Batas Gen dan Spesies Ala Darwin

Catatan Darwin di Galapagos

Perbedaan bentuk tubuh yang mendasar dan stabil akibat adaptasi pada lingkungan terpisah menunjukkan keanekaragaman tingkat Jenis (Spesies).

Pada tahun 1835, ketika Charles Darwin menjelajahi Kepulauan Galapagos, ia mengamati bahwa kura-kura di setiap pulau memiliki ciri fisik luar (morfologi) yang sangat berlainan. Di pulau berdataran tinggi yang basah dan dingin dengan tumbuhan bawah melimpah, kura-kura (Populasi A) memiliki cangkang berbentuk kubah bundar (dome-shaped) dengan leher pendek. Sebaliknya, di pulau pesisir yang gersang dan panas (Populasi B), kura-kura memiliki cangkang melengkung ke atas seperti pelana kuda (saddleback) serta leher yang menjulang panjang untuk menggapai kaktus Opuntia tinggi.

Kura-kura Galapagos bercangkang pelana (saddleback) dengan leher panjang yang memungkinkan menjangkau vegetasi tinggi Gambar: David Stanley from Nanaimo, Canada, CC BY 2.0 — Wikimedia Commons

Meski keduanya berasal dari satu nenek moyang yang sama di daratan Amerika Selatan, pemisahan geografis selama ratusan ribu tahun telah mengunci adaptasi cangkang tersebut secara permanen. Perubahan ini bukan sekadar variasi warna bulu sementara seperti kucing anggora dan kucing kampung, melainkan garis pemisah evolusioner yang mengelompokkan mereka ke dalam spesies atau subspesies berbeda.

Karena cangkang kubah dan pelana membedakan dua kelompok takson yang terpisah, perbedaan ini mencerminkan keanekaragaman tingkat Jenis (Spesies). Fakta ini langsung menggugurkan Opsi E (yang mengiranya sekadar variasi genetik) dan memastikan langkah awal menuju Opsi D.

Variasi di Daun yang Sama

Perbedaan fisik di antara individu yang masih berada dalam satu kelompok populasi mencerminkan keanekaragaman tingkat Gen.

Sekarang, mari kita alihkan teropong Darwin ke dalam Populasi B saja. Semua kura-kura di pantai berbatu ini tergolong ke dalam kelompok takson yang sama: semuanya bertubuh cangkang pelana. Namun, jika diamati lebih dekat, tidak ada dua kura-kura yang benar-benar kembar identik. Ada individu yang lehernya sedikit lebih lentur, ada yang kulitnya bernuansa kelabu lebih gelap, dan ada pula yang metabolisme tubuhnya lebih hemat air.

Ilustrasi tiga ekor kura-kura bercangkang pelana dengan variasi leher dan corak kulit di pesisir kering kepulauan Galapagos.

Variasi sifat tersebut muncul karena setiap individu mewarisi kombinasi susunan materi genetik (alel) yang berbeda dari induknya di dalam populasi yang saling kawin silang. Variasi inilah bahan bakar adaptasi: saat terjadi kemarau ekstrem, kura-kura dengan metabolisme paling efisien atau leher sedikit lebih panjang memiliki peluang hidup lebih tinggi.

Karena variasi panjang leher, warna kulit, dan metabolisme terjadi antar-individu di dalam satu kelompok kura-kura pesisir yang sama, variasi ini tergolong keanekaragaman tingkat Gen. Penjelasan ini meruntuhkan paruh kedua Opsi E dan membenarkan Opsi D secara utuh.

Awas Jebakan Ekosistem

Keanekaragaman ekosistem merujuk pada interaksi makhluk hidup dengan alam sekitarnya, bukan sekadar perbedaan bentuk makhluk hidupnya.

Sering kali kita tergoda menghubungkan kata dataran tinggi lembap dan pesisir kering dengan label "keanekaragaman ekosistem". Lingkungan abiotik memang merupakan faktor pendorong seleksi alam, tetapi soal menanyakan klasifikasi dari objek biologisnya (bentuk cangkang dan variasi sifat kura-kura), bukan lingkungan tempat kura-kura itu berpijak.

Mari kita bedah alasan mengapa opsi-opsi lain keliru:

Di kebun sekolah tumbuh rumpun mawar berbunga merah dan rumpun mawar berbunga putih, serta sebatang pohon kembang sepatu berbunga merah. Perbedaan antara bunga mawar merah dan kembang sepatu merah menunjukkan keanekaragaman tingkat ..., sedangkan perbedaan warna antara mawar merah dan mawar putih mencerminkan keanekaragaman tingkat ....

  • Jenis (Spesies); Gen
  • Gen; Jenis (Spesies)
  • Ekosistem; Gen
  • Jenis (Spesies); Ekosistem

Jawaban: Jenis (Spesies); Gen

Mawar (*Rosa sp.*) dan kembang sepatu (*Hibiscus rosa-sinensis*) merupakan dua takson dari spesies yang berbeda, sehingga perbedaannya tergolong keanekaragaman tingkat Jenis (Spesies). Di sisi lain, mawar merah dan mawar putih masih tergolong dalam satu spesies yang sama, sehingga perbedaan warna mahkotanya merupakan variasi susunan materi genetik (alel) yang mencerminkan keanekaragaman tingkat Gen. Pengecoh 'Gen; Jenis' salah karena terkecoh oleh kesamaan warna merah, sedangkan pengecoh dengan 'Ekosistem' keliru karena yang dibandingkan adalah organ tanaman, bukan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan abiotik.

Membedakan keanekaragaman tingkat Jenis (antar-spesies berbeda) dan tingkat Gen (variasi dalam satu spesies yang sama).