Menghitung Frekuensi Harapan
Menebak Hasil Eksperimen
Frekuensi harapan adalah istilah matematis untuk perkiraan berapa kali suatu kejadian muncul dari beberapa kali percobaan. Kalau kamu melempar sebuah koin dengan peluang muncul angka sebesar $0{,}5$ sebanyak $10$ kali lemparan, secara logika kamu berharap sisi angka akan muncul sekitar $5$ kali.
Perkiraan "$5$ kali" inilah yang disebut sebagai frekuensi harapan. Konsep ini bukan rumus rumit yang baru, melainkan cara matematis untuk mengalikan ukuran peluang suatu kejadian dengan seberapa sering percobaan itu diulang.
Simulasi di atas menunjukkan bagaimana frekuensi harapan bekerja saat percobaan diulang. Ketika jumlah lemparan koin bertambah banyak, jumlah kejadian yang muncul di lapangan cenderung makin dekat dengan garis frekuensi harapan teoritisnya.
Pola perkalian sederhana ini berlaku untuk semua eksperimen berulang, baik melempar koin, mengocok dadu, maupun memeriksa sampel acak.
Sebuah dadu bersisi enam dilempar sebanyak 60 kali. Jika peluang munculnya mata dadu 3 adalah 1/6, berapa perkiraan frekuensi harapan munculnya mata dadu 3?
- 3 kali kemunculan
- 10 kali kemunculan
- 6 kali kemunculan
- 20 kali kemunculan
Jawaban: 10 kali kemunculan
Frekuensi harapan dihitung dengan mengalikan peluang kejadian dengan banyaknya percobaan: (1/6) * 60 = 10 kali. Opsi A keliru karena mengambil angka dadu yang dicari (mata dadu 3). Opsi C keliru karena hanya menyebutkan total sisi pada dadu. Opsi D keliru akibat kesalahan operasi hitung pecahan (seperti mengalikan 60 dengan 1/3).
Menghitung frekuensi harapan dari peluang sederhana dengan mengalikan peluang kejadian dan banyak percobaan.
Mencari Artefak yang Tersembunyi
Menghitung frekuensi harapan artefak dilakukan dengan mengalikan peluang di satu area dengan total area yang digali. Pada misi arkeologi, setiap $1\text{ m}^2$ galian diibaratkan sebagai satu kali percobaan dengan peluang menemukan artefak sebesar $0{,}15$.
Karena tim arkeolog menggali area seluas $200\text{ m}^2$, banyak percobaan yang dilakukan adalah $n = 200$. Dengan mengalikan peluang per satuan luas terhadap total luas area, kita mendapatkan frekuensi harapan temuan:
$$F_h = 0{,}15 \times 200 = 30$$
Perhitungan ini memastikan bahwa Opsi C ($30$) adalah jawaban yang tepat.

Diagram di atas mengilustrasikan seluruh area galian seluas Total 200 meter persegi. Secara proporsional, luas tersebut memuat Perkiraan 30 Artefak yang tersebar sesuai dengan nilai peluang $0{,}15$.
Pola perkalian ini tidak hanya berguna untuk situs arkeologi, tetapi juga sering dipakai untuk memprediksi kuantitas lain di dunia nyata, seperti menghitung perkiraan barang cacat di pabrik atau memperkirakan jumlah hari hujan dalam satu bulan berdasarkan persentase peluang hariannya.
Rangkuman & Lanjut Belajar
Berikut poin-poin utama yang telah kita pelajari:
Frekuensi Harapan adalah perkiraan banyaknya kemunculan suatu kejadian jika sebuah percobaan diulang berkali-kali.
Rumus dasarnya adalah mengalikan nilai peluang dengan jumlah percobaan:
$$F_h = P(\text{Kejadian}) \times n$$
Dalam konteks luas area, setiap satuan area berlaku sebagai satu kali percobaan. Total luas galian ($200\text{ m}^2$) dikalikan peluang ($0{,}15$) menghasilkan frekuensi harapan sebesar $30$ artefak.
Jangan terkecoh dengan menyamakan peluang desimal langsung ke hasil akhir tanpa mengalikannya dengan total percobaan yang dilakukan.
Lanjut Belajar
Setelah menguasai cara mencari frekuensi harapan, kamu bisa melangkah ke topik-topik terkait berikut:
Peluang Kejadian Komplemen: Mempelajari cara menghitung frekuensi harapan suatu kejadian yang tidak terjadi ($1 - P$).
Nilai Harapan (Expected Value) Finansial: Memperluas konsep frekuensi harapan untuk menghitung rata-rata keuntungan atau kerugian dalam permainan acak dan investasi.
Distribusi Binomial: Menghitung probabilitas pasti untuk mendapatkan sejumlah sukses tertentu dari sekumpulan percobaan berulang.