Mengupas Garis Bagi dari Balik Red Herring

Jebakan Informasi Berlebih

Tidak semua angka di dalam soal geometri harus dipakai; sebagian hanya berfungsi sebagai red herring untuk mengecoh.

Dekonstruksi gambar persegi panjang ABCD dengan mengabaikan elemen pengecoh dan mempertahankan panjang esensial.

Dalam geometri, red herring adalah informasi yang sengaja disisipkan untuk mengalihkan perhatian dari jalur penyelesaian yang sebenarnya. Bayangkan seperti membaca peta harta karun: kita perlu memilah mana tanda patok yang esensial dan mengabaikan coretan acak yang tidak berhubungan dengan peti harta karun.

Pada gambar di atas, perhatikan bahwa garis $GF$, sudut $65^\circ$, dan sudut $105^\circ$ berada di luar jalur perhitungan utama. Fokus kita cukup pada bangun persegi panjang $ABCD$ dan perpotongan garis di dalamnya:

Sudut Sembunyi dari Sisi Sama Panjang

Segitiga siku-siku yang memiliki dua sisi pengapit tegak lurus sama panjang pasti memiliki dua sudut sebesar 45 derajat.

Setelah peta bersih dari coretan pengecoh, kita lacak arah jalurnya mulai dari sudut $A$. Pertama, kita ketahui panjang sisi alas persegi panjang secara keseluruhan:

Karena $ABCD$ adalah persegi panjang, sisi atas $AB$ juga bernilai $12\text{ cm}$.

Tampilan dekat segitiga siku-siku sama kaki ADE pada sudut persegi panjang dengan sudut 45 derajat.

Sekarang perhatikan segitiga siku-siku $\triangle ADE$ di pojok kiri atas. Karena panjang $AD = 4\text{ cm}$ dan $DE = 4\text{ cm}$, segitiga ini merupakan segitiga siku-siku sama kaki.

Dalam segitiga siku-siku sama kaki dengan satu sudut $90^\circ$, sisa total sudut $90^\circ$ dibagi rata ke dua sudut lainnya, sehingga:

Karena sudut pojok persegi panjang $\angle DAB = 90^\circ$, maka sisa sudut di sebelahnya adalah:

Artinya, garis $AE$ membelah sudut $\angle DAB$ menjadi dua bagian yang persis sama besar. Dalam matematika, garis seperti ini disebut sebagai garis bagi.

Garis Bagi Bukan Membelah Tengah

Garis yang membagi sudut menjadi dua sama besar akan memotong sisi di depannya sebanding dengan sisi-sisi pengapitnya, tidak selalu membaginya menjadi dua potongan yang sama panjang.

Sebuah miskonsepsi yang sangat umum adalah menganggap bahwa garis bagi sudut selalu memotong sisi seberangnya tepat di tengah-tengah. Anggapan keliru bahwa garis potong selalu membagi diagonal menjadi dua bagian sama panjang ($BX = \frac{1}{2}BD$) menggoda siswa memilih Opsi B ($2\sqrt{10}\text{ cm}$). Padahal, potongan di hadapannya hanya terbelah tepat di tengah jika kedua sisi pengapitnya sama panjang.

Hubungan ini dijelaskan secara pasti oleh Teorema Garis Bagi: rasio dua potongan sisi di hadapan sudut sebanding dengan proporsi panjang dua sisi yang mengapit sudut tersebut.

Mari kita terapkan pada $\triangle ABD$ dengan garis bagi $AX$:

Sesuai Teorema Garis Bagi, segmen diagonal $BD$ yang terbelah di titik $X$ mengikuti perbandingan yang persis sama:

Pada segitiga PQR, panjang PQ adalah 6 cm dan PR adalah 9 cm. Garis bagi dari sudut P memotong sisi QR di titik S. Berapakah perbandingan panjang segmen QS berbanding SR?

  • 1 berbanding 1
  • 2 berbanding 3
  • 3 berbanding 2
  • 6 berbanding 15

Jawaban: 2 berbanding 3

Berdasarkan Teorema Garis Bagi Segitiga, perbandingan segmen QS : SR sama dengan perbandingan sisi pengapitnya, yaitu PQ : PR = 6 : 9 = 2 : 3. Opsi A keliru karena mengira garis bagi selalu membagi sisi sama panjang (1 : 1). Opsi C keliru karena posisi rasio terbalik (3 : 2). Opsi D keliru karena membandingkan segmen dengan keliling parsial (6 : 15).

Garis bagi memotong sisi di depannya secara proporsional sesuai perbandingan panjang dua sisi pengapitnya.