Biaya Peluang: Menghitung Pengorbanan
Memilah Informasi dengan Tabel
Langkah pertama menghitung biaya peluang adalah mengabaikan semua biaya yang dikeluarkan untuk pilihan yang diambil, dan hanya melihat nilai dari alternatif yang ditinggalkan.

Bayangkan sebuah Tabel Persimpangan dengan dua kolom: Dipilih dan Ditinggalkan.
Kolom "Dipilih" (Kuliah): Masukkan biaya kuliah sebesar Rp80.000.000,00. Angka ini adalah biaya eksplisit, yaitu uang nyata yang keluar dari dompet untuk menjalankan pilihan tersebut. Coret angka ini, karena biaya yang kita bayar untuk pilihan yang diambil bukanlah biaya peluang.
Kolom "Ditinggalkan" (Bekerja): Masukkan gaji yang batal diterima, yaitu Rp3.500.000,00 per bulan. Inilah manfaat dari alternatif terbaik yang dikorbankan, sekaligus satu-satunya fondasi angka yang akan kita hitung.
Awas Jebakan Satuan Waktu
Pendapatan yang hilang harus dihitung penuh selama durasi kegiatan berlangsung, dengan menyamakan satuan waktu antara gaji dan lama kegiatan.

Perhatikan keterangan waktu pada soal: gaji dihitung per bulan (Rp3.500.000,00), sedangkan masa kuliah berlangsung selama 4 tahun.
Mengalikan Rp3.500.000,00 langsung dengan angka $4$ adalah kesalahan fatal karena mencampur satuan bulan dengan tahun. Gaji bulanan dibayarkan setiap bulan, bukan sekali setahun.
Karena $1\text{ tahun} = 12\text{ bulan}$, kita perlu menyetarakan satuan waktunya terlebih dahulu:
$$\text{Durasi waktu} = 4 \times 12\text{ bulan} = 48\text{ bulan}$$
Jika kita hanya mengalikan gaji sebulan dengan $12$, kita baru menghitung pendapatan yang hilang selama $1$ tahun ($3.500.000 \times 12 = 42.000.000$). Inilah penyebab Opsi D (Rp42.000.000,00) salah, karena pengorbanan Fitri berlangsung selama $4$ tahun penuh, bukan $1$ tahun saja.
Budi memutuskan untuk mengikuti pelatihan selama 2 minggu (14 hari penuh). Untuk mengikuti pelatihan tersebut, Budi harus meninggalkan pekerjaannya yang memberi upah harian sebesar Rp100.000,00 per hari. Berapakah biaya peluang yang ditanggung Budi selama pelatihan?
- Rp100.000,00
- Rp200.000,00
- Rp700.000,00
- Rp1.400.000,00
Jawaban: Rp1.400.000,00
Durasi pelatihan adalah 2 minggu atau 14 hari. Karena upah yang ditinggalkan dihitung harian (Rp100.000,00/hari), maka total biaya peluang adalah $14 \times \text{Rp}100.000,00 = \text{Rp}1.400.000,00$. Opsi A salah karena hanya menghitung 1 hari. Opsi B salah karena langsung mengalikan dengan angka 2 minggu tanpa konversi hari. Opsi C salah karena menganggap 2 minggu hanya 7 hari.
Biaya peluang dihitung dengan menyamakan satuan waktu pendapatan yang dikorbankan dengan durasi kegiatan.
Mengeksekusi Perhitungan Akhir
Total biaya peluang didapatkan dengan mengalikan pendapatan per satuan waktu dengan total durasi waktu yang sudah disetarakan.

Sekarang kita masukkan angka yang sudah setara ke dalam perhitungan dari kolom "Ditinggalkan" pada Tabel Persimpangan:
$$\text{Biaya Peluang} = \text{Gaji per bulan} \times \text{Jumlah bulan}$$
$$\text{Biaya Peluang} = \text{Rp}3.500.000,00 \times 48\text{ bulan}$$
Trik menghitungnya sangat mudah tanpa perlu pusing dengan banyaknya angka nol:
Simpan lima angka nol di belakang: kalikan $35 \times 48$.
Pecah perkaliannya: $35 \times 48 = 35 \times (40 + 8) = 1.400 + 280 = 1.680$.
Pasang kembali nolnya: menjadi Rp168.000.000,00.
Hasil perhitungan ini membuktikan secara pasti bahwa Opsi B (Rp168.000.000,00) adalah jawaban yang benar. Perhitungannya sebenarnya sangat ramah dan sederhana, kuncinya hanya memastikan satuannya sudah sama sejak awal!