Klasifikasi: Wajah Mirip vs Tes DNA

Bentuk Fisik vs Fungsi Kepraktisan

Pengamatan bentuk tubuh fisik (morfologi) dan pengelompokan berdasarkan kegunaan adalah dua pendekatan awal manusia mengklasifikasikan makhluk hidup. Ketika kamu melihat beragam makhluk hidup di sekitarmu, cara paling sederhana untuk mengelompokkannya terbagi menjadi dua jalur: mengelompokkan berdasarkan kemiripan bentuk alaminya, atau mengelompokkan berdasarkan manfaatnya bagi manusia.

Ilustrasi dua pendekatan klasifikasi: sistem alamiah berdasarkan bentuk buah mirip dan sistem artifisial berdasarkan wadah masakan.

Sistem klasifikasi artifisial (buatan) dibentuk atas dasar tujuan praktis atau fungsi bagi kebutuhan manusia. Contohnya, manusia mengelompokkan tumbuhan menjadi "tanaman obat", "tanaman hias", atau "tanaman pangan". Ciri yang dipakai sering kali bukan hubungan alami antarmakhluk hidup, melainkan semata-mata kenyamanan manusia dalam memanfaatkannya.

Sebaliknya, sistem klasifikasi alamiah mengelompokkan organisme murni berdasarkan persamaan struktur morfologi fisik yang tampak secara alami tanpa memedulikan fungsi buatannya. Pendekatan klasik yang dirintis oleh filsuf Aristoteles ini mencermati ciri tubuh asli:

Seorang petani memilah hasil panennya menjadi tiga keranjang besar: 'Sayur Daun', 'Sayur Buah', dan 'Rempah Bumbu'. Berdasarkan prinsip dasar taksonomi, sistem klasifikasi apakah yang diterapkan oleh petani tersebut?

  • Sistem klasifikasi alamiah, karena sayur dan buah memang tumbuh secara alami di kebun.
  • Sistem klasifikasi artifisial, karena pengelompokan didasarkan pada tujuan pemanfaatan praktis dalam konsumsi manusia.
  • Sistem klasifikasi filogenetik, karena daun dan buah berasal dari organ tumbuhan yang sama.
  • Sistem klasifikasi modern, karena petani menggunakan standar tata kelola pangan masa kini.

Jawaban: Sistem klasifikasi artifisial, karena pengelompokan didasarkan pada tujuan pemanfaatan praktis dalam konsumsi manusia.

Sistem klasifikasi artifisial didasarkan pada tujuan kegunaan praktis (seperti bahan sup, lalapan, atau bumbu), bukan struktur morfologi murni atau riwayat evolusi. Pengecoh A salah karena istilah 'alamiah' bukan berarti tumbuh di alam bebas. Pengecoh C salah karena organ tanaman bukan penentu filogenetik.

Membedakan sistem klasifikasi alamiah dan artifisial dari penerapannya di lapangan.

Melihat Silsilah Asli Lewat DNA

Organisme dengan bentuk fisik luar yang mirip tidak selalu memiliki kedekatan keturunan leluhur evolusi yang sama.

Bayangkan sebuah pohon silsilah keluarga besar. Dua orang bisa saja memiliki raut wajah yang mirip secara kasat mata (seperti pendekatan sistem alamiah), namun setelah diperiksa melalui tes DNA, ternyata mereka berasal dari garis keturunan kakek-nenek buyut yang sama sekali berbeda.

Diagram pohon silsilah filogeni sederhana yang memperlihatkan percabangan terpisah jauh antara mamalia dan tumbuhan.

Sistem klasifikasi filogenetik adalah pendekatan klasifikasi modern yang merefleksikan hubungan darah dan garis keturunan sejarah evolusi (filogeni). Alih-alih hanya mengandalkan bentuk luar, ahli biologi molekuler membandingkan urutan DNA, RNA, dan susunan protein. Semakin banyak kesamaan urutan materi genetik antara dua organisme, semakin dekat hubungan kekerabatan evolusi mereka dari satu leluhur bersama.

Dalam skenario soal, ahli biologi molekuler meneliti Organisme A dan Organisme B. Hasilnya menunjukkan struktur molekuler dan susunan genetik keduanya terpisah amat jauh. Oleh karena itu, pengelompokan yang dilakukan ahli molekuler adalah sistem klasifikasi filogenetik.

Burung elang dan kelelawar sama-sama memiliki sayap untuk terbang. Namun, penelitian materi genetik menempatkan kelelawar lebih dekat dengan tikus tanah dan kucing daripada burung. Tentukan kebenaran pernyataan berikut:

  • Penelitian molekuler DNA membuktikan bahwa keberadaan sayap merupakan dasar dari sistem filogenetik. — Salah
  • Ahli molekuler menggunakan sistem klasifikasi yang sama persis dengan orang yang mengelompokkan elang dan kelelawar murni berdasarkan keberadaan sayapnya. — Salah

Pernyataan 1 Salah karena keberadaan sayap merupakan ciri morfologi luar, bukan dasar pengelompokan filogenetik yang berbasis pada materi genetik. Pernyataan 2 Salah karena ahli molekuler menerapkan sistem filogenetik berbasis kekerabatan DNA, sementara pengelompokan berdasarkan sayap menerapkan sistem alamiah morfologis.

Memahami bahwa klasifikasi filogenetik bisa menyanggah temuan dari kemiripan morfologi alamiah murni.

Menyimpulkan Tipe Sistem Klasifikasi

Evaluasi yang tepat mengenai sistem klasifikasi harus mengacu secara akurat pada dasar data yang dipakai para ahli biologi. Ketika kamu membaca narasi soal biologi, kunci utamanya adalah membedah apa instrumen yang digunakan sang peneliti.

Mari kita cocokkan kedua pendekatan dalam soal dengan analogi silsilah keluarga kita: