Sudut Pandang: Narator vs Tokoh Utama
Memegang Kamera vs Disorot
Dalam suatu cerita, tokoh yang menceritakan kisah belum tentu menjadi tokoh utama dari ceritanya.

Bayangkan proses pembuatan sebuah film dokumenter atau video vlog. Di lokasi syuting, ada dua peran yang sangat berbeda:
Juru kamera: Orang yang memegang kamera, menentukan arah bidikan, dan merekam peristiwa.
Aktor: Sosok yang berdiri di depan lensa, melakukan berbagai aksi dramatis, dan menjadi sorotan utama penonton.
Dalam karya sastra, juru kamera ini adalah narator (pencerita), sedangkan aktor yang terus-menerus disorot lensa adalah tokoh utama (protagonis).
Jika juru kamera membalikkan lensa ke arah wajahnya sendiri untuk menceritakan perjalanannya, ia bertindak sebagai pelaku utama. Namun, jika kameranya diarahkan keluar untuk merekam perjuangan orang lain di dekatnya, ia berperan sebagai pelaku sampingan—seorang saksi yang berada di lokasi kejadian.
Siapa Pemegang Kameranya?
Narator sudut pandang orang pertama berada di dalam dunia cerita dan menggunakan kata ganti diri seperti aku atau kami.
Langkah awal untuk mengenali sudut pandang adalah memeriksa kata ganti yang dipakai narator saat mengantarkan cerita:
Apakah pencerita ikut hadir di lokasi cerita?
Kata ganti apa yang digunakannya untuk menyebut diri atau kelompoknya?
Pada kutipan cerpen di soal, narator berulang kali menggunakan kata ganti "kami" (misalnya pada kalimat "Doa Ibu tidak lain agar kami bisa berkumpul lagi..." dan "kami terdiam semua tidak berani mengganggu Ibu"). Penggunaan kata "kami" memastikan bahwa si juru kamera berada langsung di dalam dunia cerita bersama tokoh-tokoh lainnya.
Perhatikan kutipan berikut: 'Rani berlari sekencang mungkin menembus hujan. Ia menangis karena merasa tidak ada satu pun orang yang memahaminya.' Berdasarkan kutipan tersebut, pencerita menggunakan kata ganti...
- Orang pertama (Aku/Saya)
- Orang ketiga (Ia/Rani)
- Orang kedua (Kamu/Anda)
- Campuran orang pertama dan kedua
Jawaban: Orang ketiga (Ia/Rani)
Kutipan tersebut tidak memuat kata ganti orang pertama (seperti 'aku' atau 'kami'). Pencerita berada di luar peristiwa dan merujuk tokohnya dengan nama 'Rani' serta kata ganti orang ketiga 'Ia'.
Mengidentifikasi letak dan jenis kata ganti narator dalam teks.
Siapa yang Disorot Lensa?
Tokoh utama adalah orang yang aksinya paling banyak diceritakan dan menjadi pusat jalannya cerita.
Setelah memastikan bahwa pemegang kameranya adalah kelompok "kami", sekarang perhatikan: ke arah mana lensa kamera tersebut diarahkan?
Mari bedah rentetan aksi yang menggerakkan alur dalam teks:
"Ibu tidak berani menyalakan lampu..."
"Ibu masak nasi hanya memakai sedikit kayu..."
"Ibu padamkan dan Ibu lari ke bilik."
"Ibu dukung Minum, lalu merangkak ketakutan ke rumah-rumah penduduk mencari beras."
Hampir seluruh kata kerja, ketakutan, penderitaan, dan perjuangan fisik bertumpu pada sosok Ibu. Tokoh "kami" tidak melakukan tindakan yang mengubah alur cerita; mereka hanya duduk terdiam mendengarkan dan menyaksikan kepedihan sang Ibu.
Perhatikan kutipan berikut: 'Aku melihat detektif terkenal itu merangkai petunjuk, merayap di lantai mencari debu aneh, lalu menyimpulkan siapa pembunuhnya di hadapan polisi.' Berdasarkan analogi lensa kamera, siapakah yang menjadi tokoh utama?
- Aku (pencerita)
- Detektif
- Polisi
- Korban kejahatan
Jawaban: Detektif
Kata 'Aku' hanyalah orang yang memegang kamera (narator). Lensa cerita sepenuhnya menyorot sang detektif yang secara aktif mengumpulkan petunjuk dan memecahkan misteri, sehingga tokoh utamanya adalah detektif.
Membedakan tokoh utama dari penceritanya melalui aksi dominan.