Makna Orde Reaksi: Pola Kelipatan Angka

Apa itu Orde Reaksi?

Orde reaksi menunjukkan tingkat kepekaan laju reaksi terhadap perubahan konsentrasi suatu reaktan.

Dalam teori tumbukan, laju reaksi ditentukan oleh seberapa sering partikel-partikel pereaksi saling bertumbukan. Ketika kita memperbesar konsentrasi suatu zat dalam wadah, partikel-partikelnya menjadi lebih padat, sehingga peluang terjadinya tumbukan efektif makin besar dan laju reaksi pun bertambah cepat. Namun, pertanyaannya: seberapa drastis pertambahan laju tersebut jika konsentrasinya kita lipatgandakan? Di sinilah konsep orde reaksi bekerja sebagai ukuran sensitivitasnya.

Secara matematis, orde reaksi adalah eksponen atau pangkat konsentrasi. Pola perubahannya mengikuti aturan kelipatan sederhana:

Dalam sebuah percobaan, ketika konsentrasi suatu gas dilipatgandakan menjadi 3 kali semula, laju reaksinya melonjak menjadi 9 kali lebih cepat. Berapakah orde reaksi terhadap gas tersebut?

  • 1, karena laju reaksi mengalami peningkatan yang searah dengan penambahan konsentrasi gas.
  • 2, karena kelipatan laju merupakan hasil kuadrat dari kelipatan konsentrasi gas ($3^2 = 9$).
  • 3, karena besaran nilai orde reaksi sama dengan nilai faktor pengali konsentrasi pereaksi.
  • 6, karena nilai orde dihitung dari selisih kelipatan laju reaksi terhadap kelipatan konsentrasi.

Jawaban: 2, karena kelipatan laju merupakan hasil kuadrat dari kelipatan konsentrasi gas ($3^2 = 9$).

Hubungan kelipatan konsentrasi dan laju reaksi dinyatakan dengan $(\text{kelipatan konsentrasi})^{\text{orde}} = \text{kelipatan laju}$. Di sini, $3^{\text{orde}} = 9$. Karena $3^2 = 9$, maka nilai ordenya adalah 2. Pilihan 1 salah karena mengabaikan kuadrat laju; pilihan 3 salah karena menyamakan orde dengan pengali; dan pilihan 6 salah karena menggunakan operasi pengurangan.

Arti fisik nilai orde reaksi dari kelipatan konsentrasi terhadap kelipatan laju.

Strategi Variabel Kontrol

Untuk mengetahui pengaruh satu reaktan, konsentrasi reaktan yang lain harus dibuat tetap.

Pada reaksi kimia yang melibatkan lebih dari satu pereaksi—seperti reaksi antara $\text{NO}$ dan $\text{Br}_2$—laju reaksi dipengaruhi oleh kedua zat tersebut sekaligus. Jika kita mengubah konsentrasi $\text{NO}$ dan $\text{Br}_2$ secara bersamaan dalam sebuah pengujian, kita tidak akan tahu lonjakan laju yang terjadi itu akibat ulah zat yang mana.

Tabel data eksperimen laju reaksi dengan penanda kolom konsentrasi yang tetap dan berubah

Agar efek perubahan konsentrasi dapat diamati secara murni pada satu zat saja, kita menerapkan prinsip variabel kontrol, yaitu menjaga konsentrasi pereaksi lainnya dalam kondisi konstan (tidak berubah):

Menghitung Orde Lewat Pola Angka

Orde reaksi didapatkan dengan mencari pangkat dari kelipatan konsentrasi yang menghasilkan kelipatan laju.

Setelah mengunci reaktan lain sebagai variabel kontrol, kita cukup menggunakan pola hubungan sebab-akibat berupa kelipatan angka: $(\text{Kelipatan Konsentrasi})^{\text{Orde}} = \text{Kelipatan Laju}$.

Diagram panah kelipatan konsentrasi NO dan pengaruhnya terhadap kelipatan laju reaksi

Mari kita terapkan logika kelipatan ini pada data eksperimen dari soal:

  1. Mencari Orde $\text{Br}_2$ (Percobaan 1 ke Percobaan 2)Pada data ini, $[\text{NO}]$ dikunci tetap di angka $0{,}1\text{ M}$. Konsentrasi $[\text{Br}_2]$ naik dari $0{,}1\text{ M}$ menjadi $0{,}2\text{ M}$ (naik $2$ kali lipat). Laju reaksi naik dari $12\text{ M/s}$ menjadi $24\text{ M/s}$ (naik $2$ kali lipat).Pertanyaannya: $2^{\text{orde}} = 2 \implies \text{orde } \text{Br}_2 = 1$.

  2. Mencari Orde $\text{NO}$ (Percobaan 1 ke Percobaan 3)Pada data ini, $[\text{Br}_2]$ dikunci tetap di angka $0{,}1\text{ M}$. Konsentrasi $[\text{NO}]$ naik dari $0{,}1\text{ M}$ menjadi $0{,}2\text{ M}$ (naik $2$ kali lipat). Laju reaksi melonjak dari $12\text{ M/s}$ menjadi $48\text{ M/s}$ (naik $4$ kali lipat).Pertanyaannya: $2^{\text{orde}} = 4 \implies 2^2 = 4 \implies \text{orde } \text{NO} = 2$.

Data eksperimen laju reaksi untuk pereaksi P dan Q adalah sebagai berikut: • Percobaan 1: $[P] = 0{,}1\text{ M}$, $[Q] = 0{,}1\text{ M}$, laju $= 5\text{ M/s}$ • Percobaan 2: $[P] = 0{,}1\text{ M}$, $[Q] = 0{,}3\text{ M}$, laju $= 15\text{ M/s}$ • Percobaan 3: $[P] = 0{,}2\text{ M}$, $[Q] = 0{,}1\text{ M}$, laju $= 20\text{ M/s}$ Berapakah orde reaksi terhadap zat P?

  • 1, diperoleh dari perbandingan percobaan 1 dan 2 saat konsentrasi mengalami kenaikan 3 kali lipat.
  • 2, diperoleh dari perbandingan percobaan 1 dan 3 saat konsentrasi naik 2 kali lipat dan laju naik 4 kali lipat.
  • 3, diperoleh langsung dari nilai faktor pengali laju reaksi pada percobaan 2 dibandingkan percobaan 1.
  • 4, diperoleh langsung dari kelipatan perbandingan laju reaksi antara percobaan 3 terhadap percobaan 1.

Jawaban: 2, diperoleh dari perbandingan percobaan 1 dan 3 saat konsentrasi naik 2 kali lipat dan laju naik 4 kali lipat.

Untuk mencari orde reaksi P, pilih data percobaan yang menjaga konsentrasi Q tetap, yaitu percobaan 1 dan 3 ($[Q] = 0{,}1\text{ M}$). Pada percobaan 1 ke 3, $[P]$ naik 2 kali lipat ($0{,}1$ ke $0{,}2$), sedangkan laju reaksi naik 4 kali lipat ($5$ ke $20$). Hubungan kelipatannya: $2^x = 4$, sehingga didapatkan nilai orde $x = 2$. Opsi A salah karena melihat data saat konsentrasi Q yang berubah; Opsi C salah karena mengaitkan pengali laju percobaan 2; Opsi D salah karena menyamakan orde langsung dengan faktor pengali laju reaksi tanpa mencari nilai eksponennya.

Menghitung orde reaksi suatu reaktan menggunakan metode isolasi variabel kontrol.