Barisan Aritmetika: Menelusuri Suku Tengah
Memahami Beda dan Lompatan
Beda dalam barisan aritmetika adalah jarak yang selalu tetap antara satu suku ke suku berikutnya. Bayangkan deretan anak tangga: tiap anak tangga memiliki ketinggian yang seragam. Jarak atau tinggi satu anak tangga ke anak tangga berikutnya itulah yang kita sebut beda ($b$).

Perhatikan pola langkahnya:
Dari suku ke-$1$ ke suku ke-$2$, kita butuh $1$ lompatan ($+b$).
Dari suku ke-$1$ ke suku ke-$3$, kita butuh $2$ lompatan ($+2b$).
Dari suku ke-$1$ ke suku ke-$4$, ada tepat $3$ lompatan ($+3b$).
Banyak yang terkecoh mengira lompatan dari suku ke-$1$ ke suku ke-$4$ berjumlah $4$ kali. Nyatanya, lompatannya selalu sebanyak selisih urutannya, yaitu $4 - 1 = 3$ lompatan.
Pada data soal kita:
Suku pertama bernilai $4$ ($U_1 = a = 4$).
Suku keempat bernilai $22$ ($U_4 = 22$).
Jarak total dari suku ke-$1$ ke suku ke-$4$ adalah $22 - 4 = 18$.
Karena bentang jarak $18$ ini ditempuh dalam $3$ lompatan seragam, kita cukup membaginya:
Tinggi tiap satu anak tangga (beda) pada barisan ini bernilai $6$.
Jika suku pertama bernilai 5 dan suku kelima bernilai 25, berapa banyak lompatan beda (b) dari suku pertama ke suku kelima?
- 3
- 4
- 5
- 6
- 20
Jawaban: 4
Dari suku ke-1 ke suku ke-5, kita melompat sebanyak 5 - 1 = 4 kali lompatan (Opsi B benar). Opsi C keliru karena mengira jumlah lompatan sama dengan indeks tujuan (5). Opsi D salah karena menambah 1 alih-alih menguranginya. Opsi E salah karena menghitung selisih nilai sukunya (25 - 5 = 20), bukan jumlah lompatannya.
Memahami jumlah lompatan antara dua suku yang berbeda
Rahasia Suku Tengah
Suku tengah pada barisan aritmetika selalu memiliki nilai yang merupakan rata-rata dari suku pertama dan suku terakhir. Suku tengah ($U_t$) hanya ada jika banyaknya suku bernilai ganjil, dan posisinya bertindak sebagai titik tumpu keseimbangan yang membagi barisan menjadi dua sisi sama panjang.
Bayangkan sebuah papan jungkat-jungkit atau timbangan yang seimbang sempurna. Nilai suku tengah ($U_t$) berada tepat di atas poros penyeimbang. Agar seimbang, nilai $U_t$ harus tepat berada di tengah antara nilai suku pertama ($a$) dan suku terakhir ($U_n$):
Mari kita gunakan informasi dari soal:
Suku tengah bernilai $34$ ($U_t = 34$).
Suku pertama bernilai $4$ ($a = 4$).
Kita masukkan angka-angka ini ke dalam prinsip keseimbangan:
Kalikan kedua ruas dengan $2$:
Ujung akhir anak tangga (suku terakhir) dari barisan tersebut bernilai $64$.
Dalam sebuah barisan aritmetika, suku pertamanya bernilai 10 dan suku tengahnya bernilai 30. Berapakah nilai suku terakhir dalam barisan tersebut?
- 20
- 40
- 50
- 60
- 70
Jawaban: 50
Suku tengah adalah rata-rata suku pertama dan suku terakhir: Ut = (a + Un) / 2. Dengan a = 10 dan Ut = 30, maka 30 = (10 + Un) / 2, sehingga 60 = 10 + Un dan Un = 50 (Opsi C benar). Opsi A keliru karena hanya menghitung selisih 30 - 10 = 20. Opsi B keliru karena menjumlahkan 10 + 30 = 40. Opsi D keliru karena hanya mengalikan suku tengah dengan 2 (2 × 30 = 60) tanpa mengurangkan suku pertama.
Hubungan nilai suku tengah dengan suku pertama dan terakhir
Menghitung Total Anak Tangga
Banyaknya suku dapat dihitung dengan melihat seberapa jauh jarak dari suku pertama ke suku terakhir, lalu membaginya dengan besar tiap lompatan. Setelah itu, jangan lupa bahwa jumlah tiang (anak tangga) selalu satu lebih banyak daripada celah lompatannya.
Sekarang kita kumpulkan semua informasi yang telah kita temukan:
Nilai awal ($a$) = $4$
Nilai akhir ($U_n$) = $64$
Nilai tiap satu lompatan ($b$) = $6$
Total rentang jarak dari anak tangga pertama sampai terakhir adalah:
Karena satu lompatan berjarak $6$, maka jumlah lompatan yang terjadi adalah:

Di sinilah letak jebakan utamanya: angka $10$ adalah banyaknya lompatan, bukan banyaknya suku. Jika kamu membangun pagar dengan $10$ petak celah, kamu membutuhkan $11$ batang tiang untuk membatasi ujung-ujungnya. Maka, banyaknya suku ($n$) adalah:
Hitungan intuitif ini sejalan dengan rumus umum barisan aritmetika:
Ini membuktikan bahwa Opsi A ($11$) adalah jawaban yang tepat.
Opsi B ($12$) salah karena biasanya lahir dari kekeliruan aritmetika di akhir (misalnya menganggap $n - 1 = 11$ sehingga $n = 12$).
Opsi C ($13$) salah karena kesalahan menghitung beda (misal membagi dengan beda yang keliru lalu dibulatkan).
Opsi D ($14$) dan Opsi E ($15$) salah karena menghitung deret suku secara manual dengan lompatan yang keliru atau sekadar menebak letak suku tengah tanpa dasar perhitungan yang sesuai.
Sebuah tiang diwarnai bergaris-garis. Jarak antar garis (lompatan) adalah 2 cm. Garis pertama ada di titik 0 cm dan garis terakhir ada di titik 20 cm. Tentukan kebenaran pernyataan berikut:
- Terdapat tepat 10 lompatan jarak antar garis dari awal hingga akhir. — Benar
- Jumlah garis (suku) yang tergambar adalah 10 buah. — Salah
Pernyataan 1 BENAR karena bentang total jarak 20 - 0 = 20 cm dibagi ukuran tiap lompatan (2 cm) menghasilkan 20 / 2 = 10 lompatan. Pernyataan 2 SALAH karena jumlah garis (suku) dihitung dari jumlah lompatan ditambah satu (prinsip tiang dan pagar), sehingga ada 10 + 1 = 11 garis, bukan 10 garis.
Membedakan jumlah lompatan dengan jumlah total suku