Dilatasi Geometri: Dari Desain ke Layar
Menghitung Faktor Skala
Sebelum mencari ukuran baru, kita harus menentukan faktor skala pembesarannya terlebih dahulu dari data yang ada.
Pada peristiwa dilatasi (perubahan ukuran tanpa mengubah bentuk asli), setiap dimensi objek dikalikan dengan sebuah angka pengali yang disebut faktor skala ($k$). Berdasarkan spesifikasi proyektor pada soal, nilai faktor skala ditentukan oleh jarak proyektor ke layar:
$$k = 0{,}6 \times \text{jarak}$$
Karena proyektor diletakkan pada jarak $3\text{ meter}$, kita peroleh:
$$k = 0{,}6 \times 3 = 1{,}8$$

Desain awal gedung memiliki ukuran $60\text{ cm} \times 60\text{ cm}$. Agar satuan ukuran setara dengan layar, kita ubah ke meter:
$$60\text{ cm} = 0{,}6\text{ m}$$
Bayangkan memperbesar gambar menggunakan kotak (grid): tiap sisi kotak dikalikan dengan faktor yang sama. Maka, panjang dan lebar tampilan di layar dihitung dengan:
$$\text{Panjang tampilan} = 1{,}8 \times 0{,}6\text{ m} = 1{,}08\text{ m}$$
$$\text{Lebar tampilan} = 1{,}8 \times 0{,}6\text{ m} = 1{,}08\text{ m}$$
Proporsi Tetap Terjaga
Pembesaran yang proporsional mengubah ukuran panjang dan lebar dengan pengali yang sama, sehingga rasio aslinya tetap terjaga.
Ketika bangun datar mengalami dilatasi dengan faktor skala yang seragam ke semua arah, bangun tersebut membesar secara proporsional. Artinya, jika objek mula-mula berbentuk persegi, maka setelah diperbesar bentuk akhirnya tetap berupa persegi sempurna.
Pada layar proyektor, ukuran panjang adalah $1{,}08\text{ m}$ dan lebarnya adalah $1{,}08\text{ m}$. Perbandingan ukuran tampilan desain di layar adalah:
$$\text{Panjang} : \text{Lebar} = 1{,}08 : 1{,}08 = 1 : 1$$
Pernyataan pada Opsi A membandingkan rasio panjang terhadap lebar tampilan desain itu sendiri, bukan membandingkan tampilan akhir dengan ukuran asli gambar. Karena rasionya terbukti $1 : 1$, maka Opsi A bernilai Benar.
Sebuah foto dengan ukuran 4 cm x 6 cm (rasio 2 : 3) diperbesar dengan faktor skala 5. Berapakah perbandingan lebar terhadap panjang foto setelah diperbesar?
- 1 : 5
- 2 : 3
- 5 : 5
- 20 : 30
Jawaban: 2 : 3
Dilatasi secara proporsional mengalikan semua sisi dengan faktor skala yang sama (yaitu dikali 5). Ukuran baru menjadi 20 cm x 30 cm. Perbandingan lebar terhadap panjangnya adalah 20 : 30 yang jika disederhanakan kembali menghasilkan 2 : 3. Rasio bentuk awal tidak pernah berubah.
Bentuk dan proporsi benda dipertahankan saat didilatasi dengan faktor seragam.
Mengepaskan dengan Layar
Untuk memastikan gambar tidak terpotong, panjang dan lebar akhir objek harus lebih kecil dari kapasitas batas wadah atau layar.
Saat sebuah objek diletakkan di dalam suatu bidang, ada dua syarat batas dimensi yang wajib dipenuhi secara bersamaan agar objek tidak terpotong:
Panjang (atau lebar horizontal) objek $\le$ Lebar layar
Lebar (atau tinggi vertikal) objek $\le$ Tinggi layar

Ukuran layar pada soal adalah $2{,}4\text{ meter} \times 1{,}8\text{ meter}$, sedangkan gambar desain yang diproyeksikan berukuran $1{,}08\text{ meter} \times 1{,}08\text{ meter}$. Mari kita periksa kedua dimensinya:
Arah horizontal: $1{,}08\text{ m} < 2{,}4\text{ m}$ (masih menyisakan ruang)
Arah vertikal: $1{,}08\text{ m} < 1{,}8\text{ m}$ (masih menyisakan ruang)
Karena kedua dimensi gambar berada di dalam batas luas layar, gambar desain gedung tertampil secara utuh tanpa ada yang terpotong. Oleh karena itu, Opsi C yang menyatakan bahwa ada bagian gambar asli yang terpotong bernilai Salah.
Sebuah stiker berukuran asli 2 cm x 2 cm diperbesar dengan faktor skala 4, lalu akan ditempel pada buku yang sampulnya berukuran 10 cm x 15 cm. Tentukan Benar atau Salah pernyataan berikut!
- Ukuran stiker setelah diperbesar adalah 8 cm x 8 cm. — Benar
- Sebagian stiker akan terpotong karena melampaui ukuran sampul. — Salah
Pernyataan pertama Benar karena setiap sisi dikalikan faktor skala 4 (2 cm x 4 = 8 cm). Pernyataan kedua Salah karena stiker berukuran 8 cm x 8 cm seluruhnya muat dalam batas sampul berukuran 10 cm x 15 cm tanpa ada yang terpotong.
Membandingkan dua pasang dimensi untuk menentukan muat tidaknya suatu objek 2D.