Makna Kata: Mengurai Konsep Paradoks
Aneh Tapi Nyata
Paradoks adalah situasi di mana dua hal yang berlawanan atau bertentangan terjadi secara bersamaan dalam dunia nyata.
Bayangkan seseorang yang memiliki ribuan pengikut (followers) di media sosial. Notifikasinya tidak pernah berhenti berdering, unggahannya selalu dibanjiri tanda suka dan komentar, tetapi setiap malam ia duduk termenung di sudut kamarnya sambil merasa kesepian dan tidak punya teman berbagi cerita yang sesungguhnya.

Secara akal sehat, kondisi ini terasa aneh: jika seseorang memiliki banyak koneksi, secara logika ia seharusnya tidak merasa sepi. Namun, kenyataannya situasi tersebut benar-benar ada di kehidupan sehari-hari. Pertentangan antara apa yang seharusnya terjadi secara logika dan apa yang senyatanya terjadi inilah inti dari sebuah paradoks.
Mencari Petunjuk di Teks
Makna kata dalam teks sering kali dijelaskan secara tersirat melalui pertentangan atau kontradiksi di kalimat yang sama atau kalimat sekitarnya.
Mari kita perhatikan kembali kalimat (1) dari kutipan teks:
(1) Di tengah era digital yang memungkinkan konektivitas tanpa batas, sebuah paradoks modern muncul, yaitu semakin banyak orang merasa kesepian.
Di dalam satu kalimat tersebut, penulis sengaja menyandingkan dua kondisi yang saling tolak belakang:
Konektivitas tanpa batas: kondisi di mana setiap orang sangat mudah terhubung kapan saja dan di mana saja.
Merasa kesepian: kondisi batin di mana seseorang justru merasa terasing, terisolasi, dan hampa.

Pertentangan logis yang seimbang dan nyata terjadi inilah yang mendasari mengapa Opsi B paling tepat: "Sebuah situasi yang tampak bertentangan, tetapi sebenarnya mengandung kebenaran."
Seseorang yang menderita kelainan metabolisme harus makan dalam porsi sangat banyak setiap hari, tetapi anehnya berat badannya justru terus menyusut drastis. Mengapa situasi medis di atas dapat disebut sebagai sebuah paradoks?
- Karena situasi tersebut merupakan akibat negatif dari penyakit yang tidak bisa dihindari.
- Karena situasi tersebut berlawanan dengan logika umum namun benar-benar terjadi dalam kenyataan.
- Karena situasi tersebut adalah masalah kesehatan serius yang belum ditemukan obatnya.
- Karena situasi tersebut membandingkan keadaan orang sehat dengan orang sakit.
Jawaban: Karena situasi tersebut berlawanan dengan logika umum namun benar-benar terjadi dalam kenyataan.
Paradoks didefinisikan sebagai situasi yang secara logika tampak mustahil atau bertentangan (banyak makan sewajarnya menaikkan berat badan), namun kenyataannya benar-benar terjadi. Opsi A keliru karena menyamakan paradoks dengan sekadar akibat negatif, Opsi C keliru karena menyamakannya dengan ketiadaan solusi medis, dan Opsi D keliru karena situasi tersebut tidak sedang membandingkan dua kelompok orang.
Definisi paradoks sebagai kondisi yang tampak berlawanan dengan akal sehat namun nyata terjadi.
Bukan Istilah Rahasia
Kehadiran tokoh ahli dalam teks populer biasanya bertujuan untuk memperjelas fenomena bagi pembaca awam, bukan untuk membuat fenomena tersebut menjadi eksklusif.
Pada kalimat (2), penulis menghadirkan penjelasan dari seorang psikiater, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ:
(2) Psikiater Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ, menjelaskan bahwa kedekatan virtual yang terjalin melalui gawai dan media sosial sering kali gagal menggantikan kehangatan interaksi manusia yang sesungguhnya.
Sebagian pembaca mungkin terkecoh oleh penyebutan gelar dan profesi medis ini, lalu menyimpulkan bahwa "paradoks" adalah istilah klinis rumit yang hanya bisa dipahami oleh para spesialis kejiwaan (Opsi E).
Padahal, dalam artikel populer, pandangan ahli justru dipinjam untuk menjabarkan alasan ilmiah di balik sebuah fenomena sosial agar masyarakat luas bisa memahaminya secara runtut.
Tentukan apakah pernyataan berikut Benar atau Salah berdasarkan fungsi kutipan ahli dalam teks bacaan!
- Penulis mengutip penjelasan seorang psikiater untuk menegaskan bahwa hanya dokter jiwa yang mampu memahami dan merasakan kesepian di era digital. — Salah
- Teks ini ditulis agar masyarakat umum dapat memahami mengapa konektivitas digital justru bisa memicu rasa kesepian. — Benar
Kutipan dari psikiater Dr. Nova bertujuan untuk menguraikan akar penyebab fenomena kesepian agar pembaca umum paham, bukan untuk menyatakan bahwa kondisi ini hanya bisa dipahami atau dialami oleh dokter jiwa. Maka pernyataan pertama Salah dan pernyataan kedua Benar.
Tujuan kutipan ahli dalam teks populer untuk mengedukasi pembaca umum, bukan membatasi pemahaman secara eksklusif.