Bongkar Jebakan Pleonasme

Formal Bukan Berarti Bertele-tele

Kalimat baku dan formal mengutamakan kehematan kata, bukan menggunakan gabungan kata yang terkesan rumit atau panjang. Banyak orang terjebak anggapan bahwa makin panjang sebuah frasa, makin ilmiah atau sopan kedengarannya. Padahal dalam kaidah bahasa Indonesia baku, pemborosan kata yang maknanya tumpang tindih disebut pleonasme dan merupakan salah satu penyebab utama sebuah kalimat menjadi tidak efektif.

Perbandingan dua pendaki: satu dengan ransel rapi dan efisien, satu lagi dengan ransel penuh barang ganda berlebih.

Bayangkan kamu sedang mengemas ransel pendaki gunung. Ransel yang baik adalah ransel yang efisien: setiap benda memiliki fungsi yang jelas dan tidak ada barang ganda yang membebani punggungmu. Jika kamu sudah membawa sebuah kompor portabel, memasukkan kompor portabel kedua hanya akan menambah beban tanpa memberi manfaat baru. Begitu pula dalam menyusun kalimat efektif; setiap kata harus menyumbang makna baru.

Di sinilah letak kekeliruan pada Opsi E (mengganti kata 'akibat' menjadi 'disebabkan karena'). Kata akibat pada kalimat aslinya sudah ringkas, baku, dan tepat menjelaskan hubungan kausal. Menggantinya menjadi disebabkan karena sama persis seperti memasukkan dua kompor ke dalam ransel: membebani kalimat dengan dua penanda sebab-akibat yang fungsinya bertabrakan.

Jebakan Proses Ganda

Dua kata yang sama-sama menunjukkan proses atau peningkatan derajat tidak boleh digunakan berdampingan. Sering kali kita tidak menyadari bahwa kata penanda perubahan kondisi dan penanda kenaikan tingkat sudah membawa pesan yang serupa ke dalam kalimat.

Diagram Venn irisan makna kata menjadi dan semakin yang bertemu pada zona proses peningkatan.

Mari kita bedah frasa bermasalah pada kalimat (3) soal: waktu pengiriman barang yang menjadi semakin lama. Kata menjadi menyatakan proses peralihan menuju keadaan tertentu, sedangkan kata semakin menyatakan proses bertambahnya kadar atau derajat. Ketika kedua kata ini digabungkan secara beruntun (menjadi semakin), keduanya sama-sama memuat gagasan "proses perubahan bertahap". Kehadiran keduanya bersamaan menciptakan pleonasme proses.

Untuk mengembalikan prinsip kalimat efektif, kamu cukup memakai salah satu kata saja: menjadi lama atau semakin lama. Inilah alasan Opsi C (menghilangkan kata 'semakin' setelah kata 'menjadi') merupakan jawaban yang benar. Tindakan ini memangkas barang bawaan ganda pada ransel kalimat, sehingga pesan tersampaikan secara lugas tanpa kehilangan makna aslinya.

Manakah frasa di bawah ini yang mengandung pemborosan kata karena tumpang tindih makna proses?

  • Harganya menjadi kian melonjak tajam.
  • Kualitas layanannya kini jauh lebih baik.
  • Petugas sering kali mengingatkan sopir.
  • Biaya sewa gudang sangat mahal sekali.

Jawaban: Harganya menjadi kian melonjak tajam.

Opsi A benar karena kata 'menjadi' (proses perubahan keadaan) dan 'kian' (proses pertambahan derajat) sama-sama menyatakan proses peningkatan, sehingga gabungannya merupakan pleonasme proses. Opsi B salah karena frasa 'jauh lebih' adalah penegasan derajat komparatif yang sah. Opsi C salah karena 'sering kali' merupakan adverbia frekuensi yang baku. Opsi D salah karena pemborosan pada kata 'sangat' dan 'sekali' adalah tumpang tindih superlatif, bukan proses.

Pleonasme terjadi saat dua kata yang menunjukkan proses digunakan bersamaan.

Preposisi dan Kata Hubung Penipu

Penambahan atau penghilangan kata hubung dan preposisi harus melihat fungsinya, agar tidak merusak struktur kalimat yang sudah benar. Keinginan membuat kalimat lebih ringkas jangan sampai membuatmu membuang "botol air minum" dari ransel pendakian hanya demi ransel terasa lebih enteng.

Inilah sebabnya Opsi B (menghilangkan kata 'yang' sebelum kata 'menjadi') keliru. Kata yang di sana bertindak sebagai pembentuk klausa relatif yang mengikat anak kalimat penjelas ke kata benda utamanya (waktu pengiriman barang yang...). Jika kata yang dicabut tanpa alasan, struktur penjelas kalimat akan runtuh dan hubungan antarunsur kalimat menjadi rancu.

Mari periksa juga opsi lainnya:

Tentukan apakah pernyataan mengenai penggunaan kata berikut ini benar atau salah secara kaidah bahasa baku!

  • Frasa 'kerugian secara finansial' lebih baku daripada 'kerugian finansial'. — Salah
  • Kata 'yang' seringkali berfungsi penting untuk menghubungkan kata benda dengan anak kalimat penjelasnya. — Benar

Pernyataan 1 Salah karena kata 'finansial' adalah atribut nomina yang langsung menerangkan nomina 'kerugian' tanpa butuh preposisi 'secara'. Pernyataan 2 Benar karena kata 'yang' berperan membentuk klausa relatif yang menghubungkan inti frasa benda dengan klausa penjelasnya.

Kata hubung pembentuk klausa relatif tidak boleh dihilangkan jika merusak hubungan penjelas, dan atribut nomina tidak membutuhkan preposisi tambahan.