Menaklukkan Premis Berlapis & Logika 'Atau'

Mundur Selangkah: Logika Sebab-Akibat

Sebelum kita membedah soal yang rumit, mari kita mulai dari cara kerja otak kita saat memproses sebuah akibat yang tidak terjadi. Pola ini punya nama keren: Modus Tollens.

Bayangkan sebuah aturan lalu lintas yang sederhana: "Jika menerobos lampu merah, maka kena tilang."

Lalu, kamu melihat fakta di lapangan: "Orang itu TIDAK kena tilang."

Secara otomatis, apa yang kamu simpulkan? Ya, "Orang itu TIDAK menerobos lampu merah."

Otak kita otomatis paham pola ini kalau kalimatnya pendek. Ini adalah senjata utama kita, dan kita akan menggunakannya untuk menaklukkan soal tadi.

ilustrasi

Berdasarkan prinsip Modus Tollens, jika aturannya adalah 'Jika hujan, maka jalanan basah', dan saat ini faktanya 'Jalanan TIDAK basah', apa yang bisa kita simpulkan?

  • A. Hari ini tidak hujan
  • B. Hari ini hujan deras
  • C. Jalanan rusak
  • D. Tidak bisa disimpulkan

Jawaban: A. Hari ini tidak hujan

Karena akibatnya mutlak tidak terjadi (jalanan tidak basah), maka penyebabnya pasti tidak terjadi (tidak hujan).

Jika akibat tidak terjadi, maka penyebab pasti tidak terjadi (Modus Tollens).

Bagaimana Kalau Aturannya Ada Dua?

Di soal ujian, pembuat soal sering menggabungkan dua aturan sekaligus. Inilah yang bikin pusing, padahal sebenarnya ini cuma dua Modus Tollens yang berjalan barengan! Pola ini disebut Dilema Destruktif.

Mari kita kembangkan analogi lalu lintas kita. Sekarang ada dua aturan:

  1. Jika ngebut, ditilang.

  2. Jika parkir sembarangan, mobil digembok.

Tiba-tiba, kamu mendengar kabar tentang Budi: "Mobil Budi TIDAK ditilang ATAU TIDAK digembok."

Perhatikan kata ATAU. Ini berarti minimal satu akibat dari kedua aturan tersebut telah batal. Karena minimal satu akibat batal, logika Modus Tollens akan otomatis bekerja: minimal satu penyebabnya juga pasti batal.

Maka kesimpulannya otomatis: "Budi TIDAK ngebut ATAU TIDAK parkir sembarangan."

Ada 2 aturan: 'Jika makan pedas, sakit perut' dan 'Jika begadang, mengantuk'. Jika faktanya kamu 'TIDAK sakit perut ATAU TIDAK mengantuk', apa kesimpulannya?

  • A. Kamu makan pedas dan begadang
  • B. Kamu TIDAK makan pedas ATAU TIDAK begadang
  • C. Kamu TIDAK makan pedas DAN TIDAK begadang
  • D. Kamu makan pedas atau begadang

Jawaban: B. Kamu TIDAK makan pedas ATAU TIDAK begadang

Karena dihubungkan kata 'ATAU' (minimal salah satu akibat batal), maka minimal salah satu penyebab juga pasti batal: TIDAK makan pedas ATAU TIDAK begadang.

Dilema Destruktif menggabungkan dua Modus Tollens dengan kata hubung ATAU.

Trik Anti-Mabuk: Pakai Simbol

Kembali ke soal asli. Teks di soal itu panjang dan bikin otak kita overload. Mari kita pangkas teks tersebut menggunakan simbol logika ($p, q, r, s$). Fungsi utama huruf-huruf ini bukan untuk bikin gaya-gayaan matematika, tapi sekadar sebagai keranjang untuk menyimpan teks yang kepanjangan.

Mari kita definisikan variabelnya berdasarkan soal:

Sekarang, kita terjemahkan kalimat panjang di soal menjadi simbol:

  1. Aturan 1: Jika festival meriah, maka UMKM meningkat. $\rightarrow p \Rightarrow q$

  2. Aturan 2: Jika transportasi TIDAK dibenahi, maka macet parah. $\rightarrow r \Rightarrow s$

  3. Faktanya: UMKM TIDAK meningkat ATAU macet TIDAK parah. $\rightarrow \sim q \lor \sim s$

Catatan: $\lor$ adalah simbol untuk ATAU, sedangkan $\sim$ adalah simbol untuk TIDAK (negasi).

Sekarang, polanya sudah sama persis dengan analogi tilang dan gembok tadi!