintaan hanya memindahkan titik keseimbangan di sepanjang fungsi penawaran yang tetap.
Bayangkan flash sale di e-commerce: saat ada momen viral atau kampanye kesehatan, peminat suatu produk mendadak meledak. Di grafik pasar, peristiwa ini ditandai dengan kurva permintaan yang bergeser ke kanan.
Namun, di sisi toko atau penjual, sistem logistik dan rumus produksi mereka tidak berubah—artinya fungsi penawaran tetap konstan. Ketika pembeli berebut barang yang sama, toko menaikkan harga agar pasokan tambahan bisa dikeluarkan. Titik potong baru tidak membentuk kurva penawaran baru, melainkan bergerak memanjat di sepanjang kurva penawaran yang sudah ada.
Karena titik temu yang baru tetap berada di garis penawaran yang sama, kuantitas pasar yang baru ($30\text{ unit}$) pasti memenuhi persamaan penawaran yang lama. Kita tidak perlu mencari bentuk kurva permintaan yang baru jika tujuannya hanya mencari harga keseimbangan.
Fungsi permintaan sebuah masker tetap, tetapi fungsi penawarannya bergeser akibat subsidi pabrik sehingga terbentuk titik keseimbangan baru. Fungsi mana yang bisa kamu pakai untuk mencari nilai harga dari kuantitas keseimbangan yang baru?
- Fungsi penawaran, karena sudah bergeser dengan keseimbangan baru.
- Fungsi permintaan, karena fungsi tersebut tidak berubah.
- Fungsi gabungan dari fungsi awal dikurangi nilai selisih keseimbangan.
- Tidak ada yang bisa dipakai sebelum fungsi penawaran yang baru ditemukan.
Jawaban: Fungsi permintaan, karena fungsi tersebut tidak berubah.
Ketika kurva penawaran bergeser tetapi fungsi permintaan konstan, titik keseimbangan baru tetap berada di sepanjang kurva permintaan. Oleh karena itu, kita memasukkan nilai kuantitas baru langsung ke fungsi permintaan yang statis. Opsi A keliru karena fungsi penawarannya yang berubah, sedangkan Opsi C dan D membuat asumsi aljabar yang tidak berdasar.
Fungsi kurva yang tidak bergeser (statis) dapat langsung disubstitusikan dengan titik keseimbangan baru.
Mencari Harga dari Kuantitas
Harga pada titik keseimbangan awal dan baru dapat dicari dengan mensubstitusi jumlah kuantitas ke fungsi penawaran.
Mari kita hubungkan kembali dengan sistem flash sale e-commerce toko kita. Toko memiliki aturan penawaran pasar yang dinyatakan oleh fungsi linear $Q_s = -20 + 2P$. Dalam aturan ini, $Q_s$ mewakili kuantitas barang yang siap dilepas ke pasar dan $P$ adalah tingkat harga barang tersebut.
Untuk mengetahui harga mula-mula sebelum kampanye kesehatan, kita masukkan kuantitas keseimbangan awal yaitu $Q_{e1} = 20\text{ unit}$:
Saat antusiasme membludak sehingga kuantitas keseimbangan naik menjadi $Q_{e2} = 30\text{ unit}$, kita cukup memasukkan angka $30$ ke dalam fungsi penawaran yang sama:
Sebuah toko memiliki fungsi penawaran barang Q = -10 + 3P. Jika jumlah barang yang terjual pada keseimbangan baru naik menjadi 20 unit, berapakah harga keseimbangan yang terbentuk sekarang?
- 20
- 30
- 10
- 3
Jawaban: 10
Substitusikan nilai kuantitas Q = 20 ke fungsi Q = -10 + 3P, sehingga 20 = -10 + 3P -> 30 = 3P -> P = 10. Opsi A keliru karena menyamakan harga dengan kuantitas, Opsi B lupa membagi dengan koefisien P (3), dan Opsi D keliru dalam pemindahan ruas aljabar.
Mensubstitusi nilai kuantitas pada fungsi penawaran linear untuk mencari harga keseimbangan.
Bukan Sekadar Selisih
Persentase kenaikan dihitung dengan membagi selisih harga oleh harga awalnya, bukan harga baru atau langsung dari selisih kuantitas.
Dalam momen flash sale, sering kali muncul anggapan bahwa jika barang yang laku bertambah dari $20$ menjadi $30$ unit (selisih $10\text{ unit}$), maka harga otomatis naik sebesar $10$. Anggapan ini adalah jebakan yang melahirkan Opsi A. Selisih jumlah unit barang fisik tidak bisa disamakan begitu saja dengan persentase laju harga uang.
Persentase kenaikan selalu mengukur seberapa besar porsi perubahan relatif terhadap patokan mula-mula. Dari perhitungan sebelumnya, harga barang bergeser dari $P_{e1} = 20$ ke $P_{e2} = 25$, sehingga kenaikan harga nominalnya adalah $25 - 20 = 5$.
Harga tiket pesawat untuk rute liburan naik dari 500 ribu rupiah menjadi 600 ribu rupiah akibat lonjakan pemesanan. Berapakah persentase kenaikan harga tiket pesawat tersebut?
- 100%
- 20%
- 16,6%
- 10%
Jawaban: 20%
Selisih harga tiket adalah 600 ribu - 500 ribu = 100 ribu. Persentase kenaikan dihitung terhadap harga awal: (100 / 500) x 100% = 20%. Opsi A keliru karena menyamakan nominal selisih dengan persen, Opsi C keliru membagi terhadap harga baru (100 / 600 = 16,6%), dan Opsi D adalah tebakan kelipatan angka tanpa perhitungan.
Menghitung persentase kenaikan nilai dengan membagi selisih harga terhadap harga awal.