Aturan Kosinus: Mengukur Jarak Tak Terjangkau
Menerjemahkan Kelajuan Jadi Jarak
Panjang sisi segitiga dalam soal geometri spasial harus berupa satuan jarak, bukan kelajuan.
Bayangkan sepasang kaki jangka yang dibuka pada sudut tertentu. Titik engsel jangka adalah pos induk lalu lintas tempat kedua armada patroli mula-mula berkumpul. Dua batang kaki jangka yang merentang mewakili rute tempuh masing-masing armada. Namun, angka $40\text{ km/jam}$ dan $50\text{ km/jam}$ hanyalah kelajuan—seberapa cepat kaki jangka itu memanjang tiap jam—bukan panjang fisik lengan jangka tersebut di atas peta.
Untuk mengetahui panjang bentangan lengan jangka saat kedua mobil berhenti, kita wajib mengalikan kelajuan konstan dengan waktu tempuh selama $2\text{ jam}$:
Jarak Mobil A ($s_A$): $40\text{ km/jam} \times 2\text{ jam} = 80\text{ km}$
Jarak Mobil B ($s_B$): $50\text{ km/jam} \times 2\text{ jam} = 100\text{ km}$
Pola perubahan kelajuan menjadi jarak lintasan ini selalu berulang di berbagai persoalan spasial, seperti kalkulasi navigasi kapal laut atau rute penerbangan pesawat yang menyimpang arah.
Sebuah kapal patroli bergerak dengan kelajuan konstan 30 knot selama 3 jam di jalur pertama, sementara kapal kedua melaju 20 knot selama durasi yang sama di jalur lain yang bercabang 45 derajat. Berapa panjang sisi segitiga yang mewakili pergerakan kapal pertama pada peta navigasi?
- 10 mil laut, diperoleh dengan membagi kecepatan terhadap durasi tempuh
- 30 mil laut, diperoleh langsung dari nilai kecepatan awal kapal tersebut
- 60 mil laut, diperoleh dengan mengalikan kecepatan kapal kedua dan durasi tempuh
- 90 mil laut, diperoleh dengan mengalikan kecepatan kapal pertama dan durasi tempuh
Jawaban: 90 mil laut, diperoleh dengan mengalikan kecepatan kapal pertama dan durasi tempuh
Panjang lintasan pada peta geometri dihitung dengan mengalikan kelajuan konstan dan waktu tempuh: $30\text{ knot} \times 3\text{ jam} = 90\text{ mil laut}$. Memakai angka kelajuan langsung ($30$) atau membaginya ($10$) adalah kekeliruan umum saat memodelkan soal cerita ke bentuk bangun datar.
Besaran kelajuan dan waktu harus dikalikan untuk menjadi panjang lintasan.
Asal Mula Aturan Kosinus
Aturan kosinus pada dasarnya adalah perluasan dari teorema Pythagoras untuk segitiga yang bukan siku-siku.

Kembali ke analogi lengan jangka kita. Sudut apit di antara kedua lintasan adalah $60^\circ$—sebuah sudut lancip, bukan sudut siku-siku ($90^\circ$). Karena bukan segitiga siku-siku, kita tidak bisa langsung menghitung jarak antarmobil dengan teorema Pythagoras biasa ($c^2 \neq a^2 + b^2$).
Agar logika Pythagoras bisa bekerja, kita tarik garis tinggi $h$ dari ujung salah satu lengan tegak lurus ke sisi alas. Segitiga sembarang kini terbelah menjadi dua segitiga siku-siku berdampingan:
Sisi alas terpotong menjadi dua segmen: bagian pertama adalah proyeksi alas dengan panjang $a \cos(\theta)$, dan bagian sisanya berukuran $b - a \cos(\theta)$.
Tinggi segitiga adalah $h = a \sin(\theta)$.
Terapkan Pythagoras pada segitiga siku-siku kedua yang memuat sisi $c$:
$$c^2 = h^2 + (b - a \cos(\theta))^2$$
$$c^2 = (a \sin(\theta))^2 + b^2 - 2ab \cos(\theta) + a^2 \cos^2(\theta)$$
Karena $\sin^2(\theta) + \cos^2(\theta) = 1$, kedua suku kuadrat menyatu:
$$c^2 = a^2 + b^2 - 2ab \cos(\theta)$$
Prinsip proyeksi dan penyesuaian sudut ini juga yang mendasari rumus resultan dua vektor gaya dalam fisika.
Menyederhanakan Akar Raksasa
Angka di dalam akar yang sangat besar bisa diselesaikan cepat dengan memfaktorkan kuadrat sempurna yang jelas, seperti ratusan.
Sekarang, mari kita masukkan data lintasan armada patroli kita ke dalam aturan kosinus:
$$c^2 = 80^2 + 100^2 - 2(80)(100)\cos(60^\circ)$$
$$c^2 = 6400 + 10000 - 16000\left(\frac{1}{2}\right)$$
$$c^2 = 16400 - 8000 = 8400$$
Maka, jarak garis lurus (line-of-sight) antara Mobil A dan Mobil B adalah $c = \sqrt{8400}$. Banyak siswa terhenti di titik ini karena angka $8400$ tampak sangat besar dan tidak tertera di opsi jawaban.
Jangan panik mencoba faktorisasi prima panjang satu per satu. Gunakan strategi pemisahan kuadrat sempurna secara bertahap:
Langkah 1 (Kelipatan Ratusan): Karena berakhiran dua nol, keluarkan $100$ terlebih dahulu:
$$\sqrt{8400} = \sqrt{100 \times 84} = 10\sqrt{84}$$
Langkah 2 (Faktor Kuadrat Kecil): Amati sisa angka di dalam akar, yakni $84$. Angka ini masih bisa dibagi $4$ ($4 \times 21$):
$$10\sqrt{84} = 10\sqrt{4 \times 21} = 10 \times 2\sqrt{21} = 20\sqrt{21}$$
Dalam perhitungan jarak navigasi lainnya, diperoleh nilai kuadrat jarak $c^2 = 18000$. Bentuk paling sederhana dari panjang lintasan $c = \sqrt{18000}$ adalah ....
- $30\sqrt{20}\text{ satuan}$, terhenti saat memfaktorkan $900 \times 20$ tanpa menyederhanakan lagi
- $60\sqrt{5}\text{ satuan}$, memfaktorkan kuadrat sempurna terbesar $3600 \times 5$ secara tuntas
- $90\sqrt{10}\text{ satuan}$, mengira faktor kuadrat di dalam akar berasal dari pembagian sembilan puluh
- $300\sqrt{2}\text{ satuan}$, keliru memperlakukan bilangan ratusan sebagai kuadrat bernilai sembilan puluh ribu
Jawaban: $60\sqrt{5}\text{ satuan}$, memfaktorkan kuadrat sempurna terbesar $3600 \times 5$ secara tuntas
Faktorisasi bertahap: $18000 = 100 \times 180 = 100 \times 36 \times 5 = 3600 \times 5$. Menarik akar dari kuadrat sempurna menghasilkan $\sqrt{3600 \times 5} = 60\sqrt{5}$. Opsi $30\sqrt{20}$ belum tuntas karena $\sqrt{20}$ masih menyimpan faktor $4$. Opsi lainnya memuat kekeliruan perhitungan aritmetika kuadrat.
Memfaktorkan bilangan besar dalam akar melalui kuadrat sempurnanya menyederhanakan perhitungan.