Fakta vs Opini: Jangan Terkecoh Kata Keren

Fakta Nggak Harus Pakai Angka

Fakta adalah informasi yang objektif dan bisa dibuktikan kebenarannya oleh siapa saja, tanpa selalu harus memuat data berupa angka statistik. Banyak orang terjebak mengira bahwa sebuah kalimat baru sah disebut fakta jika di dalamnya tercantum angka persentase, tanggal pasti, atau hasil pengukuran numerik. Padahal, deskripsi kualitatif seperti bahan penyusun, klasifikasi zat, maupun kondisi fisik nyata yang terbukti ada di lapangan tetap tergolong fakta murni.

Semangkok soto hangat dengan potongan daging dan bihun di meja kayu.

Bayangkan kamu sedang makan di warung soto. Kalimat "Soto ini isinya daging sapi dan kuah santan" adalah fakta. Siapa pun yang datang dan memeriksa isi mangkok soto tersebut akan melihat komponen yang sama persis: ada irisan daging sapi dan kuah santan. Pernyataan tersebut sepenuhnya objektif, tidak bergantung pada selera pembeli, dan dapat dibuktikan kebenarannya secara nyata tanpa perlu mencantumkan gramatur dagingnya.

Prinsip ini menjelaskan status Opsi A pada teks:

"Senyawa tak berwarna dalam buah tomat teridentifikasi sebagai fitofluen dan fitoena yang tergolong ke dalam zat karotenoid alami."

Pernyataan pada Opsi A merupakan fakta karena murni mendeskripsikan klasifikasi ilmiah zat berdasarkan temuan penelitian. Tidak ada penilaian pribadi, rasa suka atau tidak suka, maupun kata sifat yang memihak di dalamnya. Selama informasinya dapat diverifikasi secara ilmiah di laboratorium, kalimat deskriptif tanpa angka ini tetap merupakan fakta yang valid.

Seorang food vlogger sedang mengulas hidangan di sebuah restoran seafood. Manakah dari pernyataan vlogger berikut yang merupakan fakta kualitatif (tanpa angka)?

  • Kepiting saus Padang di restoran ini memiliki rasa pedas yang luar biasa nendang.
  • Restoran ini menyajikan kepiting saus Padang dengan taburan daun bawang.
  • Banyak pengunjung merasa puas setelah makan kepiting di restoran ini.
  • Menu ini dinilai sebagai hidangan seafood paling lezat di kota.

Jawaban: Restoran ini menyajikan kepiting saus Padang dengan taburan daun bawang.

Pernyataan B merupakan fakta kualitatif karena mendeskripsikan menu hidangan secara objektif dan dapat dibuktikan kebenarannya secara fisik oleh siapa saja tanpa bergantung pada penilaian subjektif. Sebaliknya, opsi A mengandung kata sifat evaluatif ('luar biasa nendang'), opsi C memuat perasaan subjektif ('merasa puas'), dan opsi D memuat kata kerja mental serta penilaian ('dinilai sebagai paling lezat').

Pernyataan deskriptif kualitatif yang dapat diverifikasi secara objektif merupakan sebuah fakta.

Jebakan Kata Sifat Penilaian

Sebuah kalimat berubah menjadi opini ketika memuat kata sifat evaluatif yang menunjukkan penilaian atau perasaan subjektif. Sebaliknya, opini adalah pandangan, anggapan, atau hasil tafsiran seseorang terhadap suatu keadaan. Jebakan terbesar dalam soal bacaan ilmiah adalah kata-kata yang tampak formal dan meyakinkan, padahal inti maknanya tidak bisa diukur secara eksak oleh alat ukur mana pun.

Dua orang makan soto di meja yang sama dengan respons ekspresi berbeda.

