Gaya Antarmolekul: Magnet di Balik Zat Cair

Awal Mula: Tarik Tambang Elektron

Kepolaran molekul terjadi karena ada atom yang lebih kuat menarik elektron dibanding lawannya. Ketika dua atom berikatan secara kovalen, mereka sebenarnya sedang berbagi sepasang elektron. Kamu bisa membayangkan pemakaian bersama elektron ini seperti dua orang yang memegang seutas tali yang sama dalam permainan tarik tambang.

Dua karakter sedang tarik tambang, karakter besar menarik sebagian besar tali ke sisinya

Namun, tarikan kedua atom ini jarang sekali benar-benar seimbang. Kemampuan suatu atom untuk menarik elektron ikatan ke arah dirinya disebut keelektronegatifan. Pada molekul hidrogen klorida ($\text{HCl}$), atom klorin ($\text{Cl}$) jauh lebih kuat menarik elektron dibandingkan atom hidrogen ($\text{H}$). Ibarat orang dewasa bertubuh besar melawan anak kecil dalam tarik tambang, sebagian besar tali akan tertarik dan menumpuk di sisi klorin.

Karena elektron bermuatan negatif lebih banyak berkumpul di sekitar $\text{Cl}$, ujung klorin menjadi agak negatif ($\delta-$). Sebaliknya, ujung hidrogen yang 'kekurangan' elektron menjadi agak positif ($\delta+$). Pemisahan muatan positif dan negatif di dua ujung ini menghasilkan kutub muatan yang kita sebut dipol permanen. Molekul yang memiliki dua kutub seperti ini disebut molekul polar.

Jika dua atom yang sama persis berikatan kovalen membentuk molekul gas fluorin (F2), apakah molekul tersebut memiliki dipol permanen?

  • Ya, karena setiap ikatan kimia selalu memiliki kutub positif dan negatif
  • Tidak, karena kedua atom memiliki kekuatan menarik elektron yang sama persis
  • Ya, asalkan bentuk molekulnya digambarkan tidak beraturan di ruang tiga dimensi
  • Tidak, karena massa molekul tersebut terlalu ringan untuk membentuk kutub muatan

Jawaban: Tidak, karena kedua atom memiliki kekuatan menarik elektron yang sama persis

Molekul F2 tersusun atas dua atom fluorin yang identik, sehingga keduanya menarik pasangan elektron ikatan dengan kekuatan yang sama persis. Akibatnya, sebaran elektron merata di tengah dan tidak ada pengutuban muatan (nonpolar, tidak punya dipol permanen). Jawaban A salah karena ikatan antar-atom sejenis tidak berkutub, C salah karena molekul diatomik selalu simetris tarikannya, dan D salah karena kepolaran ditentukan oleh beda kekuatan tarik elektron, bukan berat massa molekul.

Molekul polar terbentuk akibat perbedaan kekuatan menarik elektron antara atom penyusunnya.

Magnet-magnet Kecil

Molekul polar akan saling tarik-menarik antara kutub positif dan negatifnya, disebut gaya dipol-dipol. Karena molekul $\text{HCl}$ adalah molekul polar, setiap molekulnya bertindak seperti magnet batang kecil yang memiliki ujung positif di sisi $\text{H}$ dan ujung negatif di sisi $\text{Cl}$.

Diagram gaya tarik-menarik antarmolekul polar dengan kutub berlawanan saling berdekatan

Bayangkan ketika jutaan molekul $\text{HCl}$ berkumpul bersama di dalam wujud cairan. Ujung positif ($\delta+$) dari satu molekul akan secara alami mendekat dan tertarik ke ujung negatif ($\delta-$) milik molekul tetangganya. Tarik-menarik antara satu molekul dengan molekul tetangganya ini dinamakan gaya antarmolekul.

Karena kutub pada $\text{HCl}$ terbentuk permanen akibat perbedaan tarikan atom, interaksi tarik-menarik yang terjadi di antaranya disebut gaya dipol-dipol permanen. Inilah alasan mengapa Opsi C benar: pada sampel cairan $\text{HCl}$ murni, gaya dipol-dipol inilah yang paling dominan mengikat molekul-molekul tersebut tetap berdampingan sebagai cairan.

Tentukan apakah tiap pernyataan tentang gaya dipol-dipol berikut Benar atau Salah:

  • Gaya dipol-dipol mengikat atom H dan Cl di dalam satu molekul yang sama. — Salah
  • Gaya dipol-dipol melibatkan tarikan antar-ujung yang berlawanan muatan parsialnya. — Benar

Pernyataan 1 SALAH: Ikatan yang menyatukan atom H dan Cl di dalam satu molekul adalah ikatan kovalen polar (ikatan intramolekul). Gaya dipol-dipol bekerja di luar molekul, yaitu antara molekul yang satu dengan tetangganya (intermolekul). Pernyataan 2 BENAR: Inti dari gaya dipol-dipol adalah tarikan elektrostatik antara kutub muatan berlawanan, yaitu kutub positif parsial satu molekul dengan kutub negatif parsial molekul sebelahnya.

Gaya dipol-dipol terjadi antar-molekul polar yang berdekatan, bukan di dalam molekul itu sendiri.

Misteri Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen hanya terjadi jika atom $\text{H}$ berikatan langsung dengan atom yang sangat elektronegatif ($\text{F}$, $\text{O}$, $\text{N}$). Mengapa cairan $\text{HCl}$ murni tidak didominasi oleh ikatan hidrogen, padahal di rumusnya jelas-jelas terdapat atom hidrogen? Pertanyaan inilah yang membuat Opsi B salah sekaligus menjadi jebakan paling umum bagi siswa.

Ikatan hidrogen sebenarnya adalah versi 'VIP' atau versi super kuat dari gaya dipol-dipol. Gaya ini membutuhkan tarikan elektron yang sangat ekstrem. Syaratnya sangat ketat: atom hidrogen harus menempel langsung pada salah satu dari tiga atom paling elektronegatif di tabel periodik, yaitu Fluorin ($\text{F}$), Oksigen ($\text{O}$), atau Nitrogen ($\text{N}$) — kamu bisa mengingatnya dengan singkatan FON.

Sebagai perbandingan, pada air ($\text{H}_2\text{O}$), atom $\text{H}$ berikatan langsung dengan $\text{O}$, sehingga air memiliki ikatan hidrogen yang kokoh. Sebaliknya pada $\text{HCl}$, meskipun klorin cukup kuat menarik elektron, ukuran atom klorin jauh lebih besar. Akibat ukuran atom yang besar ini, muatan negatifnya menyebar ke ruang yang lebih luas sehingga daya tariknya tidak cukup pekat untuk membentuk ikatan hidrogen. Karena itu, $\text{HCl}$ hanya menghasilkan gaya dipol-dipol biasa, bukan ikatan hidrogen.

Senyawa manakah di bawah ini yang cairan murninya membentuk interaksi ikatan hidrogen antarmolekul?

  • Amonia (NH3)
  • Hidrogen bromida (HBr)
  • Metana (CH4)
  • Karbon monoksida (CO)

Jawaban: Amonia (NH3)

Amonia (NH3) memiliki atom H yang terikat langsung pada atom nitrogen (N), sehingga memenuhi syarat 'FON' dan dapat membentuk ikatan hidrogen antarmolekul. HBr bukan ikatan hidrogen karena Br tidak termasuk FON; CH4 bukan karena C memiliki keelektronegatifan yang relatif rendah dan bukan FON; sedangkan CO sama sekali tidak memiliki atom hidrogen.

Ikatan hidrogen hanya terbentuk jika atom H berikatan langsung dengan F, O, atau N.