Maksimalkan Uang Jajan: Rahasia Hukum Gossen
Kepuasan Bisa Dikasih Skor
Dalam teori perilaku konsumen kardinal, kepuasan (utilitas) dibayangkan memiliki skor, dan tambahan kepuasan dari unit berikutnya disebut utilitas marginal.
Banyak orang mengira kepuasan saat jajan atau berbelanja adalah hal yang sepenuhnya abstrak dan tidak bisa dihitung. Namun, dalam pendekatan ekonomi kardinal, para ekonom memodelkan kenikmatan tersebut ke dalam satuan angka skor yang disebut utilitas. Ketika kamu mengonsumsi sesuatu, tiap gigitan atau tegukan memberi tambahan skor kepuasan tersendiri. Tambahan kenikmatan dari satu porsi ekstra inilah yang dinamakan utilitas marginal (Marginal Utility / $MU$).

Sebagai gambaran, bayangkan kamu sedang sangat haus lalu membeli es boba. Gelas pertama terasa menyegarkan dan memberikan skor utilitas sebesar $10$. Namun, saat kamu meminum gelas kedua, rasa hausmu sudah jauh berkurang. Gelas kedua tetap enak, tetapi hanya menambah skor kepuasan sebesar $6$. Angka $6$ inilah utilitas marginal dari gelas kedua.
Seseorang sedang menyantap pizza. Jika total kepuasan yang diperoleh bernilai 15 setelah makan sepotong pertama dan naik menjadi 22 setelah makan sepotong kedua, berapakah nilai utilitas marginal dari potongan kedua tersebut?
- 22
- 7
- 15
- 37
Jawaban: 7
Utilitas marginal adalah tambahan kepuasan dari satu unit konsumsi ekstra, yaitu selisih total kepuasan setelah potongan kedua dikurangi total potongan pertama ($22 - 15 = 7$). Opsi 22 salah karena itu total kepuasan kumulatif, 15 adalah kepuasan awal saja, dan 37 keliru karena menjumlahkan keduanya.
Utilitas marginal adalah skor tambahan dari satu unit konsumsi ekstra.
Kenapa Lama-lama Bosan?
Hukum Gossen I menyatakan bahwa tambahan kepuasan dari satu jenis barang yang dikonsumsi terus-menerus akan semakin mengecil.
Fenomena ini dikenal sebagai hukum penurunan utilitas marginal (the law of diminishing marginal utility). Bayangkan kamu makan mangkuk seblak porsi pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut dalam satu waktu. Mangkuk kesatu terasa mantap sekali dan menambah utilitas sebesar $20$. Mangkuk kedua masih terasa nikmat, tetapi perut mulai terisi sehingga hanya menambah utilitas sebesar $10$. Saat masuk ke mangkuk ketiga, perut sudah begah dan pedasnya mulai bikin enek, sehingga utilitas marginalnya turun drastis menjadi hanya $2$.

Grafik batang di atas menunjukkan pola penurunan utilitas marginal tersebut: tinggi batang terus menyusut seiring bertambahnya konsumsi barang yang sama.
Evaluasi pernyataan berikut mengenai batas penurunan (diminishing) dalam ilmu ekonomi:
- Hukum Gossen I terjadi pada seorang konsumen yang bosan menyantap kue donat terus-menerus. — Benar
- The law of diminishing return terjadi ketika Budi kepuasan belanjanya berkurang karena harga barang naik. — Salah
Pernyataan pertama Benar karena Hukum Gossen I mengatur penurunan utilitas marginal pada konsumsi satu barang yang sama berulang kali. Pernyataan kedua Salah karena The law of diminishing return adalah hukum di bidang produksi produsen (efisiensi input pabrik), bukan tentang perasaan kecewa konsumen saat belanja.
Membedakan konteks berlakunya Hukum Gossen I dengan The Law of Diminishing Return.
Trik Belanja Hukum Gossen II
Hukum Gossen II memandu kita membagi uang untuk berbagai barang agar mendapat kepuasan total paling maksimal.
Di dunia nyata, kita hampir tidak pernah menghabiskan seluruh uang saku kita hanya untuk satu jenis barang sampai enek. Kamu punya uang terbatas (misalnya Rp100.000 seperti Dina di soal) dan ingin menikmati kombinasi dua jajanan, yaitu roti dan susu (atau boba dan seblak). Karena uang jajanmu punya batas, kamu tidak bisa membeli keduanya tanpa batas. Kamu harus mengatur pembagian uang tersebut. Jika kamu membeli terlalu banyak roti, tambahan kepuasan dari selembar roti berikutnya akan semakin rendah (sesuai Hukum Gossen I). Pada titik itu, memindahkan sebagian uang untuk membeli susu akan memberikan tambahan kenikmatan yang lebih besar!
Coba geser pembagian dana pada simulasi di atas. Ketika uang saku dibagikan sedemikian rupa sehingga Tambahan Kepuasan per Seribu Rupiah yang dihasilkan dari roti sama persis dengan susu, saat itulah Total Kepuasan Dina mencapai puncak tertingginya. Inilah inti dari Hukum Gossen II.
Ani memiliki uang saku Rp50.000 dan harus memutuskan kombinasi jumlah buku tulis dan pulpen yang paling menyenangkan baginya. Perilaku Ani yang menggeser-geser rencana belanjanya hingga merasa paling pas dan puas mencerminkan...
- Hukum Gossen I
- Hukum Gossen II
- Hukum Permintaan
- Hukum Keseimbangan Pasar
Jawaban: Hukum Gossen II
Hukum Gossen II menjelaskan perilaku konsumen yang mengalokasikan anggarannya pada berbagai jenis kebutuhan/barang agar mencapai tingkat kepuasan paling maksimal. Pengecoh A salah karena Gossen I hanya satu barang, C salah karena hanya membahas kurva harga vs kuantitas, dan D salah karena keseimbangan pasar adalah titik potong penawaran dan permintaan di pasar.
Hukum Gossen II mengatur alokasi kepuasan beberapa jenis barang.