Akar, Aljabar, dan Hukum Distributif

Koefisien Tak Terlihat

Simbol tunggal dalam aljabar atau akar tanpa angka di depannya secara implisit memiliki koefisien $1$. Dalam aljabar formal, koefisien berperan sebagai faktor pengali numerik di depan variabel atau bentuk akar. Berdasarkan sifat identitas perkalian pada bilangan real, perkalian sembarang nilai $x$ dengan bilangan $1$ selalu menghasilkan nilai itu sendiri:

Prinsip identitas yang sama berlaku mutlak pada tanda negatif: $-x = -1 \cdot x$. Karena itu, suku $-\sqrt{3}$ memiliki arti aljabar yang setara dengan $-1\sqrt{3}$.

Pada ekspresi aljabar seperti $2x + 5x - x$, bentuk tersebut harus dibaca secara presisi sebagai $2x + 5x - 1x$ sebelum dioperasikan.

Hukum Distributif

Operasi penjumlahan koefisien pada suku sejenis bukan sekadar aturan praktis, melainkan turunan langsung dari sifat distributif. Secara umum, hukum distributif perkalian terhadap penjumlahan menyatakan bahwa:

Ketika kita membalik kesamaan tersebut, suku-suku yang memuat faktor sekutu $c$ dapat difaktorkan keluar. Prinsip formal ini menjadi fondasi utama dalam menyederhanakan kombinasi suku aljabar.

Perhatikan penurunan aljabar formal untuk ekspresi $2x + 5x - 1x$:

Faktor persekutuan $x$ ditarik keluar tanda kurung, menyisakan seluruh pengali numeriknya untuk diselesaikan melalui operasi aritmatika biasa. Menjumlahkan atau mengurangkan angka di depan variabel sah secara matematis semata-mata karena kesetaraan distributif ini.

Eksplorasi interaktif di atas memperlihatkan bahwa mengelompokkan koefisien tidak mengubah nilai ekspresi secara keseluruhan; hukum distributif menjamin kedua bentuk tersebut identik pada setiap titik perhitungan.

Tentukan kebenaran dari pernyataan berikut mengenai penyederhanaan bentuk aljabar $4y^2 - y^2$:

  • Nilai dari ekspresi 4y^2 - y^2 setara dengan bentuk (4 - 1)y^2 berdasarkan pemfaktoran distributif. — Benar
  • Bentuk 4y^2 - y^2 tidak dapat disederhanakan karena suku kedua tidak memiliki angka koefisien. — Salah

Pernyataan 1 Benar: Berdasarkan sifat distributif, faktor persekutuan y^2 dapat ditarik keluar menjadi (4 - 1)y^2 karena suku -y^2 secara implisit bernilai -1y^2. Pernyataan 2 Salah: Simbol y^2 tanpa angka di depannya memiliki koefisien implisit 1, sehingga 4y^2 - y^2 tetap dapat disederhanakan menjadi 3y^2.

Hukum distributif dapat membuktikan penyederhanaan suku sejenis pada variabel berpangkat.

Mengeksekusi Bentuk Akar

Bentuk akar dapat diperlakukan sebagai variabel tunggal dalam operasi penjumlahan jika memiliki radikan yang persis sama. Bilangan yang berada di dalam tanda akar disebut radikan. Jika radikan dan indeks akarnya identik di setiap suku, suku-suku tersebut merupakan suku sejenis.

Dengan mensubstitusikan variabel $x$ dari pembuktian aljabar sebelumnya dengan $\sqrt{3}$, kita dapat menerapkan sifat distributif secara langsung pada soal:

Deduksi formal ini membuktikan secara pasti bahwa Opsi A ($6\sqrt{3}$) adalah jawaban yang benar. Pilihan lain seperti Opsi D ($9\sqrt{3}$) dan Opsi E ($10\sqrt{3}$) keliru karena merupakan tebakan numerik yang tidak berakar pada penurunan hukum distributif aljabar.

Berdasarkan prinsip aljabar formal, berapakah hasil penyederhanaan dari $3\sqrt{5} + \sqrt{5} - 2\sqrt{5}$?

  • $2\sqrt{5}$
  • $\sqrt{5}$
  • $4\sqrt{5}$
  • $6\sqrt{5}$

Jawaban: $2\sqrt{5}$

Opsi A benar karena koefisien suku sejenis dikelompokkan dengan sifat distributif: (3 + 1 - 2)\sqrt{5} = 2\sqrt{5}. Opsi B salah karena mengabaikan suku tengah \sqrt{5} (menghitung 3 - 2 = 1). Opsi C salah karena mengabaikan tanda negatif pada koefisien terakhir (menghitung 3 + 1 = 4). Opsi D salah karena menjumlahkan seluruh nilai tanpa mengurangkan suku terakhir (3 + 1 + 2 = 6).

Bentuk akar dengan radikan sama dapat digabungkan dengan menjumlahkan atau mengurangkan koefisiennya.