Pajak Pasar: Siapa Bayar Berapa?
Titik Awal: Keseimbangan Pasar Sebelum Pajak
Sebelum ada pajak, harga pasar ditentukan murni oleh titik temu fungsi permintaan dan penawaran.
Di pasar persaingan, keseimbangan pasar tercapai ketika keinginan pembeli sejalan persis dengan kesediaan penjual, yaitu saat jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan ($Q_d = Q_s$).

Pada fungsi permintaan $Q_d = 40 - P$ dan penawaran $Q_s = -10 + 4P$, kita mencari harga awal sebelum ada campur tangan pemerintah:
$$\begin{aligned} Q_d &= Q_s \\ 40 - P &= -10 + 4P \\ 40 + 10 &= 4P + P \\ 50 &= 5P \\ P_e &= 10 \end{aligned}$$
Substitusikan nilai harga $P_e = 10$ ke salah satu fungsi untuk memperoleh kuantitas keseimbangan awal:
$$Q_e = 40 - 10 = 30$$
Jadi, titik awal pasar berada pada tingkat harga $P_e = 10$ dengan jumlah transaksi $Q_e = 30$ unit. Angka-angka ini menjadi patokan kita untuk melihat apa yang berubah begitu pemerintah menarik pajak.
Logika Pajak: Mengapa $P$ Diganti $(P - t)$?
Pajak mengurangi harga bersih yang diterima produsen, sehingga variabel $P$ dalam fungsi penawaran diganti menjadi $(P - t)$.
Bayangkan pajak sebagai potongan wajib dari kasir penjualan. Ketika pembeli membayar seharga $P$ di pasar, pemerintah langsung menyunat sebesar $t$. Akibatnya, uang yang benar-benar masuk ke saku produsen bukanlah $P$, melainkan harga bersih produsen, yaitu $(P - t)$.
Produsen selalu menentukan jumlah barang yang ingin mereka jual berdasarkan uang yang benar-benar mereka kantongi. Karena itu, dalam fungsi penawaran berbentuk $Q_s = f(P)$, setiap variabel $P$ harus diganti dengan $(P - t)$ di dalam kurung:
$$\begin{aligned} Q_{s'} &= -10 + 4(P - t) \\ Q_{s'} &= -10 + 4(P - 5) \\ Q_{s'} &= -10 + 4P - 20 \\ Q_{s'} &= 4P - 30 \end{aligned}$$
Perhatikan pergeserannya pada grafik di atas: kurva penawaran terdorong ke atas/kiri. Untuk menjual kuantitas yang sama, produsen menuntut harga pasar yang lebih tinggi sebesar nilai pajak.
Diketahui fungsi penawaran suatu barang adalah $Q_s = 20 + 2P$. Pemerintah mengenakan pajak sebesar $\text{Rp } 3{,}00$ per unit barang. Bagaimana bentuk fungsi penawaran yang baru setelah adanya pajak?
- Q_s' = 20 + 2(P - 3)
- Q_s' = 20 + 2(P + 3)
- Q_s' = 20 + 2P - 3
- Q_s' = 20 + 2P + 3
Jawaban: Q_s' = 20 + 2(P - 3)
Produsen bereaksi terhadap harga bersih yang diterima di kantong setelah dipotong pajak, yaitu (P - 3). Oleh karena itu, variabel P pada fungsi penawaran digantikan langsung oleh (P - 3), menghasilkan Q_s' = 20 + 2(P - 3). Menambah (+3) keliru karena pajak memotong harga bersih, sedangkan menaruh -3 di ujung fungsi keliru karena pajak menempel pada setiap unit harga P.
Pajak per unit mengurangi harga yang diterima produsen sehingga P diganti (P - t) dalam fungsi Q_s.
Menemukan Keseimbangan Baru Setelah Pajak
Harga keseimbangan baru dicari dengan menyamakan fungsi permintaan awal dengan fungsi penawaran yang sudah dipotong pajak.
Karena beban pajak ini secara legal dipungut dari pihak penjual, kurva permintaan konsumen ($Q_d = 40 - P$) tidak mengalami pergeseran fungsi sama sekali. Perubahan hanya terjadi pada kurva penawaran yang sudah kita sesuaikan menjadi $Q_{s'} = 4P - 30$.

Keseimbangan baru tercapai saat jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah penawaran baru ($Q_d = Q_{s'}$). Kita hitung perpindahan ruas aljabarnya secara bertahap:
$$\begin{aligned} 40 - P &= 4P - 30 \\ 40 + 30 &= 4P + P \\ 70 &= 5P \\ P_e' &= \frac{70}{5} = 14 \end{aligned}$$
Dengan naiknya harga jual dari $10$ menjadi $14$, kuantitas barang yang diperdagangkan di pasar pun menyusut menjadi $Q_e' = 40 - 14 = 26$ unit.