Kembali ke analogi warung soto tadi. Jika temanmu berkata, "Soto ini terbukti luar biasa enak," apakah kalimat itu otomatis menjadi fakta karena diawali kata "terbukti"? Tentu tidak. Meskipun kata "terbukti" memberi kesan tegas, frasa "luar biasa enak" adalah kata sifat evaluatif. Kamu mungkin menganggap kuahnya lezat, tetapi orang lain yang tidak suka kuah berlemak bisa saja menilainya biasa saja. Tingkat kelezatan tidak punya standar ukuran mutlak.

Hal serupa terjadi pada Opsi B dalam bacaan:

"Molekul fitokimia tanpa pigmen warna visual tersebut terbukti memiliki kemampuan luar biasa dalam menjaga kesehatan organ hati."

Banyak pembaca terkecoh menganggap kalimat pada Opsi B sebagai fakta karena topiknya tentang sains dan memuat kata penegas "terbukti". Namun, kehadiran kata "luar biasa" merupakan kata sifat evaluatif. Standar kemampuan yang dianggap "luar biasa" bersifat relatif dan mencerminkan rasa kagum atau interpretasi dari pihak yang menyampaikan pesan, bukan data mentah yang berdiri sendiri. Oleh karena itu, kalimat ini tergolong sebagai opini.

Sebuah ulasan tentang film terbaru dipublikasikan di majalah. Kalimat mana yang tergolong opini karena memuat penilaian subjektif?

  • Film ini terbukti menyajikan sinematografi yang luar biasa indah sepanjang durasinya.
  • Film ini terbukti berhasil menjual lebih dari dua juta tiket pada minggu pertama penayangannya.
  • Film ini disutradarai oleh pemenang penghargaan sutradara terbaik tahun lalu.
  • Film ini mengambil lokasi syuting di tiga negara berbeda di Eropa.

Jawaban: Film ini terbukti menyajikan sinematografi yang luar biasa indah sepanjang durasinya.

Pernyataan A adalah opini karena memuat kata sifat evaluatif 'luar biasa indah' yang tidak memiliki tolok ukur eksak dan bergantung pada selera penonton, meskipun terdapat kata 'terbukti'. Sementara itu, opsi B memuat data penjualan numerik yang terverifikasi, serta opsi C dan D memuat fakta riwayat produksi dan lokasi yang objektif.

Kehadiran kata sifat evaluatif menjadikan sebuah kalimat sebagai opini meskipun mengandung kata yang terkesan otoritatif.

Sinyal Opini dari Kata Kerja Mental

Kata kerja mental yang menunjukkan proses berpikir, sudut pandang, atau pertimbangan adalah sinyal kuat bahwa sebuah pernyataan merupakan opini. Selain kata sifat evaluatif, opini dalam teks artikel ilmiah sering kali hadir melalui predikat kalimat yang menyiratkan hasil olah pikir manusia, seperti kata dianggap, dipercaya, atau dinilai.

Perhatikan kembali suasana warung soto. Jika ada pengumuman bertuliskan "Warung soto ini dinilai sebagai hidangan terbaik oleh warga sekitar", kalimat itu bukanlah fakta tentang mutu soto secara objektif. Kata "dinilai" memberi tahu kita bahwa status tersebut berasal dari proses pertimbangan dan persepsi pikiran sekelompok orang, bukan data laboratorium yang bebas dari keberpihakan.

Sinyal ini terlihat sangat jelas pada Opsi C pada soal:

"Penyerapan senyawa fitofluen di dalam saluran pencernaan manusia dinilai jauh lebih optimal dibandingkan penyerapan likopen."

Penggunaan kata kerja mental "dinilai" menandakan bahwa tingkat penyerapan tersebut merupakan hasil kalkulasi interpretatif dan pertimbangan dari sudut pandang tim peneliti. Karena kalimat ini menyampaikan simpulan evaluasi dari subjek tertentu—bukan sekadar pelaporan angka penyerapan murni tanpa penafsiran—maka Opsi C tergolong sebagai opini.