Trik Menulis Bentuk Terikat
Bentuk Terikat = Gerbong Tambahan
Bentuk terikat tidak bisa digunakan sendirian dalam kalimat; ia selalu membutuhkan kata lain agar memiliki makna utuh.

Kata-kata seperti pra-, pasca-, antar-, atau anti- bukanlah kata yang mandiri. Berbeda dengan kata sebelum yang bisa berdiri sendiri dalam kalimat ("Aku tiba sebelum dia datang"), bentuk seperti pra- tidak bisa digunakan lepas begitu saja tanpa ditempelkan ke kata lain.
Harus Digandeng Langsung
Kaidah dasarnya, bentuk terikat wajib dirangkai (ditulis menyambung tanpa spasi) dengan kata dasar di belakangnya.
Karena sifatnya sebagai gerbong tambahan yang bergantung penuh pada gerbong utama, aturan baku bahasa Indonesia menetapkan bahwa keduanya harus digandeng langsung tanpa celah spasi:
pra- + sejarah $\rightarrow$ prasejarah
pasca- + panen $\rightarrow$ pascapanen
antar- + warga $\rightarrow$ antarwarga
Inilah sebabnya Opsi D (prafrontal) merupakan jawaban yang benar pada soal. Karena pra- merupakan bentuk terikat dan frontal adalah kata dasar biasa, keduanya wajib ditulis serangkai tanpa spasi dan tanpa tanda hubung.
Pilih mana saja pernyataan di bawah ini yang benar berdasarkan kaidah penulisan bentuk terikat!
- Karena 'pasca' memiliki arti sesudah, penulisannya dipisah menjadi 'pasca panen'.
- Kata 'antarwarga' sudah benar ditulis tanpa spasi karena antar- tidak mandiri.
Jawaban: Kata 'antarwarga' sudah benar ditulis tanpa spasi karena antar- tidak mandiri.
Pernyataan 1 salah karena pasca- merupakan bentuk terikat yang harus dirangkai tanpa spasi (pascapanen), bukan dipisah. Pernyataan 2 benar karena antar- adalah bentuk terikat yang tidak mandiri sehingga harus ditulis serangkai dengan kata dasar menjadi antarwarga.
Bentuk terikat dan kata dasar biasa harus ditulis serangkai (menyambung tanpa spasi).
Penyekat untuk Gerbong VVIP
Tanda hubung (-) HANYA dipakai jika kata dasarnya diawali huruf kapital atau merupakan sebuah singkatan.
Satu-satunya saat kita wajib memasang "penyekat khusus" berupa tanda hubung (-) adalah ketika gerbong utamanya berisi penumpang VVIP, yaitu:
Kata dengan huruf awal kapital (seperti nama diri, suku, bangsa, atau wilayah): se-Indonesia, pro-Barat, pan-Afrika.
Singkatan berhuruf kapital: non-KTP, anti-PKI, non-ASEAN.
Penulisan pasangan kata di bawah ini yang paling sesuai dengan kaidah EYD adalah...
- anti-Eropa dan nontunai
- anti Eropa dan non-tunai
- anti-Eropa dan non-tunai
- antiEropa dan nontunai
Jawaban: anti-Eropa dan nontunai
Kata Eropa diawali huruf kapital sehingga memerlukan tanda hubung (anti-Eropa). Sebaliknya, kata tunai adalah kata dasar biasa yang ditulis serangkai tanpa tanda hubung dan tanpa spasi (nontunai). Opsi B salah karena memisah dengan spasi, opsi C salah karena tunai tidak butuh tanda hubung, dan opsi D salah karena meleburkan huruf kapital tanpa tanda hubung.
Tanda hubung bentuk terikat hanya muncul di depan singkatan huruf kapital atau kata berawalan huruf kapital.