Inti Kalimat: Membongkar Rangka Tata Bahasa

Inti Kalimat Bukan Ringkasan

Inti kalimat murni soal mempertahankan struktur dasar tata bahasa (Subjek dan Predikat), bukan menjaga keutuhan makna atau ide cerita.

Mencari inti kalimat itu seperti mencari kerangka tulang utama sebuah bangunan rumah. Dinding, cat, plesteran, dan hiasan ruangan harus dibongkar semua meski bangunan akhirnya jadi terlihat kosong dan tidak lagi bercerita apa-apa. Ketika membedah kalimat untuk mencari intinya, kita tidak memedulikan apakah hasil akhirnya masih enak dibaca atau informasi ceritanya menjadi hilang.

Kesalahan yang paling umum terjadi adalah memotong kalimat di tengah-tengah karena merasa maknanya sudah cukup merangkum pesan paragraf. Padahal, secara tata bahasa, bagian yang dipotong itu sering kali merupakan bagian dari keterangan yang seharusnya dibuang tanpa sisa.

Mari kita bedah cara mencoret elemen tambahan ini lapis demi lapis mulai dari anak kalimat.

Mencoret Anak Kalimat

Semua anak kalimat yang diawali konjungsi subordinatif (seperti karena, sehingga, yang) berfungsi sebagai keterangan dan wajib dicoret habis.

Pada kalimat (2) dari teks:

"Hal ini sangat diperlukan karena dana darurat merupakan komponen mutlak yang menjadi fondasi dalam merencanakan keuangan ke depan."

Struktur klausa utamanya memiliki Subjek berupa Hal ini dan Predikat utama berupa kata kerja pasif diperlukan. Seluruh rangkaian kata yang dimulai dari kata karena hingga titik terakhir (karena dana darurat merupakan komponen mutlak yang menjadi fondasi dalam merencanakan keuangan ke depan) merupakan satu kesatuan anak kalimat yang berfungsi sebagai keterangan sebab.

Skema pembagian kalimat majemuk bertingkat menjadi klausa utama dan anak kalimat yang dicoret

Diagram di atas memperlihatkan bahwa anak kalimat merupakan satu blok dinding utuh. Karena sifatnya sebagai keterangan tambahan, blok ini tidak boleh dipotong separuh atau dirangkum sebagian:

Cermati kalimat berikut: 'Pemerintah membangun waduk baru karena musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang.' Inti kalimat yang tepat dari kalimat di atas adalah ....

  • Pemerintah membangun waduk baru.
  • Pemerintah membangun waduk baru karena kemarau panjang.
  • Pemerintah membangun waduk baru karena musim kemarau tahun ini.
  • Pemerintah membangun waduk baru karena kemarau diprediksi panjang.

Jawaban: Pemerintah membangun waduk baru.

Klausa utama terdiri atas Subjek ('Pemerintah'), Predikat ('membangun'), dan Objek ('waduk baru'). Seluruh bagian yang diawali konjungsi 'karena' merupakan anak kalimat keterangan sebab yang harus dibuang utuh. Opsi B, C, dan D salah karena masih mempertahankan potongan anak kalimat keterangan.

Anak kalimat yang diawali konjungsi subordinatif harus dihilangkan seluruhnya dalam inti kalimat.

Mencoret Adverbia Penjelas

Kata keterangan (adverbia) dan keterangan waktu atau tempat yang menempel pada subjek atau predikat harus dibuang untuk mendapatkan inti yang paling murni.

Ingat kembali kalimat sederhana dari sesi diagnosa sebelumnya:

"Budi sangat lapar kemarin."

Kata kemarin berfungsi sebagai keterangan waktu, sedangkan kata sangat adalah adverbia (kata keterangan derajat) yang memperjelas kata sifat lapar. Jika kita ingin mengambil kerangka tulang murninya, kedua kata penjelas ini harus dicoret sehingga hanya menyisakan Subjek (Budi) dan Predikat (lapar).

Kembali ke kalimat soal kita: setelah anak kalimat keterangan sebab dibongkar habis pada tahap sebelumnya, bagian yang tersisa adalah:

"Hal ini sangat diperlukan"

Di sini, kata sangat berperan sebagai adverbia yang menerangkan tingkat kebutuhan pada predikat diperlukan. Karena posisinya sekadar hiasan penjelas, kata sangat harus turut dieliminasi:

Cermati kalimat berikut: 'Kucing itu sedang tidur pulas di sofa.' Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan analisis inti kalimat berikut!

  • Kata 'di sofa' harus dicoret karena merupakan keterangan tempat. — Benar
  • Kata 'pulas' dipertahankan karena merupakan ide pokok kalimat. — Salah
  • Inti kalimat murninya adalah 'Kucing tidur'. — Benar

Pernyataan 1 Benar karena frasa preposisional 'di sofa' merupakan keterangan tempat yang bukan bagian dari inti S-P. Pernyataan 2 Salah karena 'pulas' adalah adverbia (keterangan cara/kualitas) yang menerangkan kata kerja 'tidur', sehingga wajib dibuang dan tidak boleh dipertahankan. Pernyataan 3 Benar karena setelah mencoret penanda aspek 'sedang', adverbia 'pulas', dan keterangan tempat 'di sofa', kerangka murni Subjek dan Predikat yang tersisa adalah 'Kucing tidur' (atau 'Kucing itu tidur').

Adverbia dan keterangan waktu/tempat harus dibuang seluruhnya dari inti kalimat.