Membedah Rumus Elastisitas Permintaan

Apa itu 'Sensitivitas'?

Pernahkah kamu mikir, kalau harga semua barang naik, apakah orang bakal berhenti belanja semuanya? Nggak juga, kan?

Menurut Hukum Permintaan, kalau harga naik, jumlah barang yang diminta pasti turun. Tapi yang jadi pembeda adalah seberapa drastis penurunannya. Inilah yang diukur oleh konsep Elastisitas Permintaan (atau sensitivitas permintaan). Sensitivitas bukan sekadar nanya "Apakah permintaannya turun?", tapi "Seberapa kaget atau lebay reaksi pembeli pas harganya naik?"

ilustrasi

Sebagai contoh, coba bayangkan harga beras naik 10% vs harga tiket liburan naik 10%.

Kamu (dan banyak orang lain) mungkin akan tetap beli beras (alias tidak sensitif atau inelastis) karena itu kebutuhan pokok. Tapi kalau tiket liburan yang naik? Banyak yang langsung membatalkan rencana jalan-jalan (alias sangat sensitif atau elastis).

Kenapa orang tetap membeli beras meski harganya naik 10%, tapi langsung batal liburan saat harga tiketnya naik 10%?

  • A. Karena beras adalah barang mewah, sehingga pembeli bebas memilih kapan mau beli.
  • B. Karena hukum permintaan tidak berlaku untuk beras, melainkan hanya untuk tiket liburan.
  • C. Karena beras adalah kebutuhan pokok yang sulit dicari gantinya, sehingga permintaannya inelastis (kaku).
  • D. Karena persentase kenaikan harga tiket liburan pasti selalu lebih tinggi daripada beras.

Jawaban: C. Karena beras adalah kebutuhan pokok yang sulit dicari gantinya, sehingga permintaannya inelastis (kaku).

Beras adalah kebutuhan pokok yang sulit ditunda atau diganti, makanya jumlah permintaannya tidak turun drastis meski harga naik (inelastis). Tiket liburan adalah barang sekunder/mewah yang mudah ditunda (elastis).

Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar (drastis) respons perubahan jumlah barang saat harganya berubah, yang bergantung pada seberapa penting barang tersebut.

Kenapa Harus Persentase?

Di soal, harga berubah dari 120 ke 160 (selisih harganya $\Delta P = 40$), dan kuantitas berubah dari 60 ke 40 unit (selisih kuantitasnya $\Delta Q = 20$).

Kenapa kita gak ngebandingin selisihnya aja secara langsung: "jumlahnya turun 20 gara-gara harganya naik 40"?

Masalahnya, angka absolut (kayak "20 unit") gak ngasih konteks ke kita seberapa gede efeknya.

Coba pikir: kalau awalnya toko cuma jual 60 unit, turun 20 unit itu efeknya gede banget! Tapi bayangin kalau tokonya itu pabrik besar yang awalnya jual 10.000 unit. Turun 20 unit sih gak berasa apa-apa buat mereka.

Itulah kenapa ekonom pakai persentase, bukan selisih unit. Persentase bikin kita ngeliat skala sesungguhnya (relatif terhadap ukuran awal), tanpa peduli apakah kita ngomongin pasar beras satu karung atau pasar mobil jutaan unit. Elastisitas mengukur % Perubahan Kuantitas dibanding % Perubahan Harga.

Berdasarkan konsep elastisitas, mana saja alasan yang BENAR mengapa kita menggunakan persentase untuk mengukur perubahan, bukan sekadar angka absolut/selisih unit? (Pilih semua yang benar)

  • Persentase membuat perhitungannya sengaja lebih kompleks.
  • Persentase memberikan konteks seberapa signifikan perubahan tersebut relatif terhadap ukuran pasarnya.
  • Persentase membuktikan bahwa perubahan harga selalu sama dengan perubahan kuantitas.
  • Persentase menghilangkan pengaruh satuan ukur (seperti kg atau ton), sehingga barang apa pun bisa dibandingkan.

Jawaban: Persentase membuat perhitungannya sengaja lebih kompleks.; Persentase membuktikan bahwa perubahan harga selalu sama dengan perubahan kuantitas.

Persentase penting buat tahu proporsi (20 unit dari 60 itu besar) dan bikin angkanya universal tanpa satuan. Bukan biar rumusnya rumit atau membuktikan harga = kuantitas.

Penggunaan persentase dalam elastisitas memberikan konteks proporsi perubahan dan menghilangkan bias satuan ukuran.

Asal-usul Rumus Ajaib

Mungkin kamu sering ngeliat rumus elastisitas permintaan (Ed) yang bentuknya kayak gini:

Rumus ini sebenernya bukan turun dari langit atau dihafal mati. Ini murni penyederhanaan matematika anak SD dari ide dasar yang baru kita bahas: Persentase dibagi Persentase.

Ide aslinya adalah:

Karena:

Kalau dua pecahan itu dibagi, ingat aturan matematika: "membagi dengan pecahan itu sama dengan mengalikan dengan kebalikannya". Maka $\frac{\Delta Q}{Q} \div \frac{\Delta P}{P}$ disilang/dibalik jadinya $\frac{\Delta Q}{\Delta P} \times \frac{P}{Q}$.

Tadaa! Itulah kenapa rumusnya seperti itu. Bukan ngafal rumus buta, tapi ngafal konsep persentase respons.