Eksponen dari Durasi Menit
Menghitung Selang Waktu
Menemukan jumlah menit yang tepat adalah prasyarat sebelum bisa menghitung siklus apa pun.
Bayangkan sebuah mesin cetak timer: setiap timer berdering, kertas yang tercetak berlipat ganda. Namun, sebelum tahu berapa kali mesin itu berbunyi, kita wajib mengetahui durasi operasional mesin secara keseluruhan dari awal hingga akhir.

Untuk menghitung Selang Waktu pengamatan dari pukul $08.00$ pagi ke pukul $11.15$ pagi:
Selisih jam dari $08.00$ ke $11.00$ adalah $3\text{ jam}$.
Dari pukul $11.00$ ke $11.15$ terdapat sisa $15\text{ menit}$.
Durasi totalnya adalah $3\text{ jam } 15\text{ menit}$.
Karena durasi satu siklus dinyatakan dalam menit, ubah seluruh durasi ini ke satuan menit:
$$\Delta t = (3 \times 60\text{ menit}) + 15\text{ menit} = 180 + 15 = 195\text{ menit}$$
Menghitung Banyaknya Siklus
Banyaknya siklus yang terjadi didapat dengan membagi total durasi dengan panjang satu periode.
Pada analogi mesin cetak timer, seluruh durasi waktu yang tersedia dipotong-potong menjadi blok waktu tetap sesuai interval dering timer. Waktu tetap untuk menyelesaikan satu kali siklus kejadian ini disebut Periode.
Untuk mencari banyaknya periode ($n$), bagi Selang Waktu total dengan waktu per periode:
$$n = \frac{\text{Total waktu}}{\text{Waktu per periode}} = \frac{195\text{ menit}}{30\text{ menit}} = 6{,}5$$
Nilai desimal seperti $6{,}5$ ini lumrah terjadi. Artinya, proses pengamatan selesai tepat di tengah-tengah siklus pembelahan ketujuh.
Sebuah lampu suar berkedip secara teratur setiap 45 menit sekali. Jika lampu tersebut menyala terus-menerus dari pukul 07.00 hingga pukul 10.00, berapa banyak periode kedipan yang dilalui lampu tersebut?
- 3 periode
- 4 periode
- 4,5 periode
- 180 periode
Jawaban: 4 periode
Waktu total dari jam 07.00 sampai 10.00 adalah 3 jam = 180 menit. Karena lampu berkedip tiap 45 menit, banyaknya periode kedipan adalah 180 menit dibagi 45 menit = 4 periode (Opsi B). Opsi A salah karena cuma melihat selisih 3 jam tanpa konversi. Opsi C salah hitung pembagian. Opsi D keliru menganggap total durasi menit sebagai banyak periode.
Banyaknya periode adalah durasi waktu total dibagi waktu satu kali periode.
Menyusun Model Eksponen
Jumlah periode diletakkan sebagai bilangan pangkat dalam rumus eksponensial.
Setiap kali timer berdering satu kali, populasi dikalikan $2$. Jika timer berdering $n$ kali, populasi awal akan dikalikan dengan faktor $2$ sebanyak $n$ kali, yang dituliskan sebagai Eksponen $2^n$.
Rumus umum pertumbuhan eksponensial ini adalah:
$$N_t = N_0 \times r^n$$
Dengan populasi awal $N_0 = 1.000$, rasio pelipatan $r = 2$, dan jumlah periode $n = 6{,}5$:
$$N_t = 1.000 \times 2^{6{,}5}$$
Maka, ekspresi matematis yang tepat adalah Opsi C ($1.000 \times 2^{6{,}5}$).
Mari kita bedah alasan opsi-opsi lainnya keliru:
Opsi A ($1.000 \times 2^{4{,}5}$) salah karena menggunakan $n = 4{,}5$, yang setara dengan durasi keliru $135\text{ menit}$ (seolah waktu berakhir pukul 10.15).
Opsi B ($1.000 \times 2^{5}$) salah karena memakai $n = 5$ ($150\text{ menit}$), akibat salah menjumlahkan jam menjadi hanya $2\text{ jam } 30\text{ menit}$.
Opsi D ($1.000 \times 2^{7}$) salah karena membulatkan paksa $6{,}5$ ke atas menjadi $7$ ($210\text{ menit}$ atau $3{,}5\text{ jam}$).
Opsi E ($1.000 \times 2^{7{,}5}$) salah karena menggunakan durasi keliru $225\text{ menit}$ (seakan pengamatan berlangsung selama $3\text{ jam } 45\text{ menit}$).
Sebuah zat kimia bermassa 50 gram meluruh menjadi setengah massa semula setiap 10 menit. Proses peluruhan diamati selama 25 menit. Tentukan kebenaran pernyataan berikut mengenai model eksponensialnya:
- Eksponen pangkat yang digunakan dalam rumus pemodelan adalah 2,5. — Benar
- Angka yang menjadi basis pemangkatan di soal peluruhan ini adalah 2. — Salah
Pernyataan 1 Benar: Eksponen diperoleh dari pembagian selang waktu total dengan panjang periode, yaitu 25 menit / 10 menit = 2,5. Pernyataan 2 Salah: Karena zat meluruh menjadi setengahnya, bilangan dasar (rasio) pemangkatan adalah 1/2 atau 0,5, bukan 2.
Rumus populasi adalah hasil kali nilai awal dengan rasio yang dipangkatkan periode total.