Eliptis: Menyusun Persetujuan Positif

Kenapa Butuh Kalimat Eliptis?

Kalimat eliptis digunakan agar bahasa Inggris lebih efisien dengan tidak mengulang kata kerja yang sama.

Bayangkan dalam obrolan sehari-hari dalam bahasa Indonesia, saat seseorang berkata: "Ibuku memasak dengan enak, dan ayahku juga." Kita secara alami memotong pengulangan kata kerja "memasak dengan enak" tanpa kehilangan maksud aslinya. Jika harus diulang lengkap menjadi "Ibuku memasak dengan enak, dan ayahku memasak dengan enak", kalimat tersebut terdengar kaku dan tidak wajar.

Bahasa Inggris memiliki prinsip efisiensi yang sama agar tidak terdengar kaku seperti robot. Namun, ada satu aturan penting: bahasa Inggris tidak membiarkan subjek baru berdiri sendirian hanya dengan kata also atau too tanpa pendamping.

Ilustrasi metafora seseorang berbicara dengan balon percakapan yang sebagian teksnya tercoret rapi untuk menunjukkan penyederhanaan kalimat.

Di sinilah Sistem Wakil bekerja. Tata bahasa Inggris mewajibkan adanya wakil berupa auxiliary verb (kata kerja bantu) yang berdiri mendampingi subjek untuk menggantikan kata kerja utama yang dihilangkan. Dengan sistem perwakilan ini, klausa kedua tetap ringkas sekaligus utuh secara struktur tata bahasa.

Mencari 'Asisten' yang Tepat

Kata kerja bantu (Auxiliary Verb) di klausa kedua harus menyesuaikan bentuk tenses dari kata kerja utama di klausa utama.

Langkah paling krusial dalam menyusun kalimat eliptis adalah "mencontek" bentuk waktu (tenses) dari klausa pertama. Jika klausa utama menggunakan kata kerja tindakan biasa tanpa kata kerja bantu yang tampak (seperti cooks atau like), kita harus memanggil "asisten tersembunyi": keluarga do/does untuk waktu sekarang (Present Tense) atau did untuk masa lalu (Past Tense).

Diagram pemetaan kata kerja utama ke kata kerja bantu auxiliary verb yang sesuai tenses.

Pada kalimat soal: "My mother cooks well...", kata kerja utamanya adalah cooks. Akhiran -s menandakan bahwa kalimat ini berada dalam bentuk Simple Present Tense dengan subjek tunggal. Ketika kita ingin menyambungnya dengan subjek baru di klausa kedua, yaitu my father (juga tunggal), asisten yang wajib dipanggil adalah does.

Perhatikan kalimat berikut: "They played football yesterday, and he ____ too." Kata kerja bantu (auxiliary verb) yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang tersebut adalah ...

  • does
  • do
  • did
  • was

Jawaban: did

Klausa pertama menggunakan kata kerja bentuk lampau (past tense) yaitu 'played'. Oleh karena itu, auxiliary verb yang harus digunakan untuk mewakili bentuk lampau di klausa kedua adalah 'did' (berlaku untuk semua subjek). Opsi 'does' dan 'do' keliru karena keduanya adalah bentuk present tense, sedangkan 'was' salah karena klausa pertama menggunakan action verb biasa (played), bukan to be.

Memilih auxiliary verb berdasarkan tenses kata kerja utama dan subjek baru.

Pola Pertama: Memakai 'Too'

Pola persetujuan positif dengan too selalu meletakkan subjek di awal, diikuti asisten, lalu diakhiri dengan too.

Pola ini mempertahankan urutan tutur yang alami: sebutkan dulu siapa pelakunya (Subject), hadirkan sang asisten perwakilan tindakan (Auxiliary Verb), lalu bubuhkan stempel persetujuan di ujung (too).

Struktur baku pola ini adalah:

Aturan urutan ini bersifat baku dan tidak boleh ditukar posisinya. Pola seperti "do too I" atau "too does he" tidak berterima dalam tata bahasa standar; susunan yang benar adalah "I do too" atau "he does too".

Pada soal utama, kita melihat struktur kalimat rumpang:

Karena subjek klausa kedua (my father) sudah tertulis di depan rumpang, kita hanya memerlukan asisten yang tepat (does) diikuti oleh penegasan too. Inilah alasan mutlak mengapa Opsi D (does too) merupakan jawaban yang benar.