Membaca Struk Kasir dengan Fungsi
Alur Maju Transaksi Belanja
Sebelum bisa melacak harga asli dari total tagihan, kita harus paham urutan biaya yang ditambahkan ke barang. Saat berbelanja di kasir, harga barang tidak langsung berubah menjadi total bayar, melainkan melewati beberapa tahapan berurutan.

Bayangkan kamu sedang membaca struk belanja dari atas ke bawah. Pada transaksi belanja Budi di platform e-commerce, tahapannya berlangsung seperti ini:
Harga Awal: Nilai asli barang yang ditaruh ke keranjang belanja.
Diskon: Platform memberikan potongan harga langsung sebesar $\text{Rp }20.000$ (asalkan memenuhi syarat belanja minimal $\text{Rp }100.000$).
Harga Setelah Diskon: Nilai barang yang sudah lebih murah setelah dikurangi diskon.
Pajak & Layanan: Dari harga diskon tadi, ditambahkan pajak sebesar $10\%$ serta biaya layanan tetap sebesar $\text{Rp }5.000$.
Total Bayar: Jumlah akhir yang tercetak di bagian paling bawah struk kasir.
Alur Mundur: Melepas Pajak dan Biaya
Untuk mencari harga sebelum pajak, kita harus mengembalikan tagihan akhir dengan mengurangi biaya layanan dan membalik persentase pajak. Jika transaksi belanja maju membaca struk dari atas ke bawah, maka melacak harga awal dilakukan dengan cara sebaliknya: membaca struk dari baris paling bawah menuju ke atas.
Kita mulai dari angka yang tertera pada tagihan akhir Budi, yaitu $\text{Rp }192.000$.
Lepas Biaya Layanan Tetap Sebelum pajak dan biaya layanan ditambahkan, ada biaya admin tetap sebesar $\text{Rp }5.000$. Karena kita bergerak mundur, kita kurangi tagihan akhir dengan biaya ini:
$$\text{Rp }192.000 - \text{Rp }5.000 = \text{Rp }187.000$$
Lepas Tambahan Pajak $10\%$ Nilai $\text{Rp }187.000$ ini merupakan harga barang yang sudah menggelembung sebesar $10\%$ akibat pajak (nilainya setara dengan $110\%$ atau $1{,}1$ kali harga sebelum pajak). Untuk membalik proses penambahan pajak $10\%$, kita cukup membaginya dengan $1{,}1$:
$$\frac{\text{Rp }187.000}{1{,}1} = \text{Rp }170.000$$
Alur Mundur: Mengembalikan Diskon
Langkah terakhir melacak harga awal adalah mengembalikan potongan diskon ke harga yang telah bersih dari pajak. Sekarang kita sudah memegang harga bersih sebelum dikenakan pajak dan biaya layanan, yaitu $\text{Rp }170.000$.
Ingat kembali bahwa harga $\text{Rp }170.000$ ini diperoleh setelah harga awal dipotong diskon sebesar $\text{Rp }20.000$. Karena alur mundur membalik setiap operasi kebalikan aslinya:
Pengurangan biaya dibalik dengan penjumlahan.
Maka, potongan diskon sebesar $\text{Rp }20.000$ harus kita tambahkan kembali:
$$\text{Rp }170.000 + \text{Rp }20.000 = \text{Rp }190.000$$
Dengan demikian, harga awal barang yang dibeli Budi adalah $\text{Rp }190.000$ (Opsi C). Karena $\text{Rp }190.000 \ge \text{Rp }100.000$, syarat pembelian minimum diskon juga terpenuhi.
Harga tiket pesawat mendapat diskon potongan langsung sebesar Rp 50.000. Setelah diskon dipotong, harga tersebut dikenakan pajak bandara sebesar 20%. Jika total akhir yang harus dibayar adalah Rp 600.000, berapakah harga awal tiket pesawat tersebut sebelum diskon dan pajak?
- Rp 450.000
- Rp 500.000
- Rp 550.000
- Rp 670.000
Jawaban: Rp 550.000
Alur maju: Harga Awal dipotong diskon Rp 50.000, lalu dikali 1,2 (pajak 20%) menghasilkan Rp 600.000. Alur mundur: Bagi tagihan akhir dengan 1,2 sehingga Rp 600.000 / 1,2 = Rp 500.000 (harga setelah diskon). Kemudian tambahkan kembali potongan diskon Rp 50.000 sehingga Rp 500.000 + Rp 50.000 = Rp 550.000. Pengecoh A salah mengurangi lagi, B lupa menambah diskon, dan D menghitung pajak secara sembarangan.
Membalik langkah aritmetika bertingkat dari total akhir menuju harga awal dengan urutan operasi terbalik.