Barisan Multi-Siklus: Pembelahan vs Antibiotik

Menyusun Garis Waktu

Membuat tabel waktu kronologis membantu kita melihat dengan pasti kapan bakteri membelah dan kapan populasinya berkurang. Ketika ada dua aturan waktu yang berjalan bersamaan—siklus pembelahan sel dan jadwal pemberian obat—kesalahan paling sering terjadi adalah mencampuradukkan kedua siklus tersebut ke dalam satu rumus panjang tanpa memetakannya langkah demi langkah.

Bayangkan kita sedang mengisi Buku Catatan Satpam Lab. Setiap kali shift patroli tiba pada kelipatan $12$ jam, satpam mencatat populasi bakteri yang menggandakan diri menjadi dua kali lipat ($r = 2$). Pada jam ke-$0$, catatan awal dibuka dengan $10$ bakteri.

Garis waktu kronologis pertumbuhan bakteri dari jam ke-0 hingga jam ke-24.

Berdasarkan garis waktu di atas:

Hasil pendataan ini memastikan bahwa Opsi A bernilai Benar. Di buku catatan, kita juga memberi tanda merah bahwa di jam ke-$48$ nanti, sebuah interupsi dari obat antibiotik akan memotong siklus rutin ini.

Interupsi di Tengah Jalan

Pengurangan akibat antibiotik harus dikalikan dengan total populasi sesaat sebelum antibiotik itu diberikan. Kesalahan umum yang sering muncul adalah menghitung persentase pengurangan dari angka awal mula-mula ($10$ bakteri), padahal obat disemprotkan ke cawan ketika koloni bakteri sudah berkembang jauh lebih banyak.

Mari lanjutkan Buku Catatan Satpam Lab hingga jam ke-$48$. Dalam $48$ jam, terjadi $n = \frac{48}{12} = 4$ kali fase pembelahan:

$$U_{48} = 10 \cdot 2^4 = 10 \cdot 16 = 160\text{ bakteri}$$

Tepat pada jam ke-$48$, terjadi Interupsi: antibiotik disemprotkan dan seketika membunuh $\frac{1}{5}$ dari bakteri yang hidup saat itu.

Jumlah bakteri yang mati dapat kita hitung dari populasi sesaat sebelum semprotan:

$$\text{Bakteri mati} = \frac{1}{5} \times 160 = 32\text{ bakteri}$$

Karena perhitungannya menghasilkan $32$ bakteri mati, pernyataan pada Opsi B (yang menyebutkan $30$ bakteri) bernilai Salah. Pilihan angka $30$ sering kali mengecoh jika seseorang salah mengalikan pangkat atau menduga populasinya bulat di angka $150$.

Setelah $32$ bakteri mati, satpam mencatat Populasi Sisa yang masih bertahan hidup di dalam cawan lab:

$$\text{Populasi Sisa} = 160 - 32 = 128\text{ bakteri}$$

Angka $128$ inilah yang menjadi modal baru untuk pengamatan berikutnya.

Suatu koloni alga berjumlah $5$ sel. Setiap hari alga tersebut membelah diri menjadi dua. Tepat di hari ke-$4$, koloni diserang virus yang membunuh $\frac{1}{4}$ dari seluruh alga yang hidup saat itu. Berapakah jumlah alga yang bertahan hidup setelah serangan virus tersebut?

  • 20 alga
  • 60 alga
  • 80 alga
  • 55 alga

Jawaban: 60 alga

Sebelum virus menyerang pada hari ke-4, koloni alga telah membelah diri sebanyak 4 kali: $5 \times 2^4 = 80$ alga. Virus kemudian membunuh $\frac{1}{4}$ dari total alga yang ada saat itu, yaitu $\frac{1}{4} \times 80 = 20$ alga. Dengan demikian, alga yang bertahan hidup adalah $80 - 20 = 60$ alga. Pengecoh 80 alga lupa memperhitungkan alga yang mati, 20 alga hanya menghitung korban mati, dan 55 alga mengurangkan populasi awal sebelum memangkatkan.

Menghitung sisa populasi setelah interupsi di tengah periode barisan geometri.

Membelah Lagi dari Sisa

Setelah interupsi terjadi, fase pertumbuhan berikutnya wajib dimulai dari nilai populasi yang tersisa, bukan melanjutkan seolah tidak terjadi apa-apa. Banyak siswa mengira Opsi C bernilai Salah karena mereka menghitung populasi jam ke-$72$ langsung dari jam ke-$0$ ($10 \cdot 2^6 = 640$), lalu menyimpulkan angka $512$ pada soal itu keliru.

Di Buku Catatan Satpam Lab, garis baru dibuka mulai jam ke-$48$. Seluruh bakteri yang mati ($32$ ekor) sudah dibuang dari cawan. Artinya, pertumbuhan dari jam ke-$48$ menuju jam ke-$72$ tidak lagi bermodal $10$ bakteri, melainkan bermodal Populasi Sisa sebanyak $128$ bakteri.

Diagram barisan geometri lanjutan dari populasi sisa jam ke-48 hingga jam ke-72.

Rentang waktu pengamatan lanjutan adalah dari jam ke-$48$ hingga jam ke-$72$:

Kita terapkan rumus pertumbuhan geometri menggunakan basis modal baru:

$$U_{72} = 128 \cdot 2^2 = 128 \cdot 4 = 512\text{ bakteri}$$

Perhitungan ini membuktikan bahwa Opsi C bernilai Benar.

Sebuah modal investasi kripto bernilai awal Rp100.000 dan berlipat ganda setiap bulan. Di akhir bulan ke-2, pemilik modal menarik separuh ($50\%$) dari total uangnya, lalu membiarkan sisanya berlipat ganda kembali hingga akhir bulan ke-4. Tentukan nilai kebenaran setiap pernyataan berikut.

  • Nilai uang di akhir bulan ke-4 adalah Rp800.000. — Benar
  • Penarikan uang di tengah periode membuat perhitungan pertumbuhan berikutnya harus dimulai dari saldo yang tertinggal. — Benar

Pernyataan 1 Benar: Di bulan ke-2, nilai investasi sebelum penarikan adalah $100.000 \times 2^2 = \text{Rp}400.000$. Setelah ditarik separuh ($50\%$), sisa saldo menjadi $\text{Rp}200.000$. Dari bulan ke-2 hingga bulan ke-4 terdapat jeda 2 bulan, sehingga saldo akhir menjadi $200.000 \times 2^2 = \text{Rp}800.000$. Pernyataan 2 Benar: Setiap kali terjadi interupsi berupa penarikan nilai di tengah periode, perhitungan pertumbuhan eksponensial selanjutnya wajib dimulai dari sisa saldo terkini.

Melanjutkan barisan geometri menggunakan nilai sisa pasca-interupsi sebagai nilai awal yang baru.