Fauna Indonesia: Kenapa Papua Beda dari Jawa?
Paspor Indonesia, Nenek Moyang Australia
Sering kali kita kebingungan: "Kenapa di Papua ada kanguru pohon atau kasuari? Bukannya Papua itu wilayah Indonesia, sama kayak Jawa atau Sumatra?"

Bagi hewan darat dan tumbuhan, yang berlaku adalah "hukum daratan". Jutaan tahun yang lalu, batas-batas negara modern seperti Indonesia atau Australia belum ada. Secara geologis, pulau-pulau punya sejarah panjang soal siapa yang pernah nempel sama siapa.
Bayangkan kawasan timur Indonesia (seperti Papua) sebagai tanah yang secara historis "diisi" oleh pendatang dari benua Australia. Karena daratannya dulu pernah terhubung, nenek moyang hewan-hewan seperti kanguru dan mamalia berkantung lainnya bisa bebas berjalan kaki ke wilayah yang sekarang kita sebut Papua.
Jadi, meskipun paspornya sekarang "Indonesia", secara silsilah leluhur, mereka adalah fauna dari benua Australia.

Kenapa mamalia berkantung (seperti kanguru pohon) bisa hidup alami di daratan Papua, namun tidak dijumpai di hutan Sumatera?
- A. Iklim di Sumatera terlalu panas bagi mamalia berkantung.
- B. Papua dulunya merupakan satu daratan yang menyambung dengan benua Australia.
- C. Hewan-hewan tersebut sengaja dibawa dan diternakkan oleh manusia di Papua.
- D. Garis khatulistiwa mencegah mamalia berkantung menyeberang ke arah barat.
Jawaban: B. Papua dulunya merupakan satu daratan yang menyambung dengan benua Australia.
Persebaran fauna tidak terikat batas negara modern, melainkan koneksi daratan di masa purba. Nenek moyang mamalia berkantung menyebar dari Australia ke Papua karena dulunya satu daratan.
Papua punya sejarah terhubung secara daratan dengan Australia, sedangkan Sumatera dengan benua Asia.
Daratan Sunda vs Sahul: Kisah Dua Benua
Kalau hewan bisa jalan kaki ke Papua dari Australia, kenapa mereka gak terus jalan ke Sumatra atau Jawa? Jawabannya ada pada peristiwa Zaman Es.
Saat Zaman Es terjadi jutaan tahun lalu, air laut banyak yang membeku di kutub sehingga permukaan laut dunia menyusut drastis. Lautan dangkal yang tadinya memisahkan pulau-pulau akhirnya mengering dan berubah jadi daratan luas.
Gambar: Muntuwandi, CC BY-SA 2.5 — Wikimedia Commons
Di Indonesia bagian barat (Sumatra, Jawa, Kalimantan), dasar laut yang mengering itu membentuk Paparan Sunda (Sunda Shelf), yang menyambung langsung dengan benua Asia. Mamalia besar dari Asia seperti harimau dan gajah pun bebas jalan-jalan ke Sumatra dan Jawa.
Di belahan timur, Papua juga mengalami hal serupa. Dasarnya membentuk Paparan Sahul yang menyambung teguh dengan benua Australia. Tapi, antara Paparan Sunda dan Sahul ada laut dalam yang tidak pernah kering, sehingga hewan dari kedua benua purba tersebut tidak bisa saling menyeberang.
Saat peristiwa surutnya air laut pada Zaman Es jutaan tahun lalu, mengapa tidak semua pulau di Nusantara bersatu menjadi satu benua besar secara total?
- A. Karena es Zaman Es tidak mampu mencapai laut tropis di sekitar ekuator.
- B. Karena letusan gunung berapi raksasa langsung menghancurkan jembatan darat tersebut.
- C. Adanya palung laut dalam di tengah Indonesia yang tidak mengering meski laut sedang surut.
- D. Karena arus air hujan dari benua terus-menerus mengisi celah lautan dangkal.
Jawaban: C. Adanya palung laut dalam di tengah Indonesia yang tidak mengering meski laut sedang surut.
Lautan di antara barat (Sunda) dan timur (Sahul) memiliki kedalaman atau palung laut yang tidak mengering walau volume laut dunia berkurang banyak akibat Zaman Es.
Zona laut dengan palung sangat dalam memisahkan Paparan Sunda dan Paparan Sahul, sehingga tidak pernah kering sepenuhnya saat lautan surut.
Memaknai Istilah Oriental dan Australis
Sekarang kamu tahu kenapa hewannya beda. Tapi dari mana datangnya nama Oriental dan Australis? Sering banget kan kebolak-balik pas ngerjain soal?
Mari kita bedah artinya biar gak cuma hafal:
Oriental: Kata ini sering dipakai oleh bangsa Eropa zaman dulu untuk merujuk pada wilayah Timur mereka, yaitu benua Asia. Karena Indonesia bagian barat dulunya gabung sama Asia, maka faunanya disebut tipe Oriental (tipe Asia).
Australis: Sesuai namanya, ini merujuk langsung ke Australia. Karena Papua dulunya nempel sama Australia, otomatis faunanya masuk ke tipe Australis.
Tentukan mana pernyataan yang benar atau salah mengenai asal mula penggunaan istilah Oriental di wilayah fauna Indonesia bagian barat!
- Kata Oriental secara etimologis diambil dari penamaan Latin nenek moyang mamalia besar di Sumatera. — Salah
- Istilah Oriental merujuk ke kawasan benua Asia, dan wilayah fauna Oriental sejatinya dulunya terhubung ke daratan Asia. — Benar
Istilah Oriental tidak ada hubungannya dengan nenek moyang harimau, melainkan merujuk pada letak geografis benua Asia yang digunakan secara historis oleh bangsa Eropa kuno.
Kata 'Oriental' adalah sebutan historis untuk kawasan Timur dari sudut pandang Eropa, yaitu Asia.