Membongkar Pola Kata Serapan Baku
Asing Bukan Berarti Tidak Baku
Waktu ngerjain soal tadi, mungkin kamu merasa kata "kompetitif" itu kurang cocok atau kebarat-baratan buat jadi kata baku. Tenang, insting kamu wajar banget! Banyak dari kita yang merasa kata baku itu harus murni terdengar "asli" lokal.
Tapi faktanya, kata baku dalam bahasa Indonesia tidak harus selalu terdengar asli. Bahasa kita ini sangat terbuka. Ribuan kata baku yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah hasil adaptasi dari bahasa asing—mulai dari bahasa Belanda, Inggris, sampai Arab—yang diserap dengan mengikuti aturan resmi.

Kata kompetitif di soal tadi berasal dari bahasa Inggris competitive. Karena diserap mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), ejaannya diubah dan disesuaikan sehingga menjadi kata baku yang sah.
Biar kamu nggak perlu ngafalin kamus tebal buat tahu mana kata serapan yang baku, rahasianya ada di menghafal pola penyerapannya. Yuk, kita bahas polanya di halaman sebelah!
Trik Cepat 1: Pola Akhiran
Mengetahui pola ejaan kata serapan asing itu semacam jalan pintas. Daripada ngafalin ribuan kata satu per satu, mending kita pelajari pola perubahan akhirannya.
Di bahasa Indonesia, akhiran kata asing punya pola mutasi yang konsisten saat diserap:
Pola akhiran -ive (Inggris) atau -ief (Belanda) selalu berubah menjadi -if. Contohnya, competitive menjadi kompetitif, active menjadi aktif, dan descriptive menjadi deskriptif.
Pola akhiran -tion berubah menjadi -si. Contoh dari soal tadi: certification menjadi sertifikasi. Begitu juga action menjadi aksi.
Pola akhiran -ity berubah menjadi -itas. Contohnya, quality menjadi kualitas (bukan kwalitet), dan activity menjadi aktivitas (pakai v, dari kata aktif).

Berdasarkan pola akhiran kata serapan, bentuk baku dari kata bahasa Inggris 'facility' adalah...
- A. Fasiliti
- B. Fasilitas
- C. Pasilitas
- D. Fasilitasi
Jawaban: B. Fasilitas
Akhiran '-ity' pada bahasa Inggris (facility) diserap menjadi '-itas' dalam bahasa Indonesia. Ejaan huruf c jadi s, sehingga bentuk bakunya adalah 'fasilitas'.
Pola akhiran kata serapan asing (-ity menjadi -itas).
Trik Cepat 2: Pemusnahan Huruf Ganda
Ada satu lagi sifat bahasa Indonesia yang bikin ejaan kata asing gampang ditebak: bahasa kita ini sangat hemat.
Hampir semua kata asing yang punya huruf konsonan ganda (dobel) seperti 'ss', 'mm', 'cc', atau 'ff' akan dibuang satu hurufnya dan dilebur menjadi satu huruf tunggal saat masuk ke bahasa Indonesia.

Aturan "pemusnahan huruf kembar" ini berlaku luas:
Effect menjadi efek (bukan efeek atau effekt).
Class menjadi kelas (bukan kelass).
Communication menjadi komunikasi (huruf 'm' ganda jadi tunggal).
Pengecualiannya cuma ada di segelintir kata spesifik untuk menghindari kebingungan makna. Contohnya kata massa (jumlah besar benda/orang) tetap pakai 'ss' agar tidak tertukar artinya dengan masa (waktu).
Jika kata bahasa Inggris 'accessory' diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan memusnahkan konsonan gandanya, manakah bentuk yang baku menurut KBBI?
- A. Assesoris
- B. Asesoriss
- C. Aksesori
- D. Aksesoris
Jawaban: C. Aksesori
Sesuai aturan, huruf konsonan ganda 'cc' dilebur/disederhanakan menjadi 'ks', dan 'ss' jadi 's'. Selain itu, akhiran -ory jadi -ori. Bentuk baku 'accessory' adalah aksesori.
Pemusnahan huruf ganda pada konsonan serapan kata asing.