Bentuk Terikat: Kata 'Parasit' dalam PUEBI

Pasca, Non, Tuna: Kata 'Parasit'

Waktu kamu memilih opsi B (pasca pandemi), kamu mungkin berpikir kata "pasca" itu adalah kata mandiri yang bisa berdiri sendiri layaknya kata "setelah" atau "kemudian". Wajar sih, karena maknanya memang mirip. Tapi, secara tata bahasa, "pasca" punya kasta yang berbeda!

Sebenarnya, kata-kata seperti pasca (dari bahasa Sansekerta) atau non (dari bahasa Latin) bukanlah kata utuh. Di dalam PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia), mereka disebut sebagai bentuk terikat (morfem terikat).

ilustrasi

Bayangkan bentuk terikat ini sebagai tanaman benalu atau parasit.

Karena statusnya hanyalah sebagai imbuhan (prefiks/awalan), maka secara kaidah baku bahasa Indonesia, bentuk terikat wajib ditulis serangkai (nyambung tanpa spasi) dengan kata dasar yang mengikutinya. Itulah kenapa pasca tidak boleh diberi jarak dengan pandemi.

Menurut konsep bentuk terikat, mengapa kata 'prasejarah' harus ditulis tanpa spasi?

  • A. Karena 'pra' adalah kata benda yang utuh
  • B. Ditulis terpisah agar mudah dibaca
  • C. 'Pra' adalah bentuk terikat yang harus menempel pada kata dasar
  • D. Tergantung apakah 'sejarah' adalah kata sifat atau bukan

Jawaban: C. 'Pra' adalah bentuk terikat yang harus menempel pada kata dasar

Kata 'pra' adalah bentuk terikat (seperti benalu) yang maknanya baru muncul jika disambung langsung dengan kata dasarnya.

Bentuk terikat tidak bisa berdiri sendiri dan harus ditulis serangkai dengan kata dasarnya.

Rumus Serangkai & Tanda Hubung

Jadi, aturan emasnya udah jelas: bentuk terikat itu musuh bebuyutannya spasi. Tapi, apakah selalu digabung begitu saja? Nah, ini gap pengetahuan yang sering bikin peserta tes SKD kejebak.

Sebenarnya ada rumus pasti untuk merangkai bentuk terikat, dan kamu cuma perlu ingat dua kondisi ini:

ilustrasi

1. Rumus Default (90% kasus di soal) [Bentuk Terikat] + [Kata Dasar Huruf Kecil] = Gabung SerangkaiIni aturan yang baru saja kita bahas. Kalau inangnya cuma kata dasar biasa, langsung tempel!Contoh: pasca + pandemi = pascapandemi, non + formal = nonformal.

2. Rumus Pengecualian (Wajib Tahu!) [Bentuk Terikat] + [Huruf Kapital / Angka] = Pakai Tanda Hubung (-)Kalau kata dasar yang mengikutinya adalah nama diri (seperti nama negara/orang yang diawali huruf kapital) atau waktu (angka), kita tidak boleh asal tabrak.

ilustrasi

Tentukan apakah penulisan gabungan bentuk terikat berikut Benar atau Salah!

  • anti + korupsi = antikorupsi — Benar
  • pasca + pemilu = pasca Pemilu — Salah
  • pro + Amerika = pro-Amerika — Benar

'Antikorupsi' digabung karena 'korupsi' huruf kecil. 'Pro-Amerika' pakai (-) karena 'Amerika' nama diri (kapital). 'Pasca Pemilu' salah karena memakai spasi (harusnya pascapemilu).

Bentuk terikat digabung dengan kata dasar huruf kecil, dan diberi tanda hubung jika bertemu kapital/angka.

Koleksi Afiks Asing & Sansekerta

Biar matamu gampang banget ngenalin jebakan soal SKD, kamu harus tahu dulu siapa aja anggota keluarga "bentuk terikat" yang paling sering nongkrong di soal. Mereka biasanya adalah hasil adopsi dari bahasa Sansekerta maupun bahasa Latin/Inggris.

Mengenali ciri khas mereka akan membuat sensor otomatis di kepalamu menyala tiap kali melihat kata-kata ini dibarengi spasi!

Berikut adalah inventarisasi bentuk terikat langganan SKD:

Geng Sansekerta (Biasanya bernuansa megah atau konseptual):

Geng Asing / Latin (Biasanya bernuansa modern atau teknis):