Perbandingan: Cari Harga 1 Unitnya

Logika Harga Satu Unit

Saat menghadapi angka yang bukan kelipatan pas, cara paling masuk akal adalah mencari harga satu unitnya terlebih dahulu.

Ilustrasi beberapa botol bensin eceran yang tertata rapi di rak kayu pinggir jalan.

Bayangkan kamu membeli $4$ liter bensin eceran di pinggir jalan seharga $\text{Rp}40.000$. Jika besoknya kamu ingin membeli $5{,}5$ liter bensin, bagaimana cara menghitung total biayanya?

Karena $5{,}5$ bukan kelipatan bulat dari $4$, kepala kita wajar jika sempat bingung. Solusinya sederhana: jangan langsung menebak hasil akhirnya, melainkan cari tahu dulu harga untuk $1$ liter bensin.

Dengan pola pikir ini, kamu tidak perlu menghafal rumus silang yang rumit. Pola Metode Kesatuan ini akan selalu terpakai pada soal cerita apa pun yang menanyakan total biaya, bahan baku, atau waktu saat nilai barunya bukan kelipatan bulat.

Step 1: Cari Tarif Listrik

Untuk mengetahui total biaya baru, kita harus menyamakan satuan waktu dan mencari tarif untuk $1\text{ kWh}$ listrik terlebih dahulu.

Mari kita bawa analogi membeli bensin eceran tadi ke masalah tagihan listrik Dina. Pada soal, tagihan $\text{Rp}180.000$ berlaku untuk $1$ bulan ($30$ hari), sedangkan pemakaian listrik yang diketahui adalah Konsumsi Harian sebesar $4\text{ kWh}$ per hari.

Sebelum mencari harga per unit, samakan dulu periode waktunya:

  1. Hitung total konsumsi sebulan yang lama: Dalam $30$ hari, total listrik yang dipakai Dina adalah:

    $$4\text{ kWh} \times 30\text{ hari} = 120\text{ kWh}$$

  2. Cari tarif per unit ($1\text{ kWh}$): Jika $120\text{ kWh}$ membutuhkan biaya $\text{Rp}180.000$, maka Tarif per unit listriknya adalah:

    $$\text{Tarif per kWh} = \frac{\text{Rp}180.000}{120\text{ kWh}} = \text{Rp}1.500\text{ per kWh}$$

Step 2 & 3: Hitung Tagihan Baru

Setelah mengetahui total konsumsi bulanan yang baru dan tarif per $\text{kWh}$, tagihan dihitung dengan mengalikan keduanya.

Dina menambah alat elektronik dengan konsumsi $1{,}5\text{ kWh}$ per hari. Artinya, Konsumsi Harian yang baru adalah $4 + 1{,}5 = 5{,}5\text{ kWh}$.

Sekarang kita selesaikan dengan dua langkah berikutnya:

Hasil ini tepat sesuai dengan Opsi E.

Dalam sebuah proyek, mesin jahit menggunakan benang sepanjang 8 meter setiap hari. Untuk 20 hari kerja, biaya benang total adalah Rp120.000. Jika bulan depan mesin digunakan lebih intensif sehingga memakai 10 meter sehari selama 20 hari kerja juga, berapakah biaya total benang bulan depan?

  • Rp130.000
  • Rp140.000
  • Rp150.000
  • Rp240.000

Jawaban: Rp150.000

Total pemakaian benang lama = 8 meter × 20 hari = 160 meter. Tarif benang per meter = Rp120.000 ÷ 160 = Rp750 per meter. Total benang baru = 10 meter × 20 hari = 200 meter. Total biaya baru = 200 meter × Rp750 = Rp150.000. Opsi A dan B salah karena salah menaksir biaya tambahan tanpa menghitung tarif per meter, sedangkan Opsi D keliru mengalikan dua kali lipat secara kasar.

Menghitung biaya total menggunakan metode kesatuan setelah mengetahui nilai satu unitnya.