Peluang: Kombinasi dan Jalan Pintas Komplemen

Kapan Pakai Kombinasi vs Permutasi?

Kombinasi digunakan ketika urutan pemilihan tidak mengubah hasil akhir, sedangkan permutasi dipakai saat urutan menentukan perbedaan.

Dalam banyak soal peluang, langkah pertama adalah menentukan total kemungkinan cara memilih. Pertanyaan penuntun yang paling penting: apakah urutan pemilihan itu berpengaruh?

Perbandingan antara kombinasi memasukkan apel dan mangga ke dalam blender dengan permutasi memasukkan angka sandi pada layar kunci ponsel.

Bayangkan membuat jus: memasukkan apel lalu mangga menghasilkan jus yang sama persis dengan memasukkan mangga lalu apel. Karena urutan bahan tidak mengubah hasil jusnya, proses ini disebut Kombinasi.

Sebaliknya, bayangkan kata sandi HP: memasukkan angka $1$ lalu $2$ jelas berbeda dengan memasukkan $2$ lalu $1$. Urutan angka sangat menentukan apakah layar kunci terbuka atau tertutup. Inilah yang disebut Permutasi.

Pada soal meletakkan dua kelereng identik di kotak, menaruh kelereng di kotak A lalu B menghasilkan kondisi akhir yang sama persis dengan menaruh di kotak B lalu A. Kedua kelereng sama-sama menempati pasangan kotak yang sama. Karena urutannya tidak relevan, kita wajib menggunakan Kombinasi. Pola kombinasi ini juga muncul pada situasi seperti memilih $2$ orang perwakilan lomba dari $5$ anggota (Kombinasi) vs memilih ketua dan wakil ketua (Permutasi).

Guru memilih 3 siswa dari 10 siswa untuk membersihkan papan tulis secara bersama-sama. Tentukan kebenaran pernyataan berikut berdasarkan skenario di atas!

  • Pemilihan siswa ini menggunakan konsep Kombinasi karena urutan siapa yang dipanggil lebih dulu tidak penting. — Benar
  • Jika tugasnya diubah menjadi ketua kelas, sekretaris, dan bendahara, maka tetap menggunakan Kombinasi. — Salah

Pernyataan 1 Benar: Karena ketiga siswa memiliki tugas yang sama (membersihkan papan tulis bersama), urutan pemanggilan siswa tidak berpengaruh pada susunan kelompok (Kombinasi). Pernyataan 2 Salah: Ketika diberikan jabatan spesifik (ketua, sekretaris, bendahara), urutan orang yang terpilih menentukan posisi jabatannya, sehingga berubah menjadi Permutasi.

Menentukan apakah suatu skenario memerlukan kombinasi atau permutasi.

Menghitung Total Ruang Sampel

Banyaknya cara menyusun $r$ objek dari $n$ pilihan tanpa memperhatikan urutan dihitung dengan rumus kombinasi $C(n, r)$.

Ruang Sampel adalah total semua kemungkinan hasil yang bisa terjadi dari suatu kejadian, dan posisinya berada di penyebut dalam pecahan peluang. Menghitung ruang sampel dengan benar adalah kunci agar nilai peluang tidak meleset.

Rumus kombinasi dinyatakan sebagai:

$$C(n, r) = \frac{n!}{r!(n - r)!}$$

Untuk kasus meletakkan $2$ kelereng ke dalam $6$ kotak yang tersedia, kita perlu mencari banyaknya cara memilih $2$ kotak dari total $6$ kotak tanpa urutan:

$$n(S) = C(6, 2) = \frac{6!}{2!(6 - 2)!} = \frac{6!}{2! \times 4!}$$

Diagram penyederhanaan faktorial C 6, 2 dengan pembatalan 4 faktorial pada pembilang dan penyebut.

Langkah pembatalan faktorial membuat perhitungannya jauh lebih sederhana:

  1. Uraikan pembilang sampai bertemu faktorial terbesar di penyebut: $6! = 6 \times 5 \times 4!$.

  2. Coret suku $4!$ pada pembilang dan penyebut.

  3. Tersisa perkalian sederhana: $\frac{6 \times 5}{2 \times 1} = \frac{30}{2} = 15$.

Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola, dan kamu diminta mengambil 2 bola sekaligus. Berapa banyak total cara berbeda (ruang sampel) untuk mengambil bola tersebut?

  • 7
  • 10
  • 20
  • 25

Jawaban: 10

Jawaban B benar karena mengambil 2 bola sekaligus tanpa urutan dihitung dengan kombinasi: C(5, 2) = 5! / (2! × 3!) = (5 × 4) / (2 × 1) = 10. Opsi C salah karena menggunakan permutasi P(5, 2) = 20 (menganggap urutan bola berbeda). Opsi A salah karena hanya menjumlahkan 5 + 2 = 7. Opsi D salah karena mengalikan 5 × 5 = 25.

Kemampuan menerapkan rumus kombinasi untuk menghitung ruang sampel.

Jalan Pintas Komplemen Peluang

Peluang suatu kejadian TIDAK terjadi lebih mudah dihitung dengan $1$ dikurangi peluang kejadian itu TERJADI.

Soal meminta kita mencari peluang kedua kelereng tidak berseberangan. Kalau kita menghitung pasangan posisi yang tidak berseberangan satu per satu, prosesnya cukup panjang dan rawan terlewat.

Alih-alih menghitung yang rumit, kita gunakan prinsip Peluang Komplemen: cari dulu kejadian kebalikannya, yaitu peluang kelereng diletakkan saling berseberangan.

Diagram lingkaran yang menunjukkan total peluang utuh 1 dengan irisan berseberangan 3 per 15 dan tidak berseberangan 12 per 15.

Perhatikan susunan $6$ kotak yang melingkar:

Dengan ruang sampel $n(S) = 15$, peluang kedua kelereng berseberangan adalah:

$$P(K) = \frac{n(K)}{n(S)} = \frac{3}{15} = \frac{1}{5}$$

Karena total seluruh peluang dalam ruang sampel adalah $1$, maka peluang kejadian komplemennya (tidak berseberangan) adalah:

$$P(K') = 1 - P(K) = 1 - \frac{1}{5} = \frac{4}{5}$$

Jika diketahui peluang hujan turun esok hari adalah 2/7, berapakah peluang esok hari TIDAK hujan?

  • 1/7
  • 2/7
  • 5/7
  • 7/2

Jawaban: 5/7

Jawaban C benar karena peluang komplemen dihitung dari 1 - P(Hujan) = 1 - 2/7 = 5/7. Opsi B salah karena itu adalah peluang hujan terjadi, bukan peluang tidak hujan. Opsi A salah karena hanya menebak selisih kecil. Opsi D salah karena membalik pecahan peluang (peluang tidak boleh lebih dari 1).

Memahami dan menerapkan konsep komplemen peluang.