Elastisitas Silang: Efek Domino Pasangan Barang
Barang yang Selalu Gandengan
Beberapa barang di pasar memiliki sifat saling melengkapi, sehingga lonjakan pembeli pada satu barang otomatis menarik penjualan pasangannya.

Bayangkan sebuah toko sepatu yang memberikan diskon besar-besaran. Pembeli tentu akan berbondong-bondong memborong sepatu baru. Menariknya, ketika orang membawa pulang banyak sepatu, kebutuhan mereka terhadap kaus kaki juga ikut naik. Tanpa perlu diberi diskon, rak kaus kaki di sebelahnya ikut laris manis karena sepatu dan kaus kaki adalah barang yang dipakai bersamaan.
Di pasar, hubungan erat seperti ini disebut barang komplementer. Hal persis terjadi pada es krim dan topping coklat di soal kita:
Saat harga es krim turun sebesar $20$, orang makin tergiur membeli es krim.
Dampak ikutannya, kuantitas permintaan topping coklat melonjak sebesar $10$ karena pembeli ingin menikmati es krim lengkap dengan taburannya.
Perubahan harga pada satu barang ternyata mampu menggeser minat orang terhadap barang pasangannya.
Sebuah produsen raket bulutangkis memangkas harga jual raketnya secara drastis. Tak lama kemudian, toko olahraga melaporkan lonjakan penjualan kok (shuttlecock) yang signifikan. Berdasarkan situasi ini, bagaimana hubungan antara raket dan kok?
- Keduanya saling menggantikan satu sama lain bagi konsumen.
- Keduanya saling melengkapi sehingga pembelian raket memicu pembelian kok.
- Keduanya tidak memiliki kaitan langsung dalam keputusan pembelian.
- Penjualan raket justru akan membuat penjualan kok pada akhirnya menurun.
Jawaban: Keduanya saling melengkapi sehingga pembelian raket memicu pembelian kok.
Raket bulutangkis dan kok digunakan secara bersamaan, sehingga merupakan barang komplementer. Saat harga raket turun dan raket makin laku, kebutuhan akan kok otomatis meningkat. Opsi A keliru karena raket tidak menggantikan kok (bukan barang substitusi). Opsi C keliru karena keduanya jelas saling memengaruhi, dan Opsi D berkebalikan dengan fakta di toko olahraga.
Sifat barang komplementer yang permintaannya naik bersamaan dengan konsumsi barang pasangannya.
Menghitung Efek Domino
Elastisitas silang mengukur persentase perubahan kuantitas barang yang terpengaruh dibagi dengan persentase perubahan harga barang pemicunya.

Rumus ini membandingkan seberapa peka respons barang pasangan terhadap gejolak harga barang pemicunya:
Posisi pembilang dan penyebut tidak boleh tertukar:
Bagian atas (pembilang): Perubahan kuantitas barang yang kena efek ikutan, yaitu topping coklat ($+10$).
Bagian bawah (penyebut): Perubahan harga barang pemicunya, yaitu es krim ($-20$).
Maka perhitungannya menjadi:
Nilai inilah yang mengantar kita ke Opsi B ($-0{,}5$).
Diketahui harga teh botolan naik sebesar 30%, yang mengakibatkan jumlah permintaan gula aren cair turun sebesar 15%. Berapakah perhitungan nilai elastisitas silang yang tepat dari situasi tersebut?
- -2,0
- -0,5
- 0,5
- 2,0
Jawaban: -0,5
Rumus elastisitas silang adalah persentase perubahan kuantitas barang yang terpengaruh dibagi persentase perubahan harga barang pemicu: $(-15\%) / (+30\%) = -0{,}5$ (Opsi B). Opsi A dan D salah karena membalik pembilang dan penyebut $((+30\%) / (-15\%))$, sedangkan Opsi C salah karena mengabaikan tanda minus pada penurunan kuantitas gula aren.
Cara memasukkan persentase perubahan kuantitas dan harga ke dalam rumus elastisitas silang tanpa terbalik.
Rahasia di Balik Tanda Minus
Tanda negatif pada hasil elastisitas silang membuktikan bahwa kedua barang tersebut adalah barang komplementer yang bergerak berlawanan arah.
Secara hitungan aljabar, tanda minus muncul secara alami dari pembagian tanda:
Pembilang bertanda positif ($+10$) karena permintaan topping coklat bertambah.
Penyebut bertanda negatif ($-20$) karena harga es krim dipotong atau berkurang.
Bilangan positif yang dibagi bilangan negatif akan selalu menghasilkan nilai bertanda negatif:
Jika kamu mengabaikan tanda minus pada penurunan harga es krim, kamu akan terjebak memilih nilai positif $0{,}5$ (Opsi C), yang secara konsep mengubah makna hubungan kedua barang.
Setiap kali kamu menjumpai nilai elastisitas silang yang bertanda negatif ($E_{xy} < 0$), kamu langsung tahu tanpa ragu bahwa kedua barang tersebut selalu dikonsumsi bersamaan sebagai barang komplementer.
Seorang analis menemukan bahwa elastisitas silang antara bensin dan kendaraan bermotor bernilai negatif. Tentukan kebenaran pernyataan berikut terkait tanda negatif tersebut!
- Tanda negatif menandakan bahwa industri kendaraan bermotor sedang lesu pembeli. — Salah
- Tanda negatif terbentuk karena harga bensin dan permintaan kendaraan bergerak ke arah yang berlawanan. — Benar
Pernyataan 1 Salah: Tanda minus bukan indikator kelesuan pasar, melainkan simbol bahwa arah perubahan harga dan kuantitas kedua barang saling berkebalikan. Pernyataan 2 Benar: Hubungan berlawanan arah (satu variabel bertanda positif dan variabel lainnya bertanda negatif) membagi tanda berbeda sehingga menghasilkan angka minus, yang mencirikan barang komplementer.
Makna tanda negatif pada elastisitas silang sebagai indikator barang komplementer, bukan pelemahan permintaan.