Bongkar Dulu Matriks Diagonalnya
Bedah Matriks Diagonal
Dalam matriks diagonal, semua interaksi di luar diagonal utama adalah nol, sehingga kita bisa berfokus pada elemen-elemen utamanya secara terpisah. Ketika melihat matriks dengan entri aljabar seperti $x-1$, $y+2$, dan $z^2$, dorongan pertama sering kali adalah langsung menjabarkannya dengan metode ekspansi atau aturan Sarrus. Namun, langkah itu justru membuat perhitungan menjadi panjang dan rumit.
Sifat khas dari matriks diagonal ordo $3 \times 3$ adalah seluruh elemen di luar diagonal utama bernilai $0$:
$$D = \begin{pmatrix} d_1 & 0 & 0 \\ 0 & d_2 & 0 \\ 0 & 0 & d_3 \end{pmatrix}$$
Artinya, hanya ada $3$ elemen penentu di sepanjang jalur diagonal dari kiri atas ke kanan bawah. Soal memberikan dua petunjuk penting:
Seluruh elemen pada diagonal utama bernilai sama ($d_1 = d_2 = d_3$).
Jumlah ketiga elemen diagonal utama tersebut adalah $12$.
Karena ketiga elemen bernilai sama persis dan totalnya $12$, kita tidak perlu menyusun persamaan yang rumit. Nilai tiap elemen cukup dicari dengan membagi jumlah total dengan banyaknya elemen diagonal:
$$\text{Nilai tiap elemen} = \frac{12}{3} = 4$$
Dengan mengetahui bahwa setiap posisi di diagonal utama bernilai $4$, struktur matriks langsung menjadi konkret tanpa perlu menyentuh variabel aljabar terlebih dahulu.
Bongkar Masing-Masing Variabel
Setiap sel variabel dalam diagonal dapat diuraikan dan disamakan dengan nilai elemen yang sudah dihitung. Karena kita sudah menemukan bahwa setiap entri pada diagonal utama bernilai $4$, kita bisa menyelesaikan masing-masing variabel secara mandiri tanpa perlu membuat sistem persamaan yang rumit:
Untuk elemen baris pertama, kolom pertama:
$$x - 1 = 4 \implies x = 5$$
Hasil ini membuktikan bahwa **Opsi B** benar.Untuk elemen baris kedua, kolom kedua:
$$y + 2 = 4 \implies y = 2$$
Maka, pernyataan $y = 1$ pada **Opsi C** salah karena nilai yang tepat adalah $y = 2$.Untuk elemen baris ketiga, kolom ketiga:
$$z^2 = 4 \implies z = 2 \quad \text{atau} \quad z = -2$$
Karena soal mensyaratkan $z$ adalah bilangan real positif ($z > 0$), nilai negatif gugur sehingga $z = 2$. Ini memastikan **Opsi D** benar.
Volume Kotak dan Determinan
Determinan pada matriks diagonal dapat divisualkan sebagai volume bangun tiga dimensi, yang cukup dihitung dengan mengalikan elemen di diagonal utamanya. Dalam ruang tiga dimensi, kolom-kolom matriks diagonal $3 \times 3$ bersesuaian dengan tiga vektor rusuk yang saling tegak lurus sepanjang sumbu $X$, $Y$, dan $Z$.

Analogi ini memperlihatkan bahwa sebuah matriks diagonal merepresentasikan kotak balok independen, di mana nilai elemen-elemen diagonal utamanya berperan sebagai panjang, lebar, dan tinggi balok tersebut. Karena setiap rusuk saling tegak lurus tanpa ada kemiringan (semua elemen non-diagonal bernilai nol), volume kotak sama persis dengan hasil kali ketiga rusuknya:
$$\det(D) = d_1 \cdot d_2 \cdot d_3$$
Dengan memasukkan nilai masing-masing elemen diagonal yang sudah kita dapatkan ($4, 4, 4$), nilai determinan langsung diperoleh:
$$\det(D) = 4 \cdot 4 \cdot 4 = 64$$
Hasil perhitungan ini membuktikan bahwa Opsi A benar. Inilah alasan mengapa aturan Sarrus atau ekspansi kofaktor tidak diperlukan sejak awal. Semua suku yang memuat elemen nol otomatis lenyap, menyisakan satu-satunya suku perkalian di diagonal utama.
Diketahui sebuah matriks diagonal $B$ berordo $3 \times 3$ memiliki elemen-elemen pada diagonal utamanya berturut-turut bernilai $3$, $5$, dan $2$. Berapakah nilai determinan dari matriks $B$?
- 0
- 10
- 30
- 15
Jawaban: 30
Determinan matriks diagonal ordo 3x3 diperoleh langsung dari hasil kali seluruh elemen diagonal utamanya, yaitu 3 x 5 x 2 = 30. Opsi A keliru karena menganggap banyaknya angka nol di luar diagonal membuat determinan bernilai nol. Opsi B keliru karena menjumlahkan elemen (3 + 5 + 2 = 10) alih-alih mengalikannya. Opsi D keliru karena hanya mengalikan dua elemen terbesar (3 x 5 = 15).
Determinan dari matriks diagonal adalah perkalian langsung dari elemen-elemen di diagonal utamanya.