Membongkar Pola Barisan Selang-Seling
Kenapa Angkanya Tampak Acak?
Barisan yang angkanya naik-turun drastis biasanya adalah gabungan dari dua barisan berbeda yang diselang-seling. Saat pertama kali melihat deret bilangan dari soal:
$$1;\ 18;\ -1;\ 12;\ 1;\ a;\ b;\ 5{,}33;\ 1$$
Mencoba mencari satu aturan tunggal yang menghubungkan tiap suku bersebelahan (dari $1$ ke $18$, lalu $18$ ke $-1$) langsung terasa buntu. Angkanya melompat sangat jauh, lalu anjlok ke bilangan negatif, naik lagi, lalu tiba-tiba muncul bilangan pecahan di ujung.
Bayangkan barisan ini seperti dua benang warna-warni yang dirajut selang-seling menjadi satu helai syal. Kalau dilihat sekaligus dari depan, warnanya terlihat bercampur tanpa pola. Namun, begitu benang merah (suku ganjil, yaitu urutan ke-1, ke-3, ke-5, ...) dipisahkan dari benang biru (suku genap, yaitu urutan ke-2, ke-4, ke-6, ...), keteraturan tiap benang langsung terlihat jelas.
Mengurai Benang Merah (Suku Ganjil)
Pola pada salah satu barisan yang dipisah dapat ditemukan dengan mencari operasi yang konsisten antar angkanya. Mari kita amati urutan suku pada posisi ganjil (benang merah):
$$1;\ -1;\ 1;\ b;\ 1$$
Perhatikan transisi nilainya: dari $1$ menjadi $-1$, lalu kembali lagi ke $1$. Nilainya tidak membesar maupun mengecil, melainkan berganti-ganti tanda secara berulang. Operasi perkalian apa yang menghasilkan pergantian tanda seperti ini? Jawabannya adalah perkalian dengan $-1$:
$$1 \times (-1) = -1$$
$$-1 \times (-1) = 1$$
Karena operasinya konsisten dikali $-1$, kita bisa mencari nilai $b$ dengan menerapkan operasi yang sama pada suku sebelumnya:
$$b = 1 \times (-1) = -1$$
Dengan memeriksa suku setelah $b$, yaitu $-1 \times (-1) = 1$, kita memastikan bahwa nilai $b = -1$ cocok dengan urutan bilangan pada soal.
Pada barisan bilangan $2;\ 10;\ -4;\ 20;\ 8;\ 40;\ x;\ y\dots$ berapakah nilai dari $x$?
- -16
- 16
- -12
- 80
Jawaban: -16
Posisi x berada pada urutan ganjil ke-7 (pola suku ganjil: 2, -4, 8, x). Tiap suku dikalikan dengan rasio tetap -2 secara berulang (2 * -2 = -4, -4 * -2 = 8). Maka suku berikutnya adalah x = 8 * (-2) = -16. Opsi B salah karena mengabaikan tanda negatif, opsi C salah karena mengira pola pengurangan konstan, dan opsi D salah karena mengambil pola suku genap.
Pola perkalian dengan bilangan negatif menghasilkan tanda yang bergantian.
Awas Jebakan Aritmetika di Benang Biru
Selalu uji dugaan sebuah pola hingga ke suku berikutnya; jangan langsung menyimpulkan hanya dari dua angka pertama. Sekarang kita alihkan fokus ke benang biru, yaitu suku-suku pada posisi genap:
$$18;\ 12;\ a;\ 5{,}33$$
Jebakan paling umum di sini adalah langsung menyimpulkan bahwa $18$ ke $12$ merupakan pengurangan $6$ (deret aritmetika). Akibatnya, banyak yang terburu-buru menganggap $a = 12 - 6 = 6$, persis seperti pada Opsi C. Namun, jika aturan dikurang $6$ ini diteruskan, suku berikutnya setelah $a$ mestinya bernilai $6 - 6 = 0$.

Fakta di dalam soal menunjukkan angka terakhirnya adalah $5{,}33$, bukan $0$. Fakta ini mematahkan dugaan barisan aritmetika dengan beda $-6$. Hadirnya bilangan pecahan desimal ($5{,}33$) di ujung barisan adalah petunjuk kuat bahwa hubungan antar sukunya bukanlah penjumlahan atau pengurangan biasa, melainkan operasi perkalian atau pembagian (barisan geometri).