Ilusi Kata Baku: Antara "Santai" dan "Salah"
Mitos "Baku = Kaku"
Pernah nggak kamu ragu milih sebuah kata di soal UTBK karena kata itu kerasa "terlalu santai" atau sering banget dipakai ngobrol sehari-hari?
Banyak orang kejebak miskonsepsi ini: menganggap kata baku itu pasti terdengar kaku, megah, dan mirip teks pidato resmi. Kenyataannya, kebakuan sebuah kata murni ditentukan oleh kesesuaian ejaannya, bukan dari nuansanya. Selama sebuah kata ditulis sesuai pedoman (KBBI dan PUEBI), maka kata itu 100% baku, sesantai apa pun maknanya.

Jebakan ini sering muncul di soal lewat kata-kata kasual. Misalnya, kita sering ngira kata napas, utang, dan isap itu bentuk "jalanan" atau bahasa gaul, lalu merasa bentuk nafas, hutang, dan hisap lebih pantas disebut "resmi". Padahal, bentuk yang kerasa santai itulah yang justru benar ejaannya menurut KBBI!
Apa syarat UTAMA yang menentukan sebuah kata bisa disebut sebagai 'kata baku'?
- A. Memiliki makna yang rumit dan berat
- B. Tidak pernah digunakan dalam obrolan sehari-hari
- C. Ejaannya tepat dan terdaftar sesuai pedoman resmi (KBBI)
- D. Harus selalu memiliki awalan dan akhiran yang lengkap
Jawaban: C. Ejaannya tepat dan terdaftar sesuai pedoman resmi (KBBI)
Baku tidaknya sebuah kata murni dinilai dari kesesuaian penulisannya terhadap aturan (KBBI dan PUEBI), bukan karena terkesan formal atau kaku saat diucapkan. Kata sehari-hari pun bisa baku jika dieja dengan benar.
Kata baku ditentukan oleh kebenaran ejaan sesuai pedoman (KBBI/PUEBI), bukan dari kesan kaku atau kasual maknanya.
Membedah "Sekali Pakai"
Di soal tadi, kenapa kita gampang curiga sama frasa sekali pakai di opsi C? Karena frasa itu kerasa kayak bahasa iklan atau obrolan lisan. Tapi mari kita bedah menggunakan aturan ejaan yang benar!
Menurut kaidah pembentukan kata, frasa umum yang terdiri dari dua kata dasar yang berdiri sendiri wajib ditulis terpisah (menggunakan spasi), kecuali kalau sudah jadi kata majemuk yang sangat padu (seperti matahari atau kacamata).
Coba kita pecah frasanya:
Kata pertama: sekali. Ejaannya benar dan terdaftar di KBBI.
Kata kedua: pakai. Ejaannya juga benar.
Aturan spasi: Karena frasa ini tidak mendapat imbuhan gabungan (awalan dan akhiran sekaligus), penulisannya tetap dipisah spasi.
Jadi, penulisan sekali pakai itu sudah baku secara mutlak. Nggak ada huruf yang salah, dan spasinya ada di tempat yang semestinya.
Berdasarkan aturan spasi pada gabungan kata, manakah dari pilihan berikut yang penulisannya SUDAH BAKU?
- A. Kerja-sama
- B. Terima kasih
- C. Bertanggungjawab
- D. Olah raga
Jawaban: B. Terima kasih
Frasa 'terima kasih' adalah gabungan dua kata yang harus ditulis terpisah dengan spasi, sama seperti 'sekali pakai' dan 'tanggung jawab'. (Catatan: olahraga ditulis serangkai karena sudah padu, sedangkan awalan tunggal seperti 'ber-' pada 'bertanggung jawab' tidak menyatukan spasinya).
Frasa dari gabungan dua kata dasar ditulis terpisah kecuali mendapatkan awalan dan akhiran sekaligus.
Ilusi Optik Imbuhan
Sekarang kita masuk ke biang kerok di soal tadi: kata dihimbau (Opsi B). Secara sekilas, mata kita mungkin merasa nggak ada yang aneh. Ini wajar, karena kesalahan ejaan sering kali bersembunyi rapi di balik awalan (imbuhan di depan).
Banyak orang secara nggak sadar nambahin huruf penyusup (biasanya huruf 'h' di depan) biar kata itu kerasa lebih "mantap" atau formal di lidah. Fenomena membetulkan sesuatu sampai malah jadi salah ini disebut hiperkorek. Padahal, kata aslinya murni diawali huruf vokal.
Faktanya, kata dasarnya adalah imbau, bukan himbau. Saat kata dasar ini diberi awalan di-, prosesnya cuma digabung biasa tanpa menyisipkan apa-apa: di- + imbau = diimbau.
Lalu dari mana datangnya huruf 'h' pada dihimbau? Murni ciptaan ilusi hiperkorek! Kasusnya persis sama dengan kata utang (bukan hutang) dan isap (bukan hisap). Awalan itu bertugas seperti jaket; kalau kamu mau tahu wujud baju aslinya, kamu harus "buka" dulu jaketnya!
Manakah dari pembedahan kata (copot imbuhan) berikut yang membuktikan bentuk yang BAKU secara ejaan?
- A. di + hembus + kan
- B. di + handal + kan
- C. meng + hapus + kan
- D. meng + isap
Jawaban: D. meng + isap
Kata dasarnya adalah 'isap' (bukan hisap). Saat ditambahkan awalan 'meng-', hasilnya yang baku adalah 'mengisap'. Sementara 'hembus' dan 'handal' adalah bentuk tidak baku (seharusnya embus dan andal). Hapus memang dasarnya menggunakan awalan h.
Menganalisis kata baku harus dengan mencopot imbuhan terlebih dahulu untuk menemukan bentuk dasarnya yang bebas dari hiperkorek.