Elastisitas Permintaan dan Efeknya ke Omzet
Mengenal Elastis vs Inelastis
Elastisitas mengukur seberapa peka atau sensitif pembeli mengurangi belanjaannya ketika harga suatu barang dinaikkan. Kata "elastis" di sini mirip seperti karet gelang: kalau ditarik sedikit saja oleh kenaikan harga, reaksinya bisa melar atau berubah sangat jauh. Sebaliknya, kalau "inelastis", berarti barang tersebut kaku—perubahan harga tidak banyak memengaruhi keputusan orang untuk tetap membelinya.

Bayangkan dua situasi belanja sehari-hari:
Barang Wajib (Inelastis): Contohnya bensin untuk pengendara motor atau obat rutin. Saat harga bensin naik tajam, orang mungkin mengeluh, tetapi mereka tetap harus membelinya karena kendaraan harus tetap jalan. Pembeli tergolong tidak peka terhadap kenaikan harga.
Barang Hiburan (Elastis): Contohnya tiket bioskop atau jajan boba kekinian. Begitu tiket bioskop dinaikkan harganya, orang dengan mudah membatalkan rencana menonton dan beralih menonton film di rumah. Pembeli tergolong sangat peka terhadap perubahan harga.
Pada kasus gula premium di soal, ketika harganya melonjak sebesar 8%, jumlah permintaannya hanya turun kecil sekali, yaitu 2%. Karena gula merupakan kebutuhan pokok, pembeli tidak peka dan tetap membelinya—mirip seperti kasus bensin. Oleh sebab itu, permintaan gula premium bersifat inelastis, bukan elastis. Fakta ini membuktikan bahwa pernyataan pada Opsi A bernilai SALAH.
Harga obat diabetes generik naik sebesar 15%, namun jumlah pasien yang membeli obat tersebut di apotek hanya turun sebesar 1%. Berdasarkan situasi tersebut, bagaimana sifat permintaan obat diabetes ini?
- Permintaan obat diabetes bersifat elastis, karena terjadi penurunan jumlah pembeli ketika harga obat dinaikkan apotek.
- Permintaan obat diabetes bersifat inelastis, karena penurunan persentase pembeliannya jauh lebih kecil dibanding persentase kenaikan harga.
- Permintaan obat diabetes bersifat elastis, karena persentase kenaikan harga obat (15%) lebih besar daripada persentase penurunan jumlah pembeli (1%).
- Permintaan obat diabetes bersifat inelastis, karena obat diabetes adalah barang normal yang selalu mematuhi hukum permintaan pasar.
Jawaban: Permintaan obat diabetes bersifat inelastis, karena penurunan persentase pembeliannya jauh lebih kecil dibanding persentase kenaikan harga.
Jawaban benar B karena penurunan kuantitas (1%) jauh lebih kecil dari kenaikan harga (15%), membuktikan pembeli tidak peka (inelastis). Pengecoh A salah karena penurunan kuantitas adalah hukum permintaan biasa, bukan bukti elastis. Pengecoh C salah karena perbandingan tersebut justru menunjukkan inelastis. Pengecoh D salah karena alasan inelastis bukan sekadar patuh pada hukum permintaan, melainkan perbandingan sensitivitasnya.
Siswa dapat membedakan kondisi elastis dan inelastis berdasarkan kepekaan perubahan kuantitas.
Menghitung Angka Kepekaan
Koefisien elastisitas ($E_d$) dihitung dari persentase perubahan kuantitas dibagi persentase perubahan harga; nilai kurang dari 1 berarti inelastis.
Untuk mengukur kepekaan secara pasti dalam angka, para ekonom menggunakan rumus perbandingan perubahan persentase:
$$E_d = \left| \frac{\% \Delta Q}{\% \Delta P} \right|$$
Dengan data gula premium dari soal:
Persentase perubahan permintaan ($\% \Delta Q$) = $2\%$
Persentase perubahan harga ($\% \Delta P$) = $8\%$
Maka perhitungannya menjadi:
$$E_d = \frac{2\%}{8\%} = 0{,}25$$
Patokan untuk membaca koefisien elastisitas sangat sederhana:
Jika $E_d > 1$, pembeli sangat peka (elastis).
Jika $E_d < 1$, pembeli tidak peka (inelastis).
Karena nilai koefisien gula premium adalah $0{,}25$ (di bawah angka $1$), data ini memastikan secara matematis bahwa permintaannya memang inelastis. Oleh karena itu, pernyataan pada Opsi B bernilai BENAR.
Terdapat dua komoditas di pasar: Beras dengan koefisien elastisitas permintaan $E_d = 0{,}4$ dan Jaket Kulit dengan $E_d = 2{,}5$. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut!
- Permintaan beras bersifat inelastis karena nilai koefisien elastisitasnya kurang dari 1. — Benar
- Permintaan jaket kulit bersifat inelastis karena nilai koefisien elastisitasnya bertanda positif. — Salah
Pernyataan 1 BENAR karena koefisien Ed beras adalah 0,4 (kurang dari 1), yang merupakan kriteria utama sifat inelastis. Pernyataan 2 SALAH karena penentu sifat inelastis adalah nilainya yang berada di bawah angka 1 (Ed < 1), bukan sekadar bertanda positif. Nilai mutlak elastisitas selalu bernilai positif, dan jaket kulit memiliki Ed = 2,5 (> 1) sehingga sifatnya elastis.
Siswa dapat menyimpulkan sifat elastisitas jika diberikan nilai koefisiennya.
Tarik-Menarik Total Penerimaan
Total Penerimaan (Omzet) dipengaruhi oleh dua kekuatan yang berlawanan saat harga naik: harga yang lebih tinggi menarik omzet naik, tapi jumlah pembeli yang turun menarik omzet turun.
Bagi seorang pedagang, uang masuk atau Total Penerimaan ($TR$) dihitung dari perkalian sederhana antara harga barang dan jumlah unit yang laku:
$$TR = P \times Q$$

Ketika seorang penjual memutuskan untuk menaikkan harga ($P$ naik):
Efek Harga ($P$): Menjual dengan harga lebih mahal per unit akan mendorong omzet ke atas (uang per transaksi bertambah).
Efek Kuantitas ($Q$): Sesuai hukum permintaan, pembeli akan berkurang ($Q$ turun), yang mendorong omzet ke bawah (unit yang laku berkurang).
Kedua komponen ini berada dalam kondisi saling tarik-menarik. Akibatnya, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa omzet penjual pasti turun hanya karena pembelinya berkurang. Apakah omzet akhirnya naik, turun, atau tetap sama, semuanya bergantung pada sisi mana yang tarikannya lebih dominan!