Memaksa Pemfaktoran Aljabar
Menghadapi Persamaan Diophantine
Membatasi solusi hanya pada bilangan bulat memungkinkan kita memecahkan satu persamaan dengan lebih dari satu variabel secara pasti.
Pada aljabar umum di alam bilangan real, satu persamaan dengan dua variabel bebas—seperti $xy + 2x + y = 18$—memiliki tak terhingga banyaknya pasangan solusi $(x, y)$. Kita bisa memilih nilai $x$ berapapun, lalu menghitung nilai $y$ pasangannya dalam bentuk desimal atau pecahan yang tak berujung. Akibatnya, mencari nilai minimum dari $x + y$ tampak mustahil tanpa batasan tambahan.
Namun, kendala dari soal mengunci variabel ke dalam domain yang sangat istimewa: $x$ dan $y$ merupakan bilangan bulat positif. Persamaan aljabar yang mencari solusi khusus himpunan bilangan bulat seperti ini dikenal sebagai Persamaan Diophantine. Batasan bilangan bulat ini bukanlah penghalang, melainkan informasi kunci yang menyusutkan jutaan kemungkinan tak tentu menjadi segelintir kemungkinan pasti.
Untuk memecahkan persamaan tipe ini secara deduktif, strategi yang paling kokoh bukanlah menebak angka satu per satu secara acak, melainkan memanfaatkan sifat pembagian bilangan bulat melalui faktor pembagi. Agar sifat keterbagian ini dapat bekerja, kita perlu mengubah persamaan yang mulanya berupa penjumlahan suku-suku menjadi sebuah bentuk pemfaktoran perkalian antar-kurung yang nilainya setara dengan suatu konstanta tetap.
Trik Memaksa Pemfaktoran
Kita dapat menambahkan sebuah konstanta identik di kedua ruas persamaan untuk memaksakan munculnya faktor perkalian yang elegan.
Bentuk aljabar $xy + 2x + y = 18$ pada awalnya tampak menolak untuk difaktorkan secara langsung karena tidak memiliki faktor persekutuan di seluruh sukunya. Namun, perhatikan apa yang terjadi jika kita mengelompokkan dua suku pertama saja:
$$x(y + 2) + y = 18$$
Di ruas kiri, kita telah memunculkan kelompok $(y + 2)$ yang dikalikan dengan $x$. Perhatikan suku $y$ yang tersisa sendirian di sebelahnya. Agar suku $y$ tersebut dapat diserap masuk ke dalam kurung yang sama menjadi kelompok $(y + 2)$, kita hanya membutuhkan tambahan angka $+2$.
Secara matematis, kita sah menambahkan angka $2$ di ruas kiri asalkan ruas kanan juga ditambah dengan angka yang sama:
$$x(y + 2) + (y + 2) = 18 + 2$$
Kini, kedua suku di ruas kiri sama-sama memiliki faktor persekutuan $(y + 2)$. Melalui sifat distributif, ekspresi tersebut dapat kita faktorkan secara sempurna menjadi:
$$(x + 1)(y + 2) = 20$$
Bentuk penjumlahan yang awalnya acak kini telah berevolusi menjadi perkalian dua faktor bilangan bulat positif yang nilainya tepat bernilai $20$.
Diberikan persamaan aljabar $xy + 3x + y = 12$. Angka berapa yang harus ditambahkan pada kedua ruas agar persamaan tersebut dapat difaktorkan secara sempurna?
- 1
- 3
- 2
- 12
Jawaban: 3
Dua suku pertama dapat difaktorkan menjadi x(y + 3) + y = 12. Agar suku y yang tersisa bisa ikut dikelompokkan menjadi faktor (y + 3), kita membutuhkan tambahan konstanta 3 pada kedua ruas sehingga persamaannya menjadi (x + 1)(y + 3) = 15. Angka 2 adalah jebakan dari contoh sebelumnya, angka 1 adalah anggapan keliru memasangkan koefisien y, dan angka 12 keliru menyalin konstanta ruas kanan.
Menentukan konstanta penyeimbang pada kedua ruas untuk memaksakan pemfaktoran aljabar kelompok.
Jarak Faktor dan Jumlah Minimum
Jumlah maksimum maupun minimum dari penjumlahan dua faktor sangat ditentukan oleh kedekatan jarak antarnilainya.
Kita telah berhasil mengubah persamaan awal menjadi $(x + 1)(y + 2) = 20$. Karena $x$ dan $y$ merupakan bilangan bulat positif ($x \ge 1$ dan $y \ge 1$), maka kedua kurung tersebut harus merupakan pasangan faktor pembagi positif dari $20$, dengan syarat minimum $(x + 1) \ge 2$ serta $(y + 2) \ge 3$.
Alih-alih menguji semua kemungkinan satu per satu, gunakan prinsip geometri untuk menemukan nilai minimum $x + y$:
Semakin dekat jarak antara kedua faktor pembagi, semakin kecil pula hasil penjumlahannya. Faktor-faktor dari $20$ yang jaraknya paling berdekatan adalah $4$ dan $5$ (selisih hanya $1$), bukan $2$ dan $10$ (selisih $8$).
Mari kita periksa pasangan faktor terdekat tersebut:
Jika $(x + 1) = 4$ dan $(y + 2) = 5$, kita peroleh $x = 3$ dan $y = 3$. Hasil penjumlahannya adalah $x + y = 3 + 3 = 6$.
Jika dibalik $(x + 1) = 5$ dan $(y + 2) = 4$, kita peroleh $x = 4$ dan $y = 2$. Hasil penjumlahannya tetap $x + y = 4 + 2 = 6$.
Nilai minimum yang memenuhi persamaan adalah $6$ (Opsi C).
Memilih pasangan faktor yang berjarak jauh seperti $(x + 1) = 2$ dan $(y + 2) = 10$ akan menghasilkan $x = 1$ dan $y = 8$, yang mana menghasilkan jumlah $x + y = 9$ (Opsi D, solusi yang valid namun bukan yang terkecil). Sementara itu, menebak Opsi A ($3$) atau Opsi B ($4$) keliru karena tidak ada kombinasi bilangan bulat positif yang memenuhi persamaan, dan Opsi E ($12$) muncul akibat kesalahan menjumlahkan faktor mentah ($2 + 10 = 12$) tanpa mengurangkannya kembali untuk mencari nilai $x$ dan $y$.
Dua bilangan bulat positif $M$ dan $N$ memiliki hasil kali yang selalu tetap, yaitu $M \times N = 100$. Tentukan kebenaran pernyataan berikut saat mencari nilai minimum dari penjumlahan $M + N$:
- Nilai minimum M + N dapat diturunkan dari kombinasi faktor M = 2 dan N = 50. — Salah
- Nilai minimum M + N dipastikan muncul pada kombinasi faktor M = 10 dan N = 10. — Benar
Pernyataan 1 Salah: Pasangan faktor yang berjarak jauh (2 dan 50) menghasilkan penjumlahan yang besar, yaitu 2 + 50 = 52. Pernyataan 2 Benar: Ketika selisih antarfaktor mencapai batas terkecil (jarak nol, yaitu 10 dan 10), hasil penjumlahannya mencapai titik minimum absolut, yaitu 10 + 10 = 20.
Pengaruh kedekatan jarak dua faktor pembagi terhadap nilai minimum hasil penjumlahannya.