Parallelism: Aturan Pola Kembar

Daftar Belanja yang Bikin Canggung

Pernah nggak kamu nitip belanjaan ke teman pakai kalimat begini: "Eh, titip apel, jeruk, dan aku mau tidur ya!"

Aneh banget, kan? Otak kita otomatis ngerasa ada yang "putus" di akhir kalimat. Kenapa? Karena saat kita mendengar sebuah daftar (list), otak kita otomatis mengharapkan pola yang konsisten.

Coba bandingkan dua kalimat ini:

  1. "Aku suka berenang, berlari, dan bersepeda." (Enak dibaca, mengalir lancar)

  2. "Aku suka berenang, berlari, dan aku membeli sepeda baru." (Terasa janggal dan putus)

Kejanggalan di kalimat kedua terjadi karena elemen ketiganya ("aku membeli...") tiba-tiba ganti kostum. Padahal, dua antrean di depannya rapi memakai kostum "kata kerja murni" (berenang, berlari).

ilustrasi

Nah, dalam bahasa Inggris, konsep "memakai seragam yang sama dalam satu antrean" ini disebut Parallelism atau Parallel Structure. Intinya cuma satu: elemen di dalam satu daftar harus sejajar atau punya bentuk yang sama persis.

Kalau kamu menyusun daftar kata benda, semuanya harus kata benda. Kalau daftar kata kerja, semuanya harus kata kerja. Nggak boleh ada satu elemen pun yang tiba-tiba "salah kostum".

Berdasarkan intuisi 'kesetaraan' di atas, kalimat mana yang terasa paling konsisten polanya?

  • A. The company is looking for a candidate who is friendly, organized, and has a meticulous nature.
  • B. The company is looking for a candidate who is friendly, organized, and arriving on time.
  • C. The company is looking for a candidate who is friendly, organized, and meticulous.
  • D. The company is looking for a candidate who is friendly, is organized, and meticulous.

Jawaban: C. The company is looking for a candidate who is friendly, organized, and meticulous.

'friendly', 'organized', dan 'meticulous' semuanya murni kata sifat (adjective). Opsi lain merusak pola karena mencampur kata sifat dengan frasa kata kerja atau klausa.

Parallelism mengharuskan elemen dalam satu daftar memiliki bentuk gramatikal yang setara (sama jenisnya).

Rumus Timbangan Kata Hubung

Kalau di halaman sebelumnya kita pakai "intuisi enak dibaca", sekarang kita masuk ke rumus pastinya. Kenapa sih bentuknya harus sama? Jawabannya ada di "kata hubung" (conjunction).

Kata hubung seperti AND, OR, dan BUT (sering disebut FANBOYS) bertindak persis seperti tiang penyangga sebuah timbangan klasik. Timbangan ini menuntut beban di sebelah kiri dan kanannya harus seimbang, alias jenis kata (part of speech) yang menempatinya harus sama.

Rumus Dasar Kesetaraan (Parallel Structure):

Gimana kalau daftarnya panjang? Kalau kamu ketemu pola berderet yang dipisahkan oleh koma (A, B, and C), hukum timbangannya akan berlaku untuk semua elemen dalam deretan tersebut. Artinya: Bentuk A = Bentuk B = Bentuk C.

Di soal ujianmu tadi, polanya adalah: "... led to a promotion (A), _____ (B), and an award (C)."

Karena elemen A (a promotion) dan elemen C (an award) adalah Noun Phrase (frasa benda), maka timbangannya mewajibkan elemen B yang kosong di tengah itu HARUS berbentuk Noun Phrase juga!

Mana kalimat di bawah ini yang mematuhi 'Hukum Timbangan' Parallelism?

  • A. The new employee is smart, energetic, and a hard worker.
  • B. The new employee is smart, energetic, and hardworking.
  • C. The new employee is smart, has energy, and hardworking.
  • D. The new employee is smart, energetic, and to work hard.

Jawaban: B. The new employee is smart, energetic, and hardworking.

'Smart' dan 'energetic' adalah kata sifat (adjective), jadi elemen ketiga juga harus kata sifat, yaitu 'hardworking'. Opsi A mencampur kata sifat dengan frasa benda ('a hard worker').

Kata hubung 'and' berfungsi sebagai timbangan yang menuntut kesetaraan jenis kata (Noun disejajarkan dengan Noun).

Bedah Kata: Kenapa Opsi Lain Gugur?

Waktu mendiagnosa awal, kamu sempat memilih opsi B ("he received recognition") karena bunyinya paling pas saat dibaca, atau mungkin mikir opsi A ("to receive recognition") itu sama-sama benda. Yuk, kita luruskan miskonsepsi ini pakai mikroskop grammar!

Ingat patokan utama kita: "a promotion" (sebuah promosi) dan "an award" (sebuah penghargaan). Keduanya adalah kata benda murni (Noun Phrase).

Mari kita bedah kenapa "spesies" yang beda nggak bisa digabung dalam satu antrean:

  1. Opsi B (he received recognition) - KLAUSA Ini bukan kata benda, melainkan sebuah kalimat utuh! Ada subjek ("he") dan ada predikat/kata kerja ("received"). Menggabungkan kata benda tunggal dengan kalimat utuh dalam satu daftar itu terlalu jomplang. Coret!

  2. Opsi A (to receive recognition) - INFINITIVE (Frasa Kerja) Kata yang diawali to + Verb 1 (to receive) adalah frasa yang menunjukkan tindakan (Infinitive Phrase), bukan benda mati atau konsep. Ini beda spesies dengan benda. Coret!

  3. Opsi C (his peers recognized him) - KLAUSA Sama seperti opsi B, ini juga kalimat utuh (Subjek: his peers, Verb: recognized). Coret!

  4. Opsi D (recognition by his peers) - NOUN (Frasa Benda) Nah, ini dia jodohnya! "Recognition" (pengakuan) adalah kata benda murni (berakhiran -tion adalah ciri khas Noun). Tambahan "by his peers" di belakangnya cuma aksesori (prepositional phrase) yang menjelaskan pengakuan dari siapa. Bentuk intinya tetap Noun. Pilih ini!

Mengapa deretan 'She enjoys a good book, quiet evenings, and to write poetry' SALAH secara tata bahasa?

  • A. "to read" dan "writing" sama-sama verb-ing.
  • B. "a good book" adalah Noun Phrase, sedangkan "to write" adalah Infinitive (tindakan).
  • C. "to write" adalah kata benda, tapi "a good book" adalah klausa utuh.
  • D. Tidak ada kata hubung (conjunction) di dalam kalimat tersebut.

Jawaban: B. "a good book" adalah Noun Phrase, sedangkan "to write" adalah Infinitive (tindakan).

'A good book' adalah kata benda (Noun), sedangkan 'to write' adalah frasa tindakan (Infinitive). Menggabungkannya melanggar aturan parallelism karena jenisnya tidak setara.

Frasa kerja (infinitive) tidak boleh disejajarkan dengan kata benda murni (noun) dalam struktur paralel.