Fakta vs Opini: Edisi Tongkrongan
Detektif Tongkrongan
Pernah nggak kamu lagi nongkrong di kafe nungguin temanmu, Budi, yang janjian jam 6 sore tapi baru datang jam 7 malam? Bayangin situasinya.

Kalau di meja itu kamu bilang, "Budi datang jam 7 malam", semua orang di situ pasti setuju. Pernyataan ini adalah sebuah FAKTA. Kenapa? Karena ada bukti fisiknya (jam tangan, CCTV kafe) dan bisa dicek kebenarannya detik itu juga secara obyektif.
Tapi, gimana kalau temanmu yang lain nyeletuk, "Budi mah telat melulu, kayaknya dia emang males kumpul"?
Nah, itu adalah OPINI. Itu cuma tebakan, penilaian pribadi, atau asumsi yang ada di kepala temanmu. Belum tentu benar, kan? Bisa jadi Budi telat karena ban bocor atau bantu kucing nyebrang. Opini adalah klaim yang bergantung pada siapa yang ngomong (subyektif).

Saat nungguin Budi di kafe, Caca bilang, 'Es kopi susu di kafe ini rasanya paling enak se-Jakarta.' Pernyataan Caca ini termasuk...
- A. Fakta, karena Caca sudah mencicipi es kopi susunya.
- B. Fakta, karena es kopi susu adalah minuman nyata yang dijual di kafe.
- C. Opini, karena 'paling enak' adalah selera subjektif Caca yang belum tentu disetujui orang lain.
- D. Opini, karena Caca tidak punya bukti pembelian.
Jawaban: C. Opini, karena 'paling enak' adalah selera subjektif Caca yang belum tentu disetujui orang lain.
Kata 'paling enak' menunjukkan selera atau penilaian pribadi. Bukti nyata atau lidah orang lain bisa jadi berpendapat beda.
Opini adalah penilaian subjektif yang tidak bisa diukur kebenarannya secara objektif.
Masa Depan Belum Terjadi
Di tongkrongan yang sama, ada temanmu yang tiba-tiba nyeletuk dengan semangat: "Semoga minggu depan kita bisa liburan bareng ke pantai!"

Kalimat itu jelas banget sebuah harapan. Dan ingat hukum alam ini: segala sesuatu yang belum terjadi, kebenarannya belum bisa dibuktikan.
Karena liburannya baru angan-angan minggu depan, kita nggak bisa ngecek bukti fisiknya sekarang. Apakah kalian beneran jadi pergi? Atau malah pada sibuk nugas? Nggak ada yang tau. Makanya, segala bentuk harapan, rencana, dan angan-angan selalu masuk kategori OPINI.
Dari jawabanmu pas ngerjain soal tadi, kamu udah jeli nangkap kata "diharapkan" sebagai tanda opini. Instingmu udah benar!
Saat ngerencanain liburan, Didi bilang, 'Sebaiknya kita berangkat pagi-pagi banget biar jalanan nggak macet.' Kenapa kalimat Didi ini masuk ke keranjang opini?
- A. Fakta, karena jalanan pagi-pagi memang biasanya tidak macet.
- B. Opini, karena kata 'sebaiknya' berisi saran dan kejadiannya belum terjadi di dunia nyata.
- C. Opini, karena teman-teman yang lain mungkin tidak setuju dengan usul Didi.
- D. Fakta, asalkan Didi sudah memesan tiket keberangkatan.
Jawaban: B. Opini, karena kata 'sebaiknya' berisi saran dan kejadiannya belum terjadi di dunia nyata.
Kata 'sebaiknya' adalah penanda opini berupa saran/harapan. Karena keberangkatannya belum terjadi, kalimat ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya secara fisik saat ini.
Prediksi, saran, atau angan-angan tentang masa depan selalu masuk kategori opini karena belum terjadi dan tidak bisa diverifikasi.
Jebakan Tukang Gosip
Sekarang, kita masuk ke jebakan level dewa yang paling sering menjatuhkan siswa di soal UTBK. Bayangin kamu lagi ngumpul dan temanmu berbisik: "Eh, si Caca bilang kalau cowok itu sombong banget."
Mari kita bedah. Isi omongan Caca ("cowok itu sombong") emang jelas sebuah opini Caca. TAPI, perhatikan kalimat utuhnya: "Caca bilang kalau...".
Faktanya, kamu bisa nyamperin Caca detik itu juga dan nanya, "Ca, lu tadi ngomong gitu ya?" Kalau beneran dia ngomong gitu (entah direkam atau ada saksi yang dengar), maka kalimat utuh bahwa 'Caca bilang begitu' adalah FAKTA.
Di teks berita formal atau soal UTBK, jebakan ini dibikin pakai bahasa baku. Misalnya: "Dokter Andi menyatakan bahwa...", "Menteri menekankan bahwa...", atau "Menurut pengamat..."
Ini adalah trik wartawan! Wartawan (dan pembuat soal) ngelaporin fakta bahwa si tokoh lagi ngomong (peristiwanya terekam/ada bukti), meskipun opini yang keluar dari mulut tokoh itu belum tentu benar.
Di sekolah, wali kelas mengumumkan, 'Kepala sekolah menyatakan bahwa ujian akan dipercepat minggu depan.' Bagian mana dari kalimat tersebut yang merupakan FAKTA yang tidak bisa dibantah kebenarannya saat itu juga?
- A. Ujian pasti akan dipercepat minggu depan.
- B. Peristiwa kepala sekolah yang mengucapkan pernyataan tersebut.
- C. Bahwa minggu depan akan ada ujian.
- D. Keputusan kepala sekolah adalah keputusan yang tepat.
Jawaban: B. Peristiwa kepala sekolah yang mengucapkan pernyataan tersebut.
Isi omongannya (ujian dipercepat) masih rencana. TAPI, peristiwa bahwa kepala sekolah beneran 'menyatakan' hal itu adalah FAKTA yang bisa dicek (ada saksi yang dengar/ada rekaman).
Melaporkan bahwa seseorang mengucapkan sesuatu (atribusi) adalah sebuah fakta bahwa peristiwa berbicara itu memang terjadi